Bicara soal dewasa, mungkin gak sedikit orang akan terlintas dalam pikirannya kalau orang dewasa itu dilihat dari segi umurnya. Tetapi sebenarnya, orang dewasa itu gak melulu dilihat dari umurnya saja. Bahkan ada orang yang mengatakan kalau orang yang sudah tua umurnya itu belum tentu sudah dewasa mentalnya.
Orang dikatakan dewasa perlu untuk melihat aspek-aspek lain, seperti aspek emosional. Dalam teorinya Gordon Allport (1961), disebutkan setidaknya ada empat tanda orang itu dewasa secara psikologis seperti disadur dari akun instagram @mudahbergaul.
1. Bisa menerima dirinya sendiri secara utuh
Penting bagi kita ketahui dan sadari bahwa setiap orang itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pada kondisi itulah, kita patut menggali kelebihan dan kekurangan yang kita punya. Dilain pihak, orang yang sudah dewasa akan bisa menerima segala kekurangan, kenyataan-kenyataan pahit dalam hidupnya, dan masa lalu kelamnya. Itu semua akan dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk bisa menjadi lebih baik, bukan malah terburuk jika merasakan kondisi demikian itu.
BACA JUGA: Beda dengan Series Kupu Malam, Ini 10 Potret Mesra Lukman Sardi Bareng Istrinya yang Cantik
2. Punya kematangan emosi
Sudah bisa kontrol emosi, hati-hati dalam bertindak kalau lagi emosian, dan tahu apa saja emosi-emosi yang lagi terjadi pada dirinya sendiri. Pengetahuan semacam ini tentang emosi penting bagi kita miliki agar rasa penyesalan itu gak selalu datang menghantui dalam kehidupan kita. Di samping itu juga, orang yang memiliki kematangan emosi tentu akan bisa membangun hubungan emosional pada orang lain dengan baik dan bisa bertahan kuat dalam menghadapi tantangan hidup yang terjadi pada dirinya.
3. Gak asal ambil keputusan
Keputusan-keputusan yang kamu ambil bukanlah karena emosi sesaat atau keinginan semata. Tetapi karena memang kamu tahu bahwa hal tersebut adalah keputusan yang terbaik buat diri kamu sendiri. Inilah salah satu yang membedakan orang yang memiliki kedewasaan berpikir dengan yang tidak. Artinya orang yang memiliki kedewasaan mampu melihat peluang-peluang dan resiko-resiko yang mungkin bisa terjadi dalam kehidupannya.
4. Bertanggungjawab
Tanda selanjutnya kalau orang sudah dewasa tentu memiliki rasa tanggungjawab yang baik. Tanggungjawab menjadi jati diri manusia yang harus dipegang teguh, orang yang gak mampu atau lari dari tanggungjawab, bisa saja dikatakan kalau orang tersebut mengurangi jati dirinya sebagai manusia. Artinya orang yang dewasa akan selalu bisa bertanggungjawab sama apa yang sudah dilakukannya, baik itu terkait dengan kesalahan-kesalahan ataupun keputusan-keputusan yang sudah diambil.
Nah, itulah tanda kalau orang sudah dewasa secara psikologis. Tips yang mungkin bisa dilakukan agar bisa dewasa secara psikologis, yaitu belajar kenali dan bedakan emosi apa yang kamu rasakan setiap harinya, cari cara ternyaman kamu buat kendalikan emosi yang gak merugikan orang lain, dan belajarlah untuk menerima segala yang terjadi dalam hidup kamu dengan ikhlas.
Video yang Mungkin Anda Suka.
Baca Juga
-
Mengapa Kampus Lebih Sibuk Kejar Akreditasi daripada Jaga Nyawa Mahasiswa?
-
Gen Z, Kopi, dan Mundurnya Alkohol dari Panggung Pergaulan
-
WNA Rasis di Medsos: Bisa Nggak Sih Dijerat Hukum Indonesia?
-
Miskin Itu Bukan Takdir, Tapi Warisan yang Lupa Ditolak
-
Generasi Sigma 2026: Anak Bayi yang Sudah Ditunggu Algoritma
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Stop Tambah Limbah Tekstil! Cara Cerdas Sulap Gamis Lama Jadi Outfit Baru
-
Wajib Punya! 5 Body Serum Bikin Kulit Glowing Maksimal Sambut Hari Raya Idulfitri
-
Guncang Pasar Laptop! Apple Rilis MacBook Neo Dibanderol Harga Rp 10 Jutaan
-
Puasa Seharusnya Sederhana, Kenapa Konsumsi Justru Meningkat?
-
4 Ide OOTD Street Style ala Yunho ATEEZ yang Buat Look Kamu Makin Cool
Terkini
-
Dibintangi Ahn Hyo Seop dan Chae Won Bin, 'Sold Out on You' akan Tayang April
-
Ikonik dan Langka: Ducati Panigale V4 Lamborghini Pertama di Indonesia
-
"Hidup Hanya Menunda Kekalahan": Jejak Filosofis Chairil Anwar dalam Aransemen Musik Banda Neira
-
Menelisik Satir Horor yang Unik meski Nggak Sempurna dalam Film Setan Alas!
-
Politik Pembangunan dan Marginalisasi Warga Pesisir dalam Si Anak Badai