Alter ego didefinisikan sebagai karakter atau identitas lain pada diri seseorang yang secara sadar dibentuk agar memudahkannya dalam menjalani situasi tertentu. Karakter tersebut merupakan gambaran ideal tentang diri mereka yang tidak bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, kepribadian lain ini mungkin masih memiliki kesamaan dengan kepribadian utama seseorang.
Misalnya saat Anda mempunyai kepribadian utama yang pemalu dan takut berinteraksi dengan orang lain. Namun ketika ditunjuk sebagai seorang pemimpin dalam suatu kelompok maka alter ego Anda sebagai sosok pemberani dan bijaksana akan muncul menggantikan karakter pemalu tersebut.
Hingga saat ini alter ego tidak diklasifikasikan sebagai gangguan mental selama Anda bisa mengendalikannya. Terlebih jika alter ego tersebut bisa memberikan dampak yang positif pada diri Anda. Nah di artikel kali ini kita akan membahas tentang beberapa cara untuk mengendalikan alter ego, berikut tiga diantaranya.
1. Pilih Karakter yang Tepat
Perasaan insecure atas kepribadian utama yang dimiliki oleh seseorang menjadi pemicu timbulnya alter ego ini. Ketika Anda ingin membentuk sebuah kepribadian lain maka pikirkan terlebih dahulu seperti apa sosok yang Anda inginkan.
Disamping itu, Anda juga perlu mempertimbangkan sikap dan perilaku yang ingin ditunjukkan kepada orang lain nantinya. Hal ini berguna untuk mengontrol alter ego yang diciptakan.
Pilihlah karakter yang cocok dengan apa yang Anda harapkan. Misalnya alter ego Anda adalah sosok yang karismatik, cerdas, tegas, dan bijaksana. Inspirasi karakter alter ego bisa diambil dari tokoh-tokoh film, orang paling berpengaruh, ataupun sosok ciptaan imajinasi Anda sendiri.
BACA JUGA: 5 Dampak Negatif Terlalu sering Menonton Video Durasi Pendek pada Otak Kita
2. Mengenali Alter Ego Lebih dalam Lagi
Luangkan waktu Anda untuk lebih mengenal alter ego yang telah dibuat sebelumnya. Cari tahu bagaimana sosok tersebut akan berpikir, berbicara, dan bertindak. Hal ini penting dilakukan, sehingga Anda bisa menggunakan alter ego secara tepat sesuai kebutuhan. Sebab, sifat-sifat yang dimiliki alter ego biasanya tidak selalu Anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, cari tahu pula kelemahan pribadi yang tidak bisa Anda atasi. Lalu temukan alternatif apa yang bisa dilakukan lewat alter ego. Dengan begitu, alter ego bisa menekan kelemahan dan menunjukkan kekuatan kita sehingga alter ego bisa dikendalikan dengan baik.
3. Tunjukkan Alter Ego Anda
Beri kesempatan pada alter ego untuk keluar menghadapi situasi yang tidak bisa diselesaikan oleh kepribadian utama Anda. Tempatkan pada posisi karakter yang sudah Anda buat. Lalu, berpikir dan bertindak sepenuhnya sesuai dengan karakter tersebut. Kebiasaan sering menggunakan alter ego bisa meningkatkan peluang Anda meraih kesuksesan ketika menghadapi kesulitan atau menekuni bidang tertentu.
Itulah tadi tiga cara mengendalikam alter ego agar memberikan dampak positif. Sebagian artikel ini melansir dari laman Psychologytoday.com dan klikdokter.com. Semoga bermanfaat!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
6 Penyebab Penis Berdarah yang Perlu Anda Waspadai, Pernah Mengalaminya?
-
6 Penyebab Mata Kaki Bengkak, Mulai dari Cedera hingga Penyakit Ginjal
-
Catat! Ini 4 Posisi Tidur yang Dianjurkan bagi Ibu Hamil
-
Jangan Anggap Remeh, Ini 5 Dampak Negatif Telat Makan bagi Kesehatan
-
5 Manfaat dan Aturan Penggunaan Minyak Ikan untuk Kucing
Artikel Terkait
Lifestyle
-
5 Padu Padan Outfit ala Gong Myung untuk Tampilan Day Out yang Lebih Fresh
-
4 Micellar Water Lemon: Rahasia Wajah Cerah dan Bebas Kilap Seharian
-
Daftar HP Xiaomi 'Paling Ngebut' Tahun 2026: Snapdragon 8 Elite Gen 5 Jadi Kunci!
-
4 Acne Low pH Cleanser Rp30 Ribuan Solusi Atasi Jerawat pada Kulit Sensitif
-
Dari Pantofel hingga Wegdes! Ini 5 Pilihan Sepatu Kerja Stylish untuk Guru
Terkini
-
Sinopsis House of Grace, Drama Thailand Terbaru Kiatipoom Banluechairit
-
Naga Purba ke Jepang: Diplomasi Hijau dan Misi Penyelamatan Komodo
-
Efek Domino Plastik yang Menyentuh Semua Sektor, Pertanian Juga Kena lho!
-
Dilema Sunyi Generasi UMR: Kerja Demi Hidup atau Hidup Demi Kerja?
-
Perpustakaan Tubuh yang Diam-Diam Membusuk