Sering kali kita kesulitan untuk recall informasi yang disimpan dalam memori. Lupa adalah manusiawi. Kendati demikian, menghilangkan lupa adalah suatu hal yang mustahil. Mengurangi proses terjadinya lupa adalah hal yang paling masuk akal untuk diterapkan.
Dalam psikologi belajar banyak hal yang dibahas terkait dengan pemrosesan informasi. Dalam kognitif manusia banyak sekali menyimpan informasi baru sehingga terkadang banyak informasi lama direpresikan sehingga sulit untuk diingat kembali.
Banyak kiat yang dapat dicoba dalam upaya mengurangi terjadinya lupa. Salah satu teori yang membahas tentang ini adalah dari Muhibbin Syah (1999) mengemukakan cara yang dapat kamu lakukan. Berikut penjelasannya.
1. Overlearning
Overlearning atau belajar melebihi batas yang dibutuhkan sangat membantu dalam mengingat informasi jangka panjang. Upaya dalam belajar yang melebihi batas penguasaan dasar atas informasi tertentu. Contoh saat penglafalan teks Pancasila selalu diulang saat upacara setiap hari senin, sehingga belajar untuk mengingat dengan waktu yang lebih banyak akan lebih mudah menyimpan informasi ke memori jangka panjang.
2. Extra Study Time
Cara selanjutnya adalah memberikan waktu tambahan waktu untuk mempelajari materi, melebihi waktu yang biasanya dihabiskan untuk belajar, agar dapat memahami dan mengingat materi dengan lebih baik.
BACA JUGA: Mengenali Perkembangan Sustainable Fashion: Solusi untuk Ramah Lingkungan
Seperti namanya, extra study time adalah waktu yang "extra" yang diberikan untuk membantu proses belajar menjadi lebih efektif. Misalnya, dari sekali sehari menjadi dua kali sehari. Kiat ini terbukti ampuh karena akibat pengulangan yang intens
3. Mnemonic Device
Mnemonic atau teknik mengingat juga bisa sangat berguna, teknik ini harus dikaitkan dengan sesuatu yang bermakna dalam mengingat. Seperti membuat akronim atau mengeja kata-kata, rima suara maupun dalam bentuk singkatan dengan cara yang unik agar lebih mudah diingat.
4. Pengelompokkan
Strategi pengelompokkan atau pembagian informasi menjadi kelompok-kelompok kecil yang ditata ulang setiap materi secara logis dengan memiliki signifikansi dan lafal yang sama atau bahkan mirip
5. Distributed Practice
Terakhir, lawan latihan berbagi (distributed practice) kiat ini mendorong untuk belajar dengan tergesa-gesa (cramming). Pada praktiknya strategi ini didorong dengan berpikir dan belajar dengan melakukan latihan-latihan dengan alokasi waktu yang singkat atau melakukan praktik yang melibatkan orang lain juga dapat membantu karena kita cenderung lebih mudah mengingat informasi yang terkait dengan interaksi sosial dan pengalaman bersama.
Itulah 5 kiat mengurangi lupa, meskipun suatu hal yang manusiawi tetapi bisa diusahakan untuk mengingat dengan metode di atas. Semoga bermanfaat.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tim PPK Ath-thobib Universitas Jambi Ubah Rumah Terlantar Jadi Wadah Ekspansi Anti-Stunting
-
Resmi! Tim PPK Ormawa Opening Program STARLING Guna Turunkan Risiko Stunting
-
Kompak! Mahasiswa Universitas Jambi dan Warga Legok Beraksi Goro Toga Tangkul
-
Cegah Stunting: Penyuluhan Stunting dan PHBS Disambut Antusias Warga Legok Jambi
-
Begini Kata Mantan Direktur WHO tentang Pandemi di Seminar Internasional FKIK UNJA
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Jangan Bolak-balik Servis, Ini 5 Tanda Sudah Waktunya Kamu Ganti Laptop Baru
-
Serbaguna! 5 Pelembap Wajah dan Tubuh Ampuh Mengunci Kelembapan Kulit
-
Maba Wajib Tahu! 5 Tata Krama Biar Nggak Kena Culture Shock di Jogja
-
Bikin Skill Jadi Cuan: 5 Side Hustle yang Cocok untuk Mahasiswa dan Pekerja Muda
-
Spek Vivo V80 Lite 5G Terungkap, Performa Dimensity 7360-Turbo Jadi Andalan
Terkini
-
Gabung Grup Maut AVC Women's 2026, Begini Peluang Timnas Voli Putri Indonesia
-
Kritik Manis PAW Patrol: The Dino Movie: Kenapa Anak-anak Harus Selalu Terlihat Berguna?
-
Yel-yel Regu Tulip di Jamnas 2026 Viral, Ghea Indrawari Nyanyikan Live!
-
Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?
-
The Magician's Nephew: Menelusuri Penciptaan dan Asal Mula Dunia Narnia