Menjadi seorang invisible child atau anak yang tidak dianggap pastinya terasa sangat menyakitkan. Sekeras apapun usaha yang dilakukan tak pernah ada nilainya di mata orang tua. Sebagus apapun prestasi yang tak pernah diakui apalagi dipuji oleh orang tua.
Padahal kamu sudah berusaha sekuat hati dan pikiran. Bahkan mengorbankan kesehatan tubuh hanya untuk membanggakan kedua orang tua dan menunjukkan bahwa kamu berguna. Nyatanya kamu masih sama, selalu tak dianggap.
Sakit memang, apalagi pelakunya adalah orang-orang yang kita sayangi. Seharusnya begitu sebaliknya. Kadang, kita dianggap selalu salah, selalu di nomor duakan sehingga kamu tak pernah mendapatkan perhatian dari kedua orang tua.
Dibanding-bandingkan sudah menjadi makanan sehari-hari, diabaikan, dimarahi, dicurigai, dan semua stigma negatif yang menjadi busanamu sehari-hari di mata orang tua. Mungkin kamu belum menyadari bahwa kamu sedang mengalami hal tersebut. Tapi tak ada salahnya jika kamu berusaha mengenali contoh sederhana apakah kamu termasuk sebagai anak dengan label invisible child atau tidak. Yuk, simak ulasan berikut ya!
1. Setinggi apapun prestasimu, tak akan dianggap
Apakah kamu sering dipuji oleh kedua orang tuamu saat kamu meraih juara kelas, perlombaan, atau prestasi-prestasi lainnya? Apakah orang tuamu mendukung perkembangan akademik dan akademikmu? Apakah mereka tertarik dengan informasi kemenanganmu? Jika tidak, jangan sedih ya!
2. Pendapatmu tidak penting
Kalau kamu selalu menjadi anggota keluarga yang pasif, atau dalam artian tak pernah dilibatkan dalam diskusi keluarga minimal pembahasan sederhana sehari-hari, itu artinya mungkin saja pendapatmu memang tidak diperlukan oleh keluargamu.
3. Pernah ditanya bagaimana perasaanmu?
Apakah keluargamu peduli dengan apa yang kamu rasakan? Apakah mereka mempertimbangkan bagaimana reaksi emosimu ketika mereka memutuskan segala sesuatu tanpa bertanya padamu?
4. Perlakuan berbeda dengan saudara kandung
Jika keluargamu memberikan perlakuan yang berbeda antara kamu dengan saudaramu yang lain, coba deh tanyakan ulang, hal apa saja yang membuat munculnya perlakuan berbeda tersebut.
5. Sudah berusaha mandiri tapi tetap diperlakukan berbeda
Jika kamu sudah bekerja dan membantu keluarga padahal kamu masih perlu untuk dibiayai keluargamu dan sering merasa kesulitan namun keluargamu tetap tak mempedulikanmu, cobalah untuk mencintai dirimu sendiri dan sesekali pergilah berlibur!
Demikian lima hal yang mungkin bisa menandakan bahwa kamu tengah mengalami invisible child. Tetap semangat ya!
Baca Juga
-
Dear HRD, Ini 6 Cara Membangun Lingkungan Kerja yang Positif
-
Kamu Seorang Karyawan? Yuk Kenali 6 Jenis Izin Meninggalkan Pekerjaan ini!
-
Ketahui Waktu Istirahat dan Izin untuk Meninggalkan Pekerjaan Menurut UU Ketenagakerjaan dan Cipta Kerja
-
4 Tantangan yang Harus Dihadapi oleh HRD di Perusahaan, Kamu Harus Siap!
-
5 Tips untuk Mengatasi Overthinking di Kantor, Terapkan Mindfullness!
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Trend 2026 is the New 2016 Viral di TikTok, Gen Z Nostalgia Era Jadul
-
Bocoran Samsung Galaxy S26 Series: Spek Canggih, Bikin Tech Enthusiast Gak Sabar
-
Suzzanna Tantang Danur Saat Lebaran 2026: Duel Calon Ratu Film Horor Indonesia
-
4 Rekomendasi Tablet Dukung SIM Card Paling Worth It di 2026, Harga Terjangkau Mulai Rp 1 Jutaan
-
4 Sunscreen Matcha, Penyelamat untuk Cegah Kulit Kemerahan dan Breakout
Terkini
-
Rilis Foto Profil Baru, AKMU Dirikan Agensi Sendiri Usai Tinggalkan YG
-
Merosotnya Moral Remaja: Benarkah Korban Zaman atau Bukti Kelalaian Kita?
-
Manga Bungo Stray Dogs Umumkan Akhiri Cerita Bagian Pertama di Chapter 130
-
Narasi Perihal Ayah, Menyusuri Duka Kehilangan dari Sudut Pandang Anak
-
Bedah Makna Lagu Bernadya "Kita Buat Menyenangkan": Seni Memaafkan Hal Kecil