Pernah nggak sih kalian nonton video di YouTube, tapi sambil melakukan aktivitas lainnya?
Jujur, bisa dibilang saya hampir setiap hari melakukannya. Yang paling sering sih, nonton podcast horor sambil makan, masak, merapikan lemari, mengerjakan laporan, atau sekadar sambil bersih-bersih. Mungkin kurang tepat jika dibilang nonton, ya, karena yang saya lakukan lebih cenderung hanya mendengarkan saja, bukan benar-benar melihatnya dari awal sampai akhir.
Ketika sedang scroll komentar di salah satu konten YouTube yang saya tonton, ternyata tidak sedikit orang di luar sana yang melakukan hal serupa. Yang sebagian di antaranya adalah ibu rumah tangga atau freelancer semi-semi pengangguran seperti saya. Mulanya tentu kita secara sadar menekan tombol "Play" dengan tujuan untuk mencari hiburan semata. Namun, begitu aktivitas dimulai dan tontonan terus berputar, akhirnya ia hanya menjadi suara latar yang memecah keheningan.
Pertanyaannya, mengapa keheningan kadang terasa begitu tidak nyaman?
Sejujurnya, saya bukan tipe orang yang harus selalu ada suara untuk bisa fokus. Pada saat menulis pun, saya bisa lebih fokus menulis dalam keadaan hening. Namun, lain halnya ketika sedang melakukan hal lain yang tidak membutuhkan proses berpikir mendalam. Misalnya, saat merekap laporan bulanan, memotong sayuran dan memasak, atau melakukan pekerjaan rumah lainnya. Biasanya pada saat seperti itu, saya melakukannya sambil mendengarkan podcast ataupun memutar musik.
Menurut saya, tidak ada yang salah dari kebiasaan seperti ini. Mendengarkan live streaming dan podcast saat sedang melakukan aktivitas tertentu membuat kita merasa seolah sedang mempunyai “teman mengobrol”. Sementara itu, konten lainnya seperti musik atau vlog bisa menjadi background noise agar suasana tidak terasa sepi. Untuk hal seperti ini, biasanya saya pun memilih konten-konten yang tidak menuntut perhatian visual penuh agar bisa diputar sambil multitasking.
Beraktivitas sembari mendengarkan sesuatu untuk memecahkan keheningan ini sebetulnya bukan hal baru di masyarakat kita. Bedanya, jika dulu orang menyalakan radio saat menyapu rumah, memasak, atau belajar. Sekarang, fungsi itu perlahan digantikan oleh podcast, YouTube, live streaming, bahkan drama. Media yang digunakan mungkin memang berubah, tetapi kebutuhannya sama: ingin ada suara yang menemani.
Lantas, apakah kebiasaan ini membuat pekerjaan menjadi lebih efisien?
Jawabannya tentu berbeda-beda pada setiap orang. Saya sendiri justru lebih fokus menulis dalam keadaan hening, tetapi lebih menikmati podcast atau musik saat melakukan pekerjaan yang sifatnya lebih ringan dan tidak menuntut proses berpikir yang mendalam. Mungkin ada orang yang merasa multitasking membuat aktivitasnya lebih menyenangkan, sementara yang lain justru kesulitan membagi fokus.
Intinya, ketika kita mendengarkan sesuatu sambil beraktivitas, perhatian kita bisa terbagi sehingga isi konten tidak benar-benar disimak dengan baik. Pada akhirnya, kita tidak benar-benar menonton maupun mendengarkan konten yang sedang diputar.
Jadi, sebenarnya apa tujuan kita memutar sebuah video itu?
Apakah memang ingin menikmati konten sebagai hiburan atau sekadar membutuhkan suara di sekitar kita?
Banyak orang yang menonton sebuah konten demi memperoleh hiburan atau melepas penat setelah melalui hari yang melelahkan. Saya pun sering seperti itu. Akan tetapi, pada saat tertentu, terkadang kita juga membutuhkan suara untuk menemani aktivitas di era digital yang selalu ramai, tapi kerap membuat orang merasa kesepian di dunia nyata.
Mungkin karena itulah, kita sering merasa cukup hanya dengan mendengar suara seseorang berbicara, meski tidak benar-benar memperhatikan isi pembicaraannya. Kehadiran suara tersebut seolah menciptakan rasa ditemani, sehingga aktivitas yang tadinya terasa sunyi menjadi sedikit lebih menyenangkan untuk dijalani.
Baca Juga
-
Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang
-
Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang
-
Bikin Senyum-Senyum Sendiri tapi Berujung Luka, Ini 5 Drakor Romantis yang Susah Banget Dilupain!
-
Review The Childe: Film Aksi Menegangkan dengan Akhir yang Tak Terduga
-
Ulasan Film Hear Me: Our Summer: Saat Cinta dan Ketulusan Tak Hanya Butuh Suara
Artikel Terkait
-
Begadang Nonton Bola? Ini 5 Trik Biar Gak Kelihatan Zombie di Kantor
-
Podcast Tiga Dara: Wamenaker Blak-blakan, Sebut Ijazah Sudah Bukan Modal Cari Kerja!
-
Saat Jam Tidur Dilonggarkan: Nostalgia Masa Kecil Menonton Piala Dunia dengan Keluarga
-
Podcast Tiga Dara: Jakarta untuk Perempuan, Sudah Jadi Ruang Aman atau Belum?
-
Jangan Cuma Keripik! Ini 7 Pilihan Camilan Segar untuk Nonton Piala Dunia
Kolom
-
Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan
-
Anggaran MBG Membengkak, Apakah Semua Anak Benar-Benar Membutuhkannya?
-
Bukan Tak Peduli, Ketika Masyarakat Adat Takut Membela Tanahnya Sendiri
-
Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah
-
Mitos Self-Reward Liburan: Healing Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah Hidup
Terkini
-
Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta
-
Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik
-
Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel
-
SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!