Siapa di antara kamu yang di malam harinya diam-diam menangis? Menutup diri dan kembali ceria ketika pagi tiba? Ternyata hal ini gak semata terjadi tanpa sebab, lho! Ada alasan kenapa kamu memilih untuk menghindari orang-orang saat ingin menangis.
1. Malu
Kamu mungkin terlalu malu untuk mengekspresikan diri yang sedang kecewa dengan keadaan. Merasa kedewasaan adalah batas di mana kamu gak bisa dengan bebas menangis dan meluapkan sesak yang membenam dalam dada.
Terlebih, ketika kamu dikenal sebagai orang yang ceria dan terlihat santai di hadapan orang-orang. Alasan ini membuat kamu semakin menutup diri soal kerumitan yang kamu alami.
2. Takut
Gak bisa ditepis, nyatanya selalu ada orang yang menganggap kamu cengeng dan lebay hanya karena suatu masalah. Kamu takut dipandang gak bertanggung jawab dan hanya mengandalkan air mata saat dihadapkan dengan persoalan.
Padahal, perasaan yang kamu rasakan bukan sesuatu yang sepele. Gak ada orang yang betul-betul mengerti apa yang kamu rasakan. Ini salah satu sebab mengapa ada orang yang meremehkan perasaan dan permasalahan yang menimpa dirimu.
3. Diabaikan
Kamu mungkin pernah berada di situasi berat dan orang-orang di sekitar gak mempedulikan kamu. Nampak jelas mereka mengabaikan kamu yang sebenarnya butuh dukungan untuk tetap kuat.
Pada akhirnya, kamu menjauhi orang-orang ketika ingin menangis. Karena menyakitkan ketika orang-orang sekitar hanya menonton keadaanmu yang sulit seolah itu bukan masalah yang berarti.
4. Merasa sendiri
Kamu gak punya tempat untuk pulang dan rehat sejenak dari kerumitan hidup. Gak ada seseorang yang bisa kamu jadikan pegangan ketika kesulitan bangkit lagi. Hanya luntang-lantung sendiri dengan kesedihan dan perasaan kalut yang semakin terasa mencekik.
Ketika menangis, kamu memilih mengasingkan diri dari keramaian orang-orang. Sedihnya, semakin kamu menyendiri, semakin kamu merasa kesepian dan terpuruk.
5. Merasa buruk
Menurutmu, meluapkan kesedihan sama dengan egois. Karena kamu beranggapan bahwa menangis membuat dirimu terlihat seperti 'hanya dirimu yang menderita' padahal ada orang-orang terdekat yang masalahnya mungkin lebih sulit.
Dan akhirnya, kamu memilih menyembunyikan kesedihan karena merasa gak enak dengan orang-orang terdekat. Padahal, semua orang punya cara dan kekuatannya sendiri saat menghadapi masalah. Meluapkan kesedihan itu harus dan wajar.
Menangis adalah proses yang harus dialami semua orang. Karena membiarkannya terus menumpuk dalam diri hanya akan menyiksa dan membuat kamu semakin sulit menjalani hidup. Kamu berhak bersedih.
Baca Juga
-
'Dharma' dari Fanny Soegi, Lagu dengan Bahasa Sansekerta yang Maknanya Dalam
-
Tips Pilih Mukena Tarawih, Tampilan Cantik Tak Menjamin Kenyamanan
-
Terlalu Identik dengan Uang, Amal Jariyah Jadi Disepelekan
-
Nyoblos Jadi Mikir Lagi, Hak Suara Rakyat Miskin Dihargai Rp30.000 Demi Menang
-
Ramadhan Tahun Ini Mau Lebih Baik? Please, Jangan Wacana Doang!
Artikel Terkait
-
5 Teknik Psikoterapi untuk Menangani Gangguan Mental, Ciptakan Coping Mechanism Sehat
-
Gelar Konferensi Pers, Kim Soo-hyun Menangis Bahas Isu Kim Sae-eon
-
Premis Unik, 5 Alasan Drama Korea 'The Divorce Insurance' Wajib Masuk Watchlist!
-
Di Balik Gaun Pengantin, Luka Psikologis Pernikahan Dini
-
Khutbah Idul Fitri yang Menyentuh Hati, Bikin Jemaah Terdiam dan Merenung!
Lifestyle
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
-
5 Serum Vitamin C dengan Formula Stabil, Cerahkan Kulit Tanpa Iritasi!
-
4 Tips Kelola THR, Cara Cerdas Supaya Uang Gak Cepat Habis!
Terkini
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
First Impression Series 'Leap Day': Saat Ulang Tahun Jadi Kutukan Mematikan
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
-
Hadapi Korea Selatan, Timnas Indonesia U-17 Wajib Raih Minimal 1 Poin