Penyerang muda Timnas Indonesia, Muhammad Ramadhan Sananta tampil cukup mengesankan di gelaran Piala Presiden 2024.
Pada turnamen pra musim yang menjadi ajang pemanasan bagi klub-klub Liga 1 Indonesia sebelum bertarung di gelaran Liga 1 Indonesia itu, penyerang kelahiran Daik, 27 November 2002 sukses menceploskan lima gol.
Berdasarkan data yang ada di laman Transfermarkt, dari lima laga yang dimainkan oleh Sananta di ajang Piala Presiden 2024, dirinya sukses menciptakan tiga gol.
Tentunya catatan ini cukup mengesankan dan membuat beberapa kalangan mendorong agar pemain yang satu ini kembali menjadi bagian dari Timnas Indonesia.
Bahkan, laman Suara.com menuliskan, dengan catatan impresif yang dimiliki oleh Sananta bersama Persis Solo di Piala Presiden, dirinya memiliki kans besar untuk kembali dipanggil oleh Shin Tae-yong untuk menjalani laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 nanti.
Namun yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa Sananta terlihat begitu gacor di klub, sementara saat membela Pasukan Merah Putih dirinya terkesan meredup? Tentu saja salah satu jawaban yang masuk akal adalah terkait dengan kualitas lawan yang dihadapi.
Ketika Ramadhan Sananta memperkuat Timnas Indonesia, lawan yang dihadapi oleh pemain berusia 21 tahun ini tentu saja bukan pemain sembarangan.
Mungkin di level regional Asia Tenggara Sananta masih bisa mengimbangi kualitas sang lawan, namun ketika sudah meningkat levelnya di tingkatan benua Asia, tentu saja lawan yang dihadapi juga memiliki grade lebih tinggi dari yang dihadapi Sananta saat berada di level regional.
Dan hal ini pun terjadi pula di level klub. Bukannya merendahkan, namun kita ketahui bersama bahwa kualitas para pemain yang bermain di Liga 1 Indonesia ataupun turnamen-turnamen dalam negeri masih berada di bawah level pemain yang dihadapi Sananta di pertandingan internasional.
Sehingga, sangat mungkin Sananta mendapatkan tantangan yang lebih mudah untuk mencetak gol saat bermain bersama klubnya, dibandingkan saat harus membela Timnas Indonesia di ajang internasional.
Jadi, jangan salahkan Sananta jika pemain ini memang tampil kurang maksimal saat bersama Timnas Indonesia.
Pasalnya, lawan yang dihadapi memiliki kualitas yang tentunya lebih tinggi jika dibandingkan dengan lawan yang dijumpainya saat bersama klub induknya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC
-
Piala Dunia 2026 dan Comeback Turki yang Menodai Sejarah Keikutsertaan Terakhir Mereka
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
-
Piala Dunia 2026: Tanpa Bantuan AFC, Kualitas Qatar Hanyalah Sekelas Tim Semenjana Asia
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
Artikel Terkait
-
Daftar Lengkap Kepelatihan Timnas Indonesia: Merah Putih Rasa Negeri Gingseng
-
Seumuran Jens Raven, Striker Baru MU Bisa Bela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-20 2025?
-
Ngebet Salip Ranking FIFA Timnas Indonesia, Malaysia Bikin Turnamen Sendiri Lawan Tim Kuat Asia
-
Jelang BRI Liga 1 Bergulir, Erick Thohir Titip para Pemain Timnas pada Klub
-
Media Asing Yakin Yeom Ki-hun Mampu Angkat Performa Timnas Indonesia
Kolom
-
Salah Kaprah tentang Makna Benefit yang Tercantum di Iklan Lowongan Kerja
-
Karakter Lotso dan Romantisme terhadap Sosok Pemimpin Otoriter
-
Dilema Orang Tua Cari Sekolah Anak: Negeri Rumit, Swasta Tak Ada Duit
-
Cara Saya Mengubah Kesepian Menjadi Ruang Terbaik untuk Mengenal Diri
-
Pemadaman Listrik Tanpa Pemberitahuan: Masalah Tata Kelola Pelayanan Publik
Terkini
-
Prediksi Yordania vs Aljazair: Adu Taktik dan Duel Bintang Demi Lolos Fase
-
Prediksi Prancis vs Irak: Singa Mesopotamia Janjikan Perlawanan Sengit
-
Prioritaskan Piala Dunia, Ini Pengaruhnya pada Produktivitas Kerja
-
Lenovo Tab Plus Gen 2 Rilis, Tablet Hiburan Premium dengan 9 Speaker JBL
-
Prediksi Lini Prancis vs Irak, Les Bleus Bidik Tiket Lolos Grup Piala Dunia