Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 87 Gelombang 3 Tahun 2022 Universitas Muhammadiyah Malang di Desa Sanan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Pengabdian ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Chalimatuz Sa’diyah, SE., MM.
Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang dilakukan oleh kelompok 87 gelombang 3 tahun 2022 ini terdiri dari 4 mahasiswi dan 1 mahasiswa, yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan program studi Ekonomi Pembangunan (EP). Kegiatan ini bertujuan pada pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berfokus pada e-commerce (pemasaran) di tempat salah satu pengusaha keripik tempe yang bernama Putra Ridhlo milik Pak Kosim.
Ada banyak usaha keripik tempe yang berada di Desa Sanan, namun berdasarkan rekomendasi dari warga sekitar akhirnya kami memilih tempat usaha tersebut untuk dijadikan tempat pengabdian dan berbagi ilmu mengenai e-commerce (pemasaran) sehingga bisa meningkatkan tingkat penjualan serta pendapatan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat membantu pelaku UMKM seperti Pak Kosim ini.
Melakukan kegiatan sosialisasi tentang e-commerce yang terbaru
Salah satu kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yaitu melakukan sosialisasi kepada beberapa pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di sentra kripik tempe Sanan. Sosisalisasi ini bertujuan untuk lebih mengetahui tentang apa itu e-commerce dan mengetahui macam-macam e-commerce, selain itu agar para pengusaha lebih mengetahui mengenai aplikasi e-commerce yang terbaru.
Pada sosialisasi ini diharapkan para pemilik usaha lebih bisa mengembangkan usahanya apalagi pada masa Covid-19 mereka harus pandai-pandai mencari strategi pemasaran agar usaha mereka tetap berjalan dan berkembang.
Mahasiswa UMM berbagi minyak goreng kepada pengusaha
Kendala yang dialami oleh para pengusaha selain terjadinya Covid-19 yaitu adanya kelangkaan serta melambungnya harga minyak di pasaran. Maka dari itu selain melakukan kegiatan sosialisasi, program kerja selanjutnya yang kami lakukan pada minggu ini adalah pembelian dan pembagian minyak goreng kepada salah satu pemilik usaha yaitu Bapak Kosim.
Salah satu tujuan dari kegiatan ini yaitu membantu beliau untuk tetep bisa memproduksi keripik tempe meski dengan situasi kelangkaan dan naiknya harga minyak goreng seperti saat ini.
Artikel Terkait
Kolom
-
Paspor Kuat Itu Bukan Cuma soal Visa: Tentang Privilege dan Martabat Global
-
Kritik Kebijakan Jadi Pelanggaran HAM? Logika Terbalik Menteri Pigai
-
Di Balik Nasi Sisa Sahur: Refleksi Emak-Emak tentang Ramadan dan Kesederhanaan
-
Menggugat Beasiswa: Belajar dari DAAD, Menata Ulang Cara Pandang LPDP
-
Putaran Tanpa Arah Menjelang Magrib: Pelajaran Kecil dari Jalanan yang Saya Dapat Saat Ngabuburit
Terkini
-
Kartu Pokemon Milik Logan Paul Laku Fantastis, Tembus Rp277 Miliar
-
Pertemuan di Masjid Kota
-
Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat: Mengapa Terlalu Berusaha Justru Menjauhkan Bahagia?
-
Kisah Perjalanan YouthID: Saat Anak Muda Menembus Batas, Mendengar Suara Disabilitas di Aceh
-
Tayang 28 Maret Nanti, Intip Sinopsis Anime Agents of the Four Seasons