Iri adalah suatu perasaan yang tidak bisa ditampik. Meskipun hal tersebut bukanlah hal yang baik. Pada beberapa hal yang ada, kita merasa tidak bisa menerima sisi yang baik dari segala sesuatu yang terjadi. Padahal kalau dipandang dari sisi yang lebih sederhana, tidak ada hal yang tidak bisa untuk diterima.
Lantas, apa saja penyebab seseorang merasa iri dengan orang lain?
1. Cara mendapatkan sesuatu
Kita sering kali merasa iri kepada seseorang melihat dari cara mereka mendapatkan sesuatu. Dalam pandangan kita, orang lain bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan mudah. Padahal, kita saja yang tidak tahu proses di balik itu semua.
Misalnya, ketika melihat tetangga membeli sepeda motor baru. Dalam pandangan kita, mudah sekali tetangga membeli sesuatu yang mahal. Mudah sekali mereka mencari uang. Padahal, kita hanya tidak mengetahui bagaimana mereka berhemat dan bekerja keras untuk mendapatkan segala sesuatu yang mereka inginkan.
2. Cara diterima
Hidup ini tidak terlepas untuk saling berinteraksi dengan orang lain. Entah itu keluarga, teman, maupun tetangga. Seringkali entah dengan alasan apa, kita merasa bahwa cara orang lain diterima oleh banyak orang lainnya terkesan lebih menyenangkan.
Kemudian, kita akan terus berpikir dan merenungi tentang kesalahan yang ada dalam diri kita. Mencoba mencari-carinya yang kemudian menimbulkan perasaan rendah diri dan lebih menutup diri dari orang lain.
Padahal, seringkali hal tersebut disebabkan karena kita yang jarang berbaur, berinteraksi dengan orang lain ketika suasana hati sedang buruk, dan lain sebagainya.
3. Merasa orang lain lebih banyak yang mencintai
Dicintai oleh orang lain adalah hal yang diinginkan semua orang. Makanya tidak jarang beberapa dari kita merasa iri ketika melihat orang lain jauh lebih banyak yang mencintai.
Merasa iri hanya karena jumlah seseorang yang suka, hanya akan menjadikan penyakit hati. Jadi, ketika kamu menjumpai hal yang sama, jangan terlalu dipikirkan. Sekalipun tidak banyak orang yang peduli dengan kehadiranmu, kamu bisa mencintai dirimu sendiri dengan jauh lebih baik.
4. Merasa orang lain jauh lebih baik
Merasa orang lain jauh lebih baik bisa menimbulkan dua perasaan. Yang pertama adalah termotivasi, sedangkan yang kedua adalah merasa iri. Sayangnya, lebih banyak orang merasa iri dengan hal baik yang terjadi pada orang lain.
5. Kurangnya pendekatan diri dengan Tuhan
Seseorang yang memiliki kedekatan yang baik dengan Tuhan akan lebih mensyukuri kehidupan yang sedang ia jalani. Maka dari itu, mereka bisa meminimalisir perasaan iri menjadi perasaan yang diolah dengan lebih baik. Manusia yang memiliki kedekatan yang kurang dengan Tuhannya lebih mudah untuk melihat sesuatu dari segi buruknya saja. Hal tersebut membuat perasaan iri tidak bisa untuk terhindarkan lagi.
Itu dia 5 penyebab perasaan iri bisa timbul dalam hati kita. Semoga kita bisa menyikapinya dengan bijaksana, ya!
Baca Juga
-
5 Dampak Keuangan yang Tidak Transparan: Bom Waktu dalam Rumah Tangga
-
Rumah Besar, Napas yang Sempit
-
Tepuk Sakinah Viral, Tapi Sudahkah Kita Paham Maknanya?
-
Bertemu Diri Kecil Lewat AI: Percakapan yang Tak Pernah Kita Siapkan
-
Dari Flu hingga Leptospirosis: 8 Penyakit Musim Hujan yang Harus Diwaspadai
Artikel Terkait
-
Sering Iri dengan Kehidupan Orang Lain? Coba 4 Tips Ini untuk Mengatasinya
-
3 Hal yang Membuat Seseorang Terburu-buru Menjalin Hubungan dengan Lawan Jenis
-
Doa Terhindar dari Penyakit Ain Sesuai Anjuran Rasulullah SAW, Bacalah Rutin
-
Cara Mencegah Penyakit Ain Pada Bayi, Segera Lindungi Sang Buah Hati!
-
6 Alasan Tidak Perlu Iri dengan Pencapaian Orang Lain, Harus Tetap Fokus!
Lifestyle
-
Long Weekend ke Sukabumi? 5 Spot Seru Dekat Stasiun yang Bisa Kamu Kunjungi
-
Valentine Tanpa Pasangan? Ini 5 Cara Seru Menikmatinya
-
5 Destinasi Wisata Religi Buddha di Kepulauan Riau, Sarat Sejarah dan Spiritualitas
-
Mau Dinner Valentine? Ini 5 Ide OOTD Dress ala Seleb yang Bisa Kamu Sontek
-
Hidangan Imlek Penuh Makna: 5 Makanan Khas yang Identik dengan Imlek
Terkini
-
Sultan Fattah: Perjalanan Hidup Raja Islam Pertama di Tanah Jawa
-
Film Rumah Tanpa Cahaya: Drama Keluarga yang Sederhana dan Menyayat Hati
-
Gen Z Disebut Kalah Cerdas dari Milenial, Efek EdTech di Dunia Pendidikan?
-
Mengenang Penyintas PD II dan Tenggelamnya Gustloff dalam Salt to The Sea
-
Menulis dengan Tanggung Jawab demi Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat