Jujur deh, kita semua tentu pernah menunda pekerjaan, bukan? Menunda pekerjaan memang memberikan kebahagiaan tersendiri. Kita bisa rebahan lebih lama, bermain media sosial lebih lama, hingga menonton drama Korea kesukaan lebih lama. Namun, kebahagiaan itu ternyata hanya sementara.
Makin lama kita menunda pekerjaan akan makin banyak pula pekerjaan yang menumpuk. Yang lebih parah lagi, produktivitas kita menjadi makin berkurang, bahkan bisa jadi kita melewatkan kesempatan emas hanya karena kebiasaan menunda-nunda pekerjaan.
Jika dibiarkan, kebiasaan menunda pekerjaan ini tentu akan memberikan dampak tidak baik untuk hidup kita. Oleh karena itu, kita perlu mulai mengidentifikasi alasan kita sering menunda pekerjaan dan mencari solusi atas permasalahan tersebut.
Nah, berikut merupakan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kebiasaan menunda pekerjaan. Simak penjelasannya sampai akhir, ya!
1. Membuat to do list
Cara yang cukup mudah dan banyak dilakukan oleh orang-orang untuk mencegah kebiasaan menunda pekerjaan adalah membuat to do list. Selain daftar pekerjaan yang harus dilakukan, sertakan juga jadwal kapan harus melakukan pekerjaan tersebut. Dengan cara ini, kita bisa melihat lingkup dan timeline pekerjaan yang harus diselesaikan.
2. Komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan
Menunda pekerjaan bisa juga muncul di tengah-tengah. Keinginan menunda pekerjaan ini biasanya muncul ketika kita merasa kesulitan dan terlalu lelah melakukan pekerjaan tersebut. Berdalih ingin istirahat sebentar, biasanya kita menjadi lupa waktu dan berpikiran untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut di lain waktu. Memiliki komitmen kepada diri sendiri untuk segera menyelesaikan pekerjaan bisa menjadi jawaban untuk mengatasi masalah ini.
3. Buat deadline kerja sendiri
Kita seringkali menunda pekerjaan hanya karena deadline-nya masih lama. Alhasil, setelah mepet deadline, kita belum memulai apapun, sedangkan pekerjaan terus bertambah. Untuk mengatasi hal ini, kita bisa membuat deadline palsu untuk tiap-tiap pekerjaan. Dengan membuat deadline kerja sendiri ini, akan memotivasi kita untuk segera menyelesaikan pekerjaan.
4. Hindari Distraksi
Kebiasaan menunda pekerjaan bisa jadi disebabkan karena adanya gangguan dari luar, sehingga membuat kita sulit untuk berkonsentrasi. Gangguan yang paling sering kita temui adalah gangguan dari ponsel. Untuk mengatasinya, jika pekerjaan yang kamu lakukan tidak membutuhkan ponsel, lebih baik matikan atau jauhkan dulu ponsel tersebut dari jangkauan kita.
Itulah 4 cara yang bisa dicoba agar menunda pekerjaan tidak menjadi kebiasaan.
Baca Juga
-
Adu Jurus Purbaya VS Luhut: Polemik Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung
-
Gawai, AI, dan Jerat Adiksi Digital yang Mengancam Generasi Indonesia
-
Married to the Idea: Relevankah Pernikahan untuk Generasi Sekarang?
-
Rangga dan Cinta Bukan Sekuel, Tapi Reinkarnasi Romansa Ikonik AADC
-
Pegawai Melimpah, Kinerja Seret: Potret Ironi Birokrasi Kita
Artikel Terkait
-
4 Hal yang Perlu Kamu Terapkan agar Bisa Naik Jabatan
-
Karier Langsung Merosot Gegara Kasus KDRT ke Lesti Kejora, Netizen Kini Singgung Pekerjaan Masa Lalu Rizky Billar
-
Stres Bekerja Bisa Picu Gangguan Depresi, Psikiater Sarankan Ganti Rutinitas
-
4 Cara Meningkatkan Efisiensi Kerja, Buat Jadwal!
-
3 Keuntungan Menyelesaikan Pekerjaan dengan Segera Tanpa Menundanya
Lifestyle
-
Laptop Asus ROG Zephyrus G14, Senjata Baru Gamer dan Content Creator Profesional
-
5 Tips Jitu Memilih Pelembap Wajah yang Pas untuk Hasil Lembap Optimal
-
Jangan Cuma Rendang! Sulap Daging Kurban Jadi 4 Hidangan Nusantara yang Lebih Menggoda
-
Cari HP dengan Kamera Terbaik 2026? Ini 3 Pilihan Flagship yang Setara Kamera iPhone!
-
Sebelum Beli, Yuk Simak 5 Tips Menemukan Serum Wajah yang Pas untukmu!
Terkini
-
Daredevil: Born Again Season 2, Perpaduan Sempurna Aksi dan Cerita Politik!
-
Status Kim Soo Hyun Terbukti Bersih, Mengapa Netizen Masih Ogah Percaya?
-
Membaca Al-Asbun Karya Pidi Baiq: Ketika Keisengan Menjelma Filosofi Hidup
-
Penebusan Dosa Sang Mantan Pecandu: Review Jujur Serial Fantasi Epik 'Agent from Above'
-
Dilema Kaum Rebahan di Tengah Gejolak Ekonomi: Chill atau Mulai Bergerak?