Apa sih yang sebenarnya membuat kita merasa FOMO, atau Fear of Missing Out? Mungkin, kamu juga merasakannya, perasaan cemas saat melihat teman-temanmu berlibur, berkumpul, atau melakukan hal-hal keren yang nggak bisa kamu ikuti.
Dengan segala aktivitas yang terlihat seru di media sosial, perasaan tertinggal itu bisa bikin kita stres, bahkan kadang membuat kita merasa tidak cukup baik. Lalu, bagaimana sih kita bisa menghadapi FOMO ini dan tetap menikmati hidup?
Dari pengalaman pribadi, saya menyadari bahwa banyak orang, termasuk diri saya sendiri, terjebak dalam perbandingan yang tidak sehat. Setiap kali scroll feed Instagram atau TikTok, ada saja konten yang membuat kita merasa seperti hidup kita kurang seru.
Kenapa ya, kita cenderung lebih fokus pada apa yang tidak kita miliki daripada menikmati apa yang ada di depan mata? Ini pertanyaan penting yang perlu kita renungkan.
Tentu, di era digital ini, media sosial berperan besar dalam menciptakan rasa FOMO. Dengan postingan-postingan yang penuh warna dan petualangan, rasanya semua orang hidup di dunia yang lebih menyenangkan.
Namun, kita harus ingat bahwa media sosial sering kali hanya memperlihatkan sisi glamor dari kehidupan seseorang. Jadi, siapa yang bilang kita harus mengikuti semua tren dan aktivitas untuk dianggap ‘keren’? Jawabannya jelas: tidak ada!
Lalu, bagaimana kita bisa mengatasi rasa FOMO ini? Pertama-tama, penting untuk memberi diri kita izin untuk tidak ikut dalam semua kegiatan.
Nggak apa-apa untuk memilih waktu berkualitas dengan diri sendiri, entah itu dengan membaca buku, menonton film, atau hanya bersantai di rumah. Ini bukan berarti kita anti-sosial; justru, ini cara kita untuk mengisi ulang energi dan menikmati waktu sendiri.
Selain itu, coba deh fokus pada aktivitas yang benar-benar kamu nikmati, bukan hanya karena dorongan untuk ikut tren.
Satu lagi yang tak kalah penting adalah berlatih bersyukur. Sering-seringlah luangkan waktu untuk mencatat hal-hal kecil yang membuatmu bahagia setiap harinya.
Baik itu secangkir kopi pagi yang nikmat, momen lucu bersama teman, atau pencapaian kecil dalam hidup, semua itu layak dirayakan.
Dengan cara ini, kamu akan lebih menghargai perjalanan hidupmu sendiri dan tidak terlalu terpengaruh oleh apa yang orang lain lakukan.
Jadi, bagi kamu yang merasa terjebak dalam rasa FOMO, ingatlah bahwa hidup ini bukanlah kompetisi. Setiap orang punya perjalanan dan ritme yang berbeda.
Lebih baik merayakan apa yang kamu miliki dan nikmati prosesnya, daripada terus-menerus merasa cemas akan apa yang kamu lewatkan. Mari kita ubah cara pandang kita terhadap hidup, dari yang serba cepat dan penuh tekanan, menjadi lebih berharga dan penuh makna.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Bahaya Terjebak FOMO di Media Sosial, Bisa Ganggu Kesehatan Mental?
-
Anies Baswedan Bawa Istilah "Lucky Vicky" ke Publik: Kiat Tetap Positif di Situasi Sulit
-
Gibran dan Akun Fufufafa: Menyoal Isu Literasi dan Etika di Dunia Maya
-
Humble Brag: Pamer Terselubung yang Bikin Kesal
-
Akun Media Sosial Clara Wirianda Diserbu Netizen, Nama Bobby Nasution Terseret
Kolom
-
Anatomy of Curiosity: Saat Kemalangan Orang Lain Menjadi Kepuasan Otak Kita
-
Seteguk Kopi di Tengah Peluh, Jeda Singkat Seorang Pekerja
-
Analisis Film Dirty Vote II O3: Antara Pasal KUHP dan Krisis Demokrasi
-
Diplomasi vs Realitas: Menakar Nyali Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB
-
Wacana Pilkada oleh DPRD, Kedaulatan Rakyat di Persimpangan Pilihan?
Terkini
-
Besek Nasi dan Doa yang Pelan-Pelan Naik ke Langit
-
Bus yang Tidak Ingin Mengucapkan Selamat Tinggal
-
Misteri Pemuda Berjaket Levis di Dekat Pohon Mahoni
-
Bukan Sekadar Horor Biasa, Film Alas Roban Padukan Mitos Lokal dan Teror Psikologis
-
RedMagic 11 Pro Tembus 4 Juta AnTuTu, Seberani Apa Performa HP Gaming Ini?