Hormon adalah senyawa atau zat kimia yang mempengaruhi berbagai aktivitas tubuh. Salah satunya, mengendalikan suasana hati atau mood. Berikut ini halodoc, hellosehat, dan alodokter menjelaskan 4 jenis hormon yang memiliki peran mengatur suasana hati atau mood. Tidak hanya endorfin saja, lho.
1. Endorfin
Sudah diketahui bahwa endorfin adalah hormon pemicu kebahagiaan yang bekerja mengurangi rasa sakit. Zat kimia ini dihasilkan oleh kelenjar pituari serta sistem saraf pusat manusia.
Selain itu, endorfin mampu memberikan efek tenang, menurunkan stres, melepas hormon seksual, menambah respon sistem imun, dan meningkatkan nafsu makan. Kelebihan jenis satu ini tidak terkonfirmasi adanya bahaya.
Cara memicu endorfin di antaranya mengonsumsi makanan manis (cokelat) atau pedas, melakukan sesuatu yang disukai, serta berolahraga. Saat kekurangan hormon ini, kamu akan terlihat murung, gelisah, dan berbagai gejala depresi lainnya.
2. Serotonin
Serotonin adalah salah satu hormon yang juga mengontrol emosi dan suasana hati. Zat ini bekerja dengan membawa pesan antar sel saraf pada otak. Asalnya diciptakan dari peristiwa biokimia yang disebut dengan istilah hidroksilasetriptofan. Tak hanya di otak, serotonin juga terdapat pada usus, trombosit, dan sistem saraf pusat. Zat kimia ini mengatur perasaan senang sekaligus cemas.
Dilengkapi dengan kemampuan mengendalikan nafsu makan, menyembuhkan luka, mengontrol diri untuk tidur dan bangun, mengeluarkan asupan bebahaya, serta meningkatkan kepadatan tulang.
Kelebihan hormon ini dapat membuatmu terkena sindrom serotonin. Dimana gejalanya akan gemetar, sakit kepala, linglung, merinding, dan mengalami diare. Jika kadarnya rendah, mampu menimbulkan gangguan kesehatan mental, seperti depresi.
3. Dopamin
Selanjutnya, ada dopamin yang merupakan hormon pembawa pesan kimia di otak. Fungsinya membantumu mengingat sesuatu (memori) serta mengontrol gerakan tubuh. Saat dilepaskan dalam jumlah besar, dapat membentuk perasaan senang.
Kemudian, memotivasi seseorang untuk mengulang perilaku tersebut. Beberapa contoh pemicu rasa senang adalah menyantap makanan lezat, melakukan hobi, atau berhubungan intim. Dopamin akan mempengaruhi emosi, kebahagiaan, sakit, dan konsentrasi.
Kekurangan dopamin dapat memicu banyak masalah kesehatan. Mulai dari bergerak lambat, mudah lupa, hingga beragam gejala gangguan mental. Sementara itu, kadarnya yang terlalu tinggi juga membuat seseorang mengalami bipolar atau skizofrenia.
4. Oksitosin
Oksitosin merupakan hormon yang mengatur rasa cinta dalam tubuh. Jumlahnya akan meningkat jika berinteraksi dengan seseorang yang disayangi. Misal, berpelukan hingga berhubungan intim.
Oksitosin memiliki peran pada sistem reproduksi, proses persalinan, menyusui, perilaku, dan interaksi sosial. Jenis ini sering dijuluki sebagai hormon cinta. Keberadaannya dapat memicu kepercayaan, kehangatan, serta sikap ramah dalam hubungan.
Namun, kelebihan oksitosin mampu menyebabkan pembengkakan dan pembesaran prostat. Meskipun tidak berbahaya, namun membuat para pria sulit buang air kecil.
Di sisi lain, jika jumlahnya terlalu rendah juga kurang baik bagi kesehatan. Pengeluaran ASI bisa terhambat dan disebut ada kaitannya dengan kemunculan gejala depresi.
Itulah keempat hormon yang diketahui mampu mempengaruhi mood atau suasana hati. Apakah informasi ini membantu meningkatkan wawasanmu?
Tag
Baca Juga
-
Beri Cinta Lebih dariku by Sena
-
Punya Pengaruh Buruk, Ini 5 Cara Meminimalisir Screen Time pada Balita
-
Rasa Rindu di Balik Sepiring Indomie Goreng yang Sederhana
-
Tolak Bahasa Melayu, Warga Malaysia Ini Larang Indonesia Menonton Upin-Ipin
-
5 Alasan Buruk yang Bikin Seseorang Memutuskan untuk Menikah, Bisa Berdampak Negatif
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Milky Toner Mengandung Ceramide yang Ampuh Perkuat Skin Barrier
-
4 Sunscreen Glycerin untuk Kulit Kering saat Puasa, Tetap Lembap Seharian!
-
4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
-
7 Fitur AI Samsung Galaxy S26 Series, Bikin Hidup Lebih Praktis dan Kreatif
-
5 Takjil Nangka Manis dan Segar untuk Berbuka Puasa
Terkini
-
Membaca Gadis Minimarket: Satire Tajam Tentang Standar Ganda Masyarakat
-
Potret Generasi Sandwich dan Tekanan Finansial Menjelang Hari Raya
-
Di Balik Retorika Perang Narkoba: Ketimpangan Hukum dan Celah Struktural
-
Ramadan dan Kesempatan Kedua: Momentum Reset Diri yang Sering Terlupakan
-
Potret Pengungsi Perang Suriah dalam As Long as the Lemon Trees Grow