Senin merupakan salah satu nama hari yang dianggap menjadi sebuah awal, karena berada di nomor satu usai akhir pekan. Namun, keberadaannya sendiri seringkali dikeluhkan oleh banyak orang dengan mengunggah kalimat di media sosial seperti, "Besok senin lagi. Males banget, deh!"
Kira-kira, apa alasannya, ya? Nah, berikut ini 4 alasan mengapa hari Senin kurang disukai oleh kebanyakan orang.
1. Sulit move on dari liburan
Alasan pertama mengapa hari Senin kurang disukai adalah masih banyak dari mereka yang sulit move on dari liburan. Waktu luang seringkali terasa cepat karena seseorang begitu menikmatinya.
Biasanya, jiwa dan tubuh mereka masih ingin bersantai, sehingga mengeluhkan hari Senin yang menjadi awal waktu beraktivitas. Terlebih jika durasi liburan yang panjang, para pekerja mungkin akan sangat malas untuk kembali memulai kegiatan.
2. Memulai kembali pekerjaan
Bekerja memang aktivitas wajib bagi orang dewasa atau yang sudah dilegalkan guna menghidupi segala biaya kebutuhan. Namun, saat bertemu hari Senin, itu artinya sudah harus kembali memulai pekerjaan, maka otomatis membuat mereka enggan menerima kenyataan.
Pasalnya, hampir seluruh pekerjaan memicu stres dan tekanan bagi mereka. Tidak heran jika hari Senin begitu kurang disukai oleh kebanyakan orang, termasuk para karyawan. Namun, mereka tetap menjalani segalanya seperti biasa, meskipun tanpa semangat. Situasi itulah yang disebut dengan profesional dalam hidup.
3. Belum siap menghadapi situasi tertentu
Senin merupakan hari yang menjadi awal untuk melakukan berbagai kegiatan di tiap minggu. Namun, waktu ini seringkali dikeluhkan karena banyak dari mereka yang belum siap menghadapi situasi tertentu.
Misal, saat harus berpisah dengan pasangan atau keluarga yang mengharuskan berhubungan jarak jauh karena sebuah pekerjaan. Mereka merasa sedih begitu sadar besok adalah hari senin, karena sudah waktunya untuk kembali disibukkan dengan aktivitas masing-masing.
4. Jangka waktu menuju akhir pekan cukup lama
Terakhir, alasan hari senin kurang disukai adalah jarak menuju weekend atau akhir pekan yang dianggap lama. Banyak orang merasa tidak memiliki waktu santai yang cukup, sehingga perlu menunggu untuk menikmati libur selanjutnya.
Berbeda dengan jangka dari Minggu ke Senin yang hanya berjarak satu hari saja. Fakta itulah yang membuat mereka mengeluh, karena waktu libur menuju produktif sangat cepat, sedangkan sebaliknya bisa dibilang cukup lama.
Nah, dari keempat alasan di atas, mana yang membuatmu kurang menyukai hari senin? Apakah justru ada poin lainnya yang tidak disebutkan di atas?
Baca Juga
-
Tolak Bahasa Melayu, Warga Malaysia Ini Larang Indonesia Menonton Upin-Ipin
-
5 Alasan Buruk yang Bikin Seseorang Memutuskan untuk Menikah, Bisa Berdampak Negatif
-
5 Pikiran Positif Ini Bisa Muncul saat Berhubungan dengan Pria yang Tepat, Wanita Perlu Tahu
-
5 Manfaat Talas bagi Kesehatan, Salah Satunya Meningkatkan Kekuatan Tulang
-
Jangan Pernah Mau Mengubah 5 Hal Ini hanya Demi Kebahagiaan Pasangan
Artikel Terkait
-
Cara Menghentikan HP Android agar Tidak Melacak Aktivitas secara Diam-diam
-
Menggapai Berkah Ramadan: Manfaat Ibadah dan Kebersamaan di Penghujung Bulan Suci
-
Timnas Indonesia Pulang ke Jakarta, Segera Bersiap Balas Dendam ke Bahrain
-
Kemeriahan Ramadan: Serunya Lomba Islami hingga Late Night Sale Tengah Malam di Deretan Mal Ini
-
10 Aktivitas Seksual yang Sering Bikin Malu, Padahal Tak Masalah
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Mengejutkan! Maarten Paes Kritik Taktik dari Patrick Kluivert di Timnas Indonesia
-
Harga Emas Naik, Alarm Krisis Ekonomi di Depan Mata
-
5 Tips Atasi Lelah setelah Mudik, Biar Energi Balik Secepatnya!
-
Menyelami Isu Gender, Kemanusiaan, dan Sosial Politik dalam Novel Saman
-
Hengkang dari SM Entertainment, Wendy dan Yeri Tetap Jadi Member Red Velvet