Komunikasi merupakan hal penting dalam setiap hubungan. Cara kita berkomunikasi dengan orang lain, seperti rekan kerja, teman, keluarga, ataupun klien akan ikut menentukan kesuksesan di masa depan. Saat komunikasi kita dinilai baik oleh orang lain, akan mudah bagi kita untuk menjalin relasi seluas-luasnya.
Sebaliknya saat komunikasi kita dinilai buruk, maka sulit bagi diri kita untuk berkembang dan usaha dalam menggapai kesuksesan pun akan ikut terhambat. Nah di artikel kali ini kita akan membahas tentang berbagai tips untuk memperbaiki caramu berkomunikasi dengan orang lain. Berikut lima diantaranya.
1. Atur Intonasi
Saat kita sedang berbicara dengan seseorang, intonasi yang kita berikan harus sesuai dengan makna yang dimaksudkan. Misalnya saat kita ingin memberikan perintah, mengajak, ataupun sekadar mengobrol biasa, maka intonasi yang digunakan harus tepat agar tidak membuat bingung lawan bicara.
2. Pemilihan Kata yang Tepat
Kita wajib memilih kata yang tepat saat berkomunikasi dengan seseorang dengan mengikuti situasi dan kondisi yang terjadi pada saat itu. Misalnya saat sedang berkomunikasi dengan atasan ataupun klien bisnis, gunakanlah kata-kata formal agar dinilai profesional.
Ketika kita sedang berkomunikasi dengan orang yang lebih tua, pilihlah kata-kata yang menjunjung tinggi sopan santun untuk menghormati mereka. Hindari penggunaan kata-kata kasar yang dapat menyinggung perasaan orang lain serta membuat kita dinilai buruk.
3. Bertanya dan Menyampaikan
Jangan selalu memendam apa yang kita rasakan kepada orang lain. Belajarlah untuk bertanya dan menyampaikan setiap hal yang mengganjal agar kamu mengerti tentang apa langkah yang harus kamu ambil selanjutnya. Berdiam diri tidak akan menyelesaikan apapun. Justru akan membuatmu tidak diperhitungkan oleh orang lain.
4. Pilih Waktu yang Tepat
Tidak semua hal bisa kamu komunikasikan setiap waktu dengan orang lain. Kamu perlu memilih waktu yang tepat dan melihat situasi dan kondisinya. Misalnya saat kamu melihat teman sedang bersedih, namun ada yang ingin kamu bicarakan dengannya, maka kamu harus menunda hal itu terlebih dahulu. Kamu perlu menunjukkan sikap empati kepada setiap orang yang berhubungan denganmu.
5. Menurunkan Ego
Jangan mengandalkan ego saat kita berkomunikasi dengan seseorang. Misalnya saat seseorang sedang berbagi cerita dengamu, maka kamu wajib menjadi pendengar yang baik sebelum ikut berbagi cerita dengannya. Ingatlah bahwa di dalam hidup ini bukan hanya tentang kamu saja.
Orang lain juga berhak untuk membagikan pengalaman dan kisah hidup mereka. Siapa tahu hal itu dapat memberikan motivasi untuk dirimu nantinya.
Itulah tadi lima tips untuk memperbaiki caramu berkomunikasi dengan orang lain. Semoga bermanfaat!
Baca Juga
-
6 Penyebab Penis Berdarah yang Perlu Anda Waspadai, Pernah Mengalaminya?
-
6 Penyebab Mata Kaki Bengkak, Mulai dari Cedera hingga Penyakit Ginjal
-
Catat! Ini 4 Posisi Tidur yang Dianjurkan bagi Ibu Hamil
-
Jangan Anggap Remeh, Ini 5 Dampak Negatif Telat Makan bagi Kesehatan
-
5 Manfaat dan Aturan Penggunaan Minyak Ikan untuk Kucing
Artikel Terkait
-
Ingin Sukses Berkarir? Ini 3 Tipe Teman yang Patut Kamu Miliki Menurut Ahli
-
Inilah 4 Pernyataan Toxic pada Diri Sendiri yang Wajib Dihindari
-
3 Upaya yang Dapat Dilakukan untuk Mengasah Kepekaan dan Empati
-
5 Tantangan Besar yang Sering Dihadapi Remaja, Sudah Tahu?
-
Kebocoran Data Kini Bisa Diberikan Sanksi
Lifestyle
-
3 Tablet Android Terjangkau dengan Spek Menarik di Bawah Rp5 Juta
-
4 Pelembab Pomegranate Kaya Antioksidan untuk Kulit Glowing dan Kencang
-
Nubia Neo 3 GT 5G Hadir Bawa RAM Lebih Besar, Jadi HP Gaming Entry Level
-
Rezeki Nomplok di Depan Mata, 3 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan Besar di 2026
-
4 OOTD Layering Ala Bae In Hyuk, Minimalis tapi Tetap Fashionable
Terkini
-
Buku Pesan Cinta untuk Diriku: Sumber Cinta Terbesar Ada di Dalam Diri
-
Belajar dari Pengalaman, Alex Marquez Siap Raih Titel Juara Dunia Musim Ini
-
Review Lift: Film Thriller Lokal dengan Akting yang Menarik dan Emosional
-
Bunga Sartika Mundur Usai Polemik Spill Skincare, Tasya Farasya Disalahkan?
-
Ketika Seragam Mengaburkan Empati: Tragedi Tual dan Psikologi Kekuasaan