
Energi menjadi vital penting dalam tubuh manusia, energi sebagai kekuatan yang dibutuhkan manusia untuk melakukan aktivitas sehari-hari, baik itu secara fisik maupun mental.
Namun, seringkali kita merasa lelah dan tidak bersemangat dalam beraktivitas, hal itu tentu menjadi perusak energi. Ada banyak faktor yang dapat merusak energi, dan itu perlu kamu ketahui demi kehidupan yang lebih baik.
Energi dalam diri tidak hanya soal fisik, tetapi juga menyangkut soal mental dan emosional. Apabila energi dalam diri seseorang sehat dan berimbang itu bisa saja membuat bahagia, tenang, dan lebih fokus pada kegiatan yang akan dijalani.
Untuk itu penting kiranya seseorang menjaga energinya agar tetap stabil sehingga lebih bersemangat menjalani aktivitas. Namun, menjaga energi agar tetap stabil penting kiranya kita mengetahui motif yang dapat merusaknya seperti disadur dari akun instagram @animolife.
1. Kerja namun lupa istirahat
Penting disadari bahwa otak tidak diciptakan bekerja selama 24 jam tanpa henti, apabila memaksakan otak untuk terus bekerja tanpa istirahat bisa saja akan membuat tubuh kelelahan. Kelelahan yang berlebihan tentu dapat menghilangkan konsentrasi, akhirnya pekerjaan pun akan berantakan.
Hal yang bisa kamu lakukan stop bekerja 2 jam sebelum tidur, maksimalkan waktu istirahat dan lakukan aktivitas yang bisa membuat kamu rileks.
2. Kebanyakan duduk
Posisi duduk yang tidak baik dengan membungkuk bisa membuat punggung sakit dan akan merasa lelah. Posisi duduk yang tidak baik dapat menghambat aliran darah, termasuk ke otak. Apabila aktivitas kamu kebanyakan duduk saat bekerja, cobalah lebih banyak bergerak, bisa dengan berdiri, jalan-jalan, dan lakukan sedikit peregangan pada tubuh.
BACA JUGA: Simak 10 Hal Penting Ini agar Mudik Lebaran Naik Mobil Tetap Nyaman
3. Tidur dengan lampu menyala
Lampu bisa saja memberikan sinyal ke tubuh dan otak kita untuk menjadi lebih aktif, sehingga menyebabkan susah tidur.
Tidur yang tidak nyenyak dapat membuat tubuh dan otak merasa lelah di pagi hari, sehingga konsentrasi terganggu saat bekerja. Jadi baiknya saat tidur agar mematikan lampu, selain agar tubuh bisa nyenyak tidur juga menghemat listrik.
4. Kurang minum air
75% otak kita itu isinya air. Jadi wajar saja loyo jika kekurangan air. Kekurangan minum air dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat berpengaruh pada gejala tubuh, seperti pusing, haus berlebihan, lelah, mulut kering, dan lain sebagainya.
Nah, itulah empat hal yang dapat merusak energi yang patut kamu hindari. Jadi, cobalah untuk menjaga energi kamu agar tetap stabil, sehingga konsentrasi kamu bekerja berjalan lancar, dan hasilnya pun bisa kamu gapai dengan baik.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Hari Raya Idul Fitri, Memaknai Lebaran dalam Kebersamaan dan Keberagaman
-
Lebaran dan Media Sosial, Medium Silaturahmi di Era Digital
-
Ketupat Lebaran: Ikon Kuliner yang Tak Lekang oleh Waktu
-
Dari Ruang Kelas ke Panggung Politik: Peran Taman Siswa dalam Membentuk Identitas Bangsa
-
Menelisik Sosok Ki Hajar Dewantara, Pendidikan sebagai Senjata Perlawanan
Artikel Terkait
-
Cara Menghentikan HP Android agar Tidak Melacak Aktivitas secara Diam-diam
-
Menggapai Berkah Ramadan: Manfaat Ibadah dan Kebersamaan di Penghujung Bulan Suci
-
Tragis! "Ratu Fitness" Meninggal Mendadak, Minuman Energi Jadi Tersangka?
-
Pertamina Pastikan Ketersediaan dan Kelancaran Distribusi Energi pada Idulfitri 2025
-
Dirut Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi Jatimbalinus Saat Tinjau Satgas di Surabaya
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?