Generasi strawberry yang dikenal memiliki bayak ide dan gagasan cemerlang dan jauh lebih maju daripada generasi sebelumnya ternyata juga memiliki sisi negatif yang sangat disayangkan. Kira-kira apa saja sisi negatifnya? Yuk simak ulasan berikut ini!
1. Mudah rapuh dan menyerah
Sisi negatif yang pertama adalah mudah rapuh dan menyerah. Generasi ini memang memiliki semangat yang tinggi dalam bekerja, akan tetapi ketika mereka dihadapkan pada tekanan pekerjaan, mereka cenderung tidak bisa mentolerir tekanan tersebut. Alhasil mereka pun cenderung kurang tahan banting dan mudah menyerah jika mendapat tekanan lebih. Akhirnya, resign adalah jalan ninjanya walaupun mereka baru bekerja dalam waktu yang singkat.
Hal ini tentunya akan sangat merugikan perusahaan karena mereka harus mengeluarkan banyak biaya untuk menyebar lamaran ulang, merekrut orang baru, dan melakukan pelatihan. Selain itu juga membuat perusahaan bekerja dua kali.
2. Kurang bertanggungjawab
Ciri berikutnya adalah mereka merupakan sosok yang kurang bertanggungjawab dan memilih melimpahkan masalah yang diciptakannya kepada orang lain sehingga orang lainlah yang akan membereskannya. Duh, ngeselin ya!
3. Tidak memiliki pemahaman kapasitas diri yang realistis
Hal ini dapat ditemui dalam proses perekrutan karyawan baru. Pada saat negosiasi gaji, tak jarang HRD menemukan generasi ini meminta gaji yang cukup tinggi tanpa mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan apa yang mereka miliki untuk ayak digaji dengan nominal yang mereka minta.
4. Harapan yang kurang realistis
Ketika generasi ini sudah mendapatkan pekerjaan, mereka cenderung lamban dalam menyelesaikan pekerjaan dan egois, serta sombong. Namun mereka memiliki keinginan dan harapan yang menurutnya harus segera dipenuhi, misal kenaikan gaji dan tunjangan yang mereka dapatkan. Padahal kinerja mereka belum tentu layak untuk mendapatkan kenaikan gaji apalagi tunjangan.
Itulah 4 ciri atau sisi negatif dari generasi strawberi yang seringkali ditemui di dunia kerja. Agar kita tidak menjadi generasi seperti itu, alangkah baiknya agar kita terus meningkatkan kemampuan yang kita miliki sehingga layak untuk mendapatkan gaji dan apresiasi atas pekerjaan tersebut. Semoga artikel ini bermanfaat ya!
Video yang mungkin Anda suka
Baca Juga
-
Dear HRD, Ini 6 Cara Membangun Lingkungan Kerja yang Positif
-
Kamu Seorang Karyawan? Yuk Kenali 6 Jenis Izin Meninggalkan Pekerjaan ini!
-
Ketahui Waktu Istirahat dan Izin untuk Meninggalkan Pekerjaan Menurut UU Ketenagakerjaan dan Cipta Kerja
-
4 Tantangan yang Harus Dihadapi oleh HRD di Perusahaan, Kamu Harus Siap!
-
5 Tips untuk Mengatasi Overthinking di Kantor, Terapkan Mindfullness!
Artikel Terkait
-
5 Cara Uang Bekerja, Pahami Sebelum Makin Buntung
-
Warga Kepri Jadi Korban Penipuan, Ini Tips Mengetahui Lowongan Kerja Resmi di Luar Negeri
-
4 Keunggulan Generasi Strawberry yang Patut untuk Dikembangkan
-
4 Cara agar Kamu Tidak Menjadi Generasi Strawberry yang Mudah Rapuh
-
Yamaha Fazzio Hybrid - Connected Touring Sumpah Pemuda di Berbagai Kota Indonesia Buktikan Semangat Generasi Muda
Lifestyle
-
Bocoran Samsung Galaxy S26 Series: Spek Canggih, Bikin Tech Enthusiast Gak Sabar
-
Suzzanna Tantang Danur Saat Lebaran 2026: Duel Calon Ratu Film Horor Indonesia
-
4 Rekomendasi Tablet Dukung SIM Card Paling Worth It di 2026, Harga Terjangkau Mulai Rp 1 Jutaan
-
4 Sunscreen Matcha, Penyelamat untuk Cegah Kulit Kemerahan dan Breakout
-
Huawei Nova 14 Pro Resmi Rilis di Indonesia: Andalkan Kamera Ultra Chroma, Harga Mulai Rp 8 Jutaan
Terkini
-
Dokumen Jeffrey Epstein Sebut Nama Donald Trump dan Bill Clinton, Apa Kasusnya?
-
Dear Ivar Jenner, Meskipun Tak Miliki Klub, Tolong Jadikan Liga Indonesia sebagai Opsi Terakhir!
-
Review Buku 'Tahun Penuh Gulma': Suara Masyarakat Adat Melawan Rakusnya Korporasi
-
Meninggalkan Dunia Nyaman Demi Kebebasan Sejati: Menyelami Kisah 'Into The Wild'
-
Film Kuyank: Prekuel Saranjana yang Penuh Misteri Gelap!