Sebagai pencinta drama thriller, saat membaca premis drama The Husband saya menaruh ekspektasi yang cukup tinggi. Setelah menonton dua episode pertama, ternyata ada beberapa hal yang nggak sesuai harapan. Sampai-sampai saya bertanya: apa ekspektasi saya yang terlalu tinggi? Namun, karena baru tayang dua episode, saya belum bisa menyimpulkan apapun saat itu.
Jadi drama The Husband ini bercerita tentang Kang Tae-joo (Namkoong min), seorang ahli bedah syaraf yang rumah tangganya bersama Ko Se-yun (Lee Seol) berada di ambang percerian. Akan tetapi, di saat hubungan keduanya sudah nyaris hancur ini, Se-yun tiba-tiba diculik oleh Noh Man-hee, seorang kriminal yang berkedok direktur akademi. Awalnya penculik meminta uang tebusan ke Tae-joo, tetapi situasi kemudian berubah menjadi teror mematikan. Ketika berupaya menyelamatkan istrinya inilah, Tae-joo justru dijebak sebagai pelaku dan menjadi buronan polisi.
Di episode pertama, kita diperlihatkan gambaran rumah tangga Tae-joo dan Se-yun yang sudah retak. Kalau saya mengamati interaksi keduanya dari awal, mereka tampak seperti pasangan yang banyak menyimpan rahasia satu sama lain. Sebetulnya Tae-joo sudah berusaha mengajak Se-yun bicara dari hati ke hati untuk mempertahankan rumah tangganya. Tapi sepertinya Se-yun merasa kesalahan Tae-joo sudah terlalu besar dan sulit untuk memperlakukan suaminya seperti dulu lagi.
Dan rupanya yang membuat pasangan ini semakin berjarak adalah nasib anak mereka yang tidak selamat di meja operasi, sementara Se-yun belum bisa menerima hal itu dan menganggap semuanya salah Tae-joo yang saat itu tidak ada di sisinya. Melihat mereka kadang membuat saya bertanya: apa seperti ini risiko pasangan dokter? Di satu sisi, Tae-joo memang salah tidak ada di samping istrinya saat anaknya sekarat. Namun, di sisi lain, sebagai dokter ia juga punya tanggung jawab terhadap pasien lainnya dan merasa tidak bisa egois meninggalkan mereka begitu saja, apalagi saat operasi sedang dilakukan. Memang, serba salah jadi Kang Tae-joo di sini.
Cukup tentang hubungan Tae-joo dan Se-yun. Yang paling membuat saya gereget di dua episode pertama adalah karakter Kang Tae-joo. Kebanyakan drama thriller, biasanya menampilkan male lead yang pandai bela diri atau pintar menyusun strategi. Tetapi yang ada di drama The Husband ini, Tae-joo malah tampak agak planga-plongo saat berhadapan dengan penculik istrinya. Belum lagi, dia juga ternyata kurang mahir dalam berkelahi. Makin geregetan pula saya menontonnya.
Selain itu, menurut saya alur drama ini pun berjalan cukup lambat. Sampai episode empat, saya bahkan merasa cerita hanya berputar-putar di pengejaran polisi terhadap Tae-joo. Sebagai penonton, saya cukup kecewa dengan cara polisi menyelidiki kasus ini. Mereka terlalu terpaku pada Tae-joo sebagai tersangka, padahal bukti video di era teknologi sekarang seharusnya masih bisa dipertanyakan keasliannya. Anehnya lagi, mereka tampak tidak menyelidiki orang yang masuk ke rumah Tae-joo ataupun memeriksa CCTV di sekitar lokasi penculikan.
Kemudian ada surprise di akhir episode dua, ada karakter baru yang tiba-tiba muncul di hadapan Tae-joo dan mengaku bahwa dia satu-satunya orang yang tahu Tae-joo bukan dalang penculikan Se-yun. Di media sosial banyak penonton yang mengira dia adalah sosok alter ego Kang Tae-joo. Tapi ternyata bukan, ya, teman-teman. Dia adalah manusia asli, tepatnya mantan polisi yang sangat ingin menangkap Noh Man-hee karena tragedi yang menimpa istrinya beberapa tahun lalu.
Lalu bagaimana nasib Se-yun? Sampai episode empat dia masih hidup dan dikurung di suatu tempat. Rupanya, ia tidak sendirian di sana. Ada korban lain yang juga dikurung di ruangan sebelah. Apakah mereka berdua bisa keluar dari tempat itu dengan selamat? Tentunya pertanyaan itu belum bisa dijawab sekarang.
Saat menonton episode 3 dan 4 kemarin, sejujurnya saya sempat merasa curiga dengan salah satu dokter perempuan di rumah sakit milik ayah Se-yun. Namun, lagi-lagi kecurigaan itu belum bisa dipastikan karena dramanya masih on going. Tapi jujur, kalau alurnya hanya berputar-putar begitu, saya rasa 12 episode terlalu panjang untuk drama The Husband. Meskipun demikian, karena masih tersisa 8 episode, kita lihat saja bagaimana plot drama ini akan berkembang ke depannya.
Baca Juga
-
Tak Sekadar Tempat Tinggal, Ini Arti Rumah dalam Lagu 'Yuk, Pulang' Idgitaf
-
Makin Chaos! Agent Kim Reactivated Episode 3-6 Penuh Aksi dan Plot Twist
-
Budaya 'Kondangan Akademik' Mahasiswa: Bentuk Dukungan atau Tekanan Sosial?
-
Antara Minat, Jurusan, dan Karier: Haruskah Semuanya Selalu Sejalan?
-
Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup? Fenomena Hustle Culture di Kalangan Gen Z
Artikel Terkait
-
Drama Human Vapor, Balas Dendam Manusia Gas Kepada Para Pelaku Bullying
-
Sinopsis Legal Beat: Gyakuten no Houtei, Drama Jepang Terbaru Suzuka Ouji
-
Naoko: Luka Kehilangan Orang Tersayang Dibalut Misteri Tak Masuk Akal
-
Ulasan Reborn Rookie: Menggugat Makna Kepemimpinan Lewat Fantasi Body Swap
-
Drama China Fated Hearts: Dua Musuh Bekerja Sama dalam Satu Misi
Ulasan
-
Drama Human Vapor, Balas Dendam Manusia Gas Kepada Para Pelaku Bullying
-
Membaca Catatan Harian Seorang Mafia Pajak: Antara Kebenaran yang Pahit dan Fiksi yang Terasa Nyata
-
Review Bobae Banjum: Creamy Jjamppong yang Wajib Dicoba Pecinta Makanan Korea
-
Review Film Dhamaal 4: Paket Lengkap Komedi Situasi yang Sangat Menghibur
-
Review Novel Octopus Moon: Kisah Menyentuh tentang Depresi pada Anak
Terkini
-
Tetap Berguna, Ini 8 Fungsi Stadion Piala Dunia 2026 setelah Turnamen Usai
-
Bertahan atau Resign? Dilema yang Menghantui Pekerja di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
-
Variety Show World Dice Tour 4 Tayang Oktober, Sajikan Konsep Festival Film
-
Inggris vs Argentina: Bab Baru Rivalitas atau Pengulangan Sejarah Lama?
-
Membangun Optimisme Tanpa Membungkam: Kritik adalah Bagian Mandat Demokrasi