Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) untuk Kelas VIII SMP yang disajikan tunduk pada ketentuan tersebut. PJOK bukanlah mata pelajaran olahraga seperti yang dipahami selama ini dan juga bukan merupakan materi pembelajaran yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan olahraga siswa. PJOK merupakan mata pelajaran yang membekali peserta didik dengan kemampuan memiliki kebugaran jasmani dan keterampilan jasmani yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya agar siswa dapat memperoleh perubahan perilaku gerak, perilaku olahraga dan perilaku sehat.
Pada akhirnya, aktivitas fisik disertai dengan sikap yang tepat agar hasil yang diperoleh optimal.Pembelajaran dirancang berdasarkan kegiatan yang berkaitan dengan sejumlah jenis gerakan fisik/olahraga dan upaya menjaga kesehatan yang sesuai untuk siswa Kelas VIII SMP. Kegiatan ini dirancang agar siswa terbiasa melakukan gerakan fisik dan berolahraga dengan senang hati karena merasa perlu melakukannya dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan fisik baik melalui gerakan fisik dan olahraga serta dengan memperhatikan faktor kesehatan yang ada. mempengaruhinya.
Hakikat pendidikan jasmani adalah proses belajar bergerak (learning to move) dan belajar melalui gerak (learning through movement). Program pendidikan jasmani berusaha membantu peserta didik menggunakan tubuhnya secara lebih efisien dalam melakukan berbagai keterampilan gerak dasar dan keterampilan kompleks yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari (Firmansyah, 2009: 32).
Lutan (2004: 1) menyatakan bahwa pendidikan jasmani adalah wahana untuk mendidik anak. Selain itu, pendidikan jasmani merupakan sarana untuk membina generasi muda agar nantinya mampu mengambil keputusan terbaik tentang aktivitas jasmani yang dilakukan dan menjalani pola hidup sehat sepanjang hayatnya.
Pendidikan jasmani adalah proses pendidikan seseorang sebagai individu dan anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematis melalui berbagai kegiatan untuk memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan karakter (Akhiruyanto, 2008:60).
Paturusi (2012: 4-5), menyatakan bahwa pendidikan jasmani adalah kegiatan mendidik anak melalui proses pendidikan melalui pendidikan jasmani dan kegiatan olahraga untuk membantu anak tumbuh dan berkembang secara wajar sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Pendidikan jasmani pada hakekatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani untuk menghasilkan perubahan kualitas individu secara holistik, baik fisik, mental, maupun emosional. Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai satu kesatuan yang utuh, makhluk yang utuh, bukan hanya menganggap mereka sebagai seseorang yang terpisah dari kualitas fisik dan mentalnya (Yudanto, 2008: 17).
Berdasarkan uraian di atas, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan pada tingkat SMP/Sederajat haruslah di implementasikan sesuai dengan tumbuh kembang anak. Pemilihan model dan strategi mengajar pun tak lepas dari keberhasilan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang mencakup ranah pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Artikel Terkait
-
Dari Ruang Kelas ke Panggung Politik: Peran Taman Siswa dalam Membentuk Identitas Bangsa
-
Menelisik Sosok Ki Hajar Dewantara, Pendidikan sebagai Senjata Perlawanan
-
Kak Seto Ungkap Pemicu Siswa SMA Sodomi 16 Anak di Pinrang: karena Tekanan yang Selalu Berat
-
Sehat dan Bugar dengan Lari: Gaya Hidup Aktif Perempuan Masa Kini
-
Taman Siswa: Jejak Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Kolom
Terkini
-
Perjalanan Menemukan Kebahagiaan dalam Ulasan Novel The Burnout
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Makassar Lanjutkan Hegemoni Persepakbolaan Indonesia atas Vietnam
-
Review The Dreaming Boy is a Realist: Ketika Jaga Jarak Justru Bikin Baper
-
3 Rekomendasi Anime yang Cocok Ditonton Penggemar Solo Leveling
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru