Di kehidupan sosial masyarakat Jepang dikenal beberapa tipe wanita Jepang berdasarkan karakternya. Tipe-tipe tersebut mendeskripsikan wanita dilihat dari perilaku, tindakan dan kepribadian yang mereka terhadap lingkungan. Hal tersebut menunjukkan bagaimana mereka menjalani kehidupan. Kecenderungan ini berkaitan dengan pentingnya harmoni dalam kehidupan masyarakat Jepang di mana ia akan menjadi bagian dari suatu kelompok. Nah, dilansir dari Savvy Tokyo, ini beberapa tipe wanita Jepang dilihat dari kepribadian dan karakter mereka.
Berikut ini 6 tipe wanita Jepang yang umum didengar dalam kehidupan masyarakat.
1. Minato-ku Joshi
Tipe wanita Jepang satu ini kebanyakan berusia awal 20-an yang biasa nongkrong di kawasan Minato, sebuah kawasan elit di Jepang. Kawasan Minato terdiri dari Azabu Jubanm Nishi-Azabu, Aoyama, dan Roppongi. Mereka yang tinggal di kawasan ini adalah orang-orang kelas atas, berpendidikan tinggi, berpenampilan menarik, mapan, dan hanya bergaul dengan orang-orang kelas atas lainnya. Satu-satunya tujuan para Minato-ku Joshi adalah menikah dengan para pria ini dan mendapatkan kehidupan yang baik.
2. Himono-onna
Istilah Himono-onna pertama kali muncul dari seria manga Hotaru no Hikari di mana di dalamnya ada gambaran mengenai tipe wanita yang tidak tertarik pada romansa. Mereka kebanyakan menghabiskan waktu di rumah sendiri, berpakaian piyama sehari-hari, dan hanya menghabiskan waktu dengan rebahan, membaca manga, dan tidur.
Istilah satu ini kemudian menjadi terkenal dan maknanya jadi lebih luas. Sekarang istilah Himono-onna sering dilabelkan pada wanita Jepang yang masih lajang yang kehidupan cintanya kering dan tidak mau repot dengan urusan percintaan atau kencan.
3. Nikushoku-joshi
Nikushoku-joshi secara harfiah berarti gadis karnivora. Ini menunjukkan tipe wanita yang proaktif dalam mengejar romansa. Ia tidak akan takut melakukan pendekatan demi mendapatkan pria yang disukainya. Nah, istilah yang pertama kali dibuat oleh kolumnis Maki Fukasawa di tahun 2006 ini ditujukan kepada wanita yang terbuka secara seksual, agresif dan tidak ragu memulai hubungan resmi.
Istilah ini adalah antonim dari Soshoku-danshi yang artinya pria herbivora di mana mereka tidak agresif dalam mengejar romansa dan banyak menghabiskan waktu dengan teman laki-lakinya dibandingkan perempuan.
4. Yochien-mama
Istilah Yochien-mama menggambarkan wanita yang sudah menikah dengan pria mapan, mempunyai anak dan menjalani kehidupan yang memuaskan. Yochien dalam bahasa Jepang berarti taman kanak-kanak. Jadi, Yochien-mama secara tidak langsung adalah seorang ibu yang biasa mengantarkan anaknya pergi ke taman kanak-kanak. Di Jepang, mengantar anak dipandang sebagai kegiatan yang hanya bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga seutuhnya.
5. Bari-kyari & Yuru-kyari
Dulu hanya ada dua kategori besar untuk menggambarkan wanita, yakni ibu rumah tangga dan wanita karier. Sekarang jumlah wanita karier di Jepang semakin meningkat dan memunculkan istilah baru, yaitu Bari-kyari dan Yuru-kyari. Bari-kyari menggambarkan wanita karier yang kuat, berorientasi pada kesuksesan dan mandiri. Sementara itu Yuru-kyari adalah wanita karier yang santai, tetap mengejar karier tapi juga memperhatikan keluarga, hobi dan kehidupan pribadi mereka.
6. Age-man & Sage-man
Istilah age-man dan sage-man mulai muncul di awal tahun 90-an lewat film Tales of a Golden Geisha. Fiilm tersebut menceritakan tentang seorang geisha yang membawa keberuntungan bagi pria yang menjadi pasangannya. Wanita yang tergolong age-man dan sage-man dinilai bisa membuat pria semakin termotivasi untuk sukses, lancar dalam pekerjaan, dan membantu suaminya di kala menghadapi kesulitan dalam hidup.
So, itu dia beberapa tipe wanita yang kerap disebutkan dalam kehidupan sosial masyarakat jepang. Di antara tipe-tipe di atas, kamu termasuk yang mana?
Baca Juga
-
Krisis Air dan Udara Panas di Cimahi: Cerita dari Lapang Rumput yang Hilang
-
Sisi Gelap Ekonomi Sirkular: Saat Semangat Daur Ulang Warga Kandas karena Pasar
-
Penutupan TPA Sarimukti dan Langkah Kecil yang Bisa Dilakukan di Rumah
-
Saatnya Ganti Provider: Jaringan 5G Stabil Jadi Alasan Netizen Pindah ke XL
-
Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat
Artikel Terkait
-
Kenali 5 Motif Utama Perselingkuhan, Nomor 3 Sering Terjadi
-
5 Keuntungan Menjadi Anak Kos, Tidak Hanya Jadi Mandiri
-
Anggota DPRD Palembang Dipecat Karena Viral Pukul Wanita Dan 4 Berita Menarik Lainnya
-
Tanda Wanita Tertarik dengan Pria, Kenali Sebelum Menyesal
-
Dominasi China di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis
Lifestyle
-
Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog
-
5 HP Android dengan Kamera Bagus untuk Kamu yang Mau Mulai Ngonten
-
Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri
-
4 Milky Toner Korea Bikin Wajah Auto Kenyal, Terhidrasi, dan Cerah Seketika
-
Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian
Terkini
-
Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko
-
Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?
-
Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!
-
Warisan Resep Dapur Ibu
-
Ngeri Banget! Serial Carrie Buktikan Cyberbullying Jauh Lebih Kejam dari Kutukan