Moda transportasi umum yang sering kita jumpai di area Jabodetabek sering kali dikaitkan dengan dua kalimat mengerikan, "jadi frozen food" dan "jadi pepes". Dua kalimat ini merujuk pada ungkapan bahwa pengguna transportasi didominasi oleh kelas pekerja. Konteks "frozen food" sendiri merujuk pada pengguna Transjakarta yang sering tertangkap mata sedang melakukan perjalanan dengan kondisi berdiri berhimpitan dalam suasana dinginnya Air Conditioner yang menghasilkan embun di kaca Transjakarta. Sementara "jadi pepes" sendiri diasosiasikan dengan para pengguna KRL yang sering berdesak-desakan dan berhimpitan ketika melakukan perjalanan pulang-pergi.
Fenomena "Pepes" Kelas Pekerja
Dikutip dari penelitian dari Journal of Economics and Business Aseanomics (JEBA) Universitas Yarsi yang dilakukan pada 2017 oleh Nazwirman dan Hulmansyah, Sekitar 64% hingga 92% pengguna KRL didominasi oleh pekerja bergolongan karyawan swasta. Sementara data yang diperoleh dari hasil investigasi Harian Kompas memunjukkan bahwa Pengguna Transjakarta yang berstatus sebagai karyawan atau pekerja swasta mencakup lebih dari 50 persen dari total keseluruhan penumpang harian.
Dari sini, kita bisa mengetahui bahwa fenomena "pepes" hidup ini benar terjadi. Banyak orang yang rela berdesak-desakan demi melakukan perjalanan pulang-pergi dari rumah ke kantor tepat waktu. Terlebih lagi, fenomena ini kian parah jika kita memutuskan untuk melakukan perjalanan di jam-jam sibuk. Jika kita ingin melakukan perjalanan yang terkesan santai, lebih baik melakukan perjalanan di luar jam berangkat dan pulang kerja. Kita bisa menghindari perjalanan di sekitar pukul 05.30 WIB - 08.30 WIB dan 15.30 WIB - 20.30 WIB.
Namun, meski fenomena ini terjadi, nyatanya para "pepes hidup" inilah yang menjadi garda terdepan pelaku pengurang emisi karbon ibu kota akibat penumpukan pengguna kendaraan pribadi.
Dari "Pepes" ke "Calon Pelaku Net Zero Emission yang Sukses"
Menyambut hal ini, Kementrian Perhubungan bersama Suaradotcom, melalui LINTAS (Ngobrolin Transportasi bareng Komunitas) yang diadakan oleh Yoursay, membahas mengenai bagaimana asyik dan serunya melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum.
Acara yang digelar pada Jumat (24/7/2026) ini membahas mengenai bagaimana upaya pemerintah untuk memenuhi target Net Zero Emission di tahun 2060. Kemenhub, melalui pihaknya turut menekankan bahwa upaya ini tak bisa dicapai hanya dengan gerakan dari pemerintah. Aksi ini harus turut dibersamai oleh kesadaran masyarakat akan tingginya kontribusi gas rumah kaca yang kita sumbangkan melalui penggunaan kendaraan pribadi.
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah demi mencapai target ini, di antaranya berbagai promo yang diberikan untuk pengguna transportasi umum dalam bentuk moda transum apapun. Melalui sumbangsih kita sebagai "pepes hidup", kita tanpa sadar sudah perlahan bergerak sebagai garda sebagai pelaku Net Zero Emission yang sukses. Dapat dikatakan sukses karena selain mendukung gerakan Net Zero Emission, kita juga dapat melakukan gaya hidup frugal living dan bijak keuangan dengan menekan budget lewat menurunnya pengeluaran dalam bidang transportasi karena transportasi umum yang kita gunakan cenderung memiliki harga yang relatif terjangkau. Selain dihadiri oleh berbagai anggota komunitas, gerakan ini turut dibersamai oleh kawan-kawan influencer untuk mengkampanyekan penggunaan transportasi umum.
Adanya gerakan #KitaMulaiCaraBaru dengan menggunakan transportasi umum sebagai bagian dari #BijakBermobilitas, dapat menjadikan kita sebagai individu baru yang lebih "hijau" meski hidup di kawasan perkotaan. Jangkauan akses kini turut diperlebar dengan adanya dukungan pemerintah. Sudah sepatutnya gerakan ini kita dukung dengan menekan penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke moda transportasi umum yang terintegrasi.
Tag
Baca Juga
Artikel Terkait
Kolom
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?
-
Menolak Punah: Komunitas Menjadi Benteng Utama Karya Musik dan Buku Indie
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?
-
Ketika Tumpukan Kardus Paket Menjadi Jejak Perilaku Konsumsi Gen Z
Terkini
-
Hasil Piala AFF 2026: Tiga Gol Mitchell Baker Bawa Indonesia Hajar Kamboja
-
Review Buku Navigating Night, Kisah Hangat Keluarga Imigran
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Ulasan Novel Tuan Besar Gatsby: Saat Kekayaan Tak Mampu Membeli Cinta
-
Leave No One Behind Membawa Napas Baru Lewat Aksi Bertema Perdagangan Orang