Sebagai calon mahasiswa baru (maba), tentu suatu hal asing di telinga mereka mengenal seperti apa kondisi dan suasana kampung yang sebenarnya. Pikiran yang polos masih terbawa dengan suasana sekolah dapat saja tetap membekas pada awal-awal masuk di kampus impian.
Tentu dihadapkan pada kondisi yang berbeda terkait dengan kondisi kampus di masa-masa dahulu, mengingat pandemi Covid-19 yang sampai saat ini tak ada habis-habisnya menghantui masyarakat dunia termasuk masyarakat Indonesia. Sehingga kondisi demikian, jelas mempengaruhi pada pola kehidupan manusia termasuk dunia pendidikan yang terpaksa harus menerapkan sistem perkuliahan online (daring).
Sebenarnya perkuliahan secara online tidak hanya bisa menaruh kebosanan pada mahasiswa itu sendiri, tetapi juga dapat menimbulkan depresi pada psikologis mahasiswa. Makanya perlu ada kesadaran untuk melakoni pembelajaran online dengan teguh namun tidak menghilangkan substansi perkuliahan itu sendiri.
Sebagai mahasiswa baru (orang-orang yang baru mengenal dunia kampus), maka perlu kiranya reaktif untuk dapat mengenal jati dirinya sebagai mahasiswa serta dapat mengenal dunia kampus secara utuh. Dengan demikian, bagi mahasiswa baru ada baiknya melakukan hal berikut ini:
1. Perbanyak Kenalan Sama Senior
Memperbanyak teman adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh setiap manusia, begitu pun dengan mahasiwa agar sekiranya dapat menjalin silaturrahmi kepada senior-seniornya. Banyak hal yang dapat dipertanyakan pada senior, mulai dari seperti apa sebenarnya menjadi seorang mahasiswa, mengenal kondisi kampus, sampai pada pertanyaan pengurusan administrasi kampus yang kadang ruwet.
Tentu semua itu dapat ditanyakan sama seniornya sebagai orang yang lebih dahulu masuk kampus. Dengan catatan tidak terpengaruh dengan modus-modusnya senior, karena tidak jarang juga ada senior yang selalu membusungkan dada dalam melakukan aksi modusnya.
2. Kepo Pada Setiap Organisasi
Menjadi seorang mahasiswa tidaklah cukup jika kerjanya hanya mendengarkan ocehan atau ceramah dari dosen saja. Pada dasarnya mahasiswa mesti mampu memperbanyak menambah pengalaman dan pengetahuan dari luar, salah satu wadah yang paling banyak diminati yakni masuk di organisasi kampus.
Melalui organisasi di situ dapat mengasah kemampuan publik speaking, ikut menyumbangkan pendapat dan mengajarkan tentang tanggungjawab. Untuk itu penting bagi mahasiswa baru (maba) setidaknya kepo pada organisasi yang ada di kampus, kira-kira organisasi mana yang paling cocok untuk dimasuki sesuai pada minat serta dapat menjadi wadah dalam mengembangkan potensi.
3. Mulai Merubah Kebiasaan Buruk
Sifat yang bermalas-malasan tidaklah laku lagi di dunia kampus, kalau pun misalnya di sekolah masih disuapi pelajaran, maka di dunia kampus tidaklah seperti itu, justru mahasiswa harus dapat kreatif dan inovatif untuk dapat belajar mandiri. Apabila dahulu di sekolah malas untuk mengerjakan tugas, malas untuk belajar, maka ketika berada di kampus hal itu mesti dilawan untuk berusaha semaksimal mungkin merubah kebiasaan buruk, kalau tidak maka siap-siap saja akan ketinggalan.
4. Tidak Mudah Menafsirkan Sesuatu
Namanya mahasiswa tentu perilakunya pun bisa dikategorikan sebagai orang dewasa. Mungkin ada banyak hal aneh yang dapat dijumpai ketika sudah masuk kuliah, mulai dari perilaku dosen sampai pada mahasiswa yang mendemo dosennya sendiri. Kondisi seperti janganlah sekali-sakali langsung menjastivikasi tanpa memandang secara objektif.
Nah, untuk itulah sebagai seorang mahasiswa mesti mempunyai pemikiran yang kritis, tidak langsung menafsirkan sesuatu berdasarkan apa yang dilihat, akan tetapi perlu ada pengkajian terlebih dahulu untuk mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya.
Baca Juga
-
Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
Artikel Terkait
-
Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah
-
Gelar Tak Jamin Kerja: Mengurai Fenomena 'Kuliah Scam' Anak Muda
-
Kronologis 320 Mahasiswa Meninggal Dapat Dana KIP Rp 2,7 Miliar
-
Kupas Tuntas Kurikulum IB vs Cambridge: Mana yang Lebih Jaminan Lolos Kuliah di Luar Negeri?
-
Mahasiswa Tewas Tertabrak KRL saat Bikin Konten Tugas Kuliah di Ciputat
Lifestyle
-
Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat
-
Lebih Higienis! 4 Pelembap Korea Kemasan Tube Buat Perkuat Skin Barrier
-
5 Alasan Tak Terduga Kenapa Tanganmu Gatal Ingin Terus Buka HP
-
Anti-Kusam! Ini 5 Rekomendasi Skin Tint Lokal yang Bebas Oksidasi
-
Kurang Bersyukur Tidak Menjadi Jawaban atas Persoalan Kesehatan Mental
Terkini
-
Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari
-
Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru
-
Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa
-
Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?
-
Aksi Boikot Raffi Ahmad: Menyoal Efektivitas Cancel Culture di Media Sosial