Pernahkah kamu merasa kesulitan dalam mendisiplinkan perilaku anak? Terkadang banyak orang tua yang sulit untuk mengajarkan kedisiplinan pada anaknya. Padahal ini sangat penting untuk diajarkan sedari kecil. Ketidakmampuan orang tua untuk membuat anak-anak disiplin dengan benar tak jarang membuat mereka memilih untuk memberikan hukuman sebagai bentuk ketegasan agar anak-anak menjadi patuh pada aturan yang telah ditetapkan.
Alih-alih memberi hukuman untuk mengajarkan kedisiplinan, kamu dapat menggunakan pengajaran dan pembelajaran atau dikenal sebagai teknik gentle discipline (disiplin lembut) dalam mendidik si kecil. Melansir dari verywellfamily, berikut 4 hal tentang gentle discipline yang bisa orang tua terapkan.
1. Efek dari gentle discipline akan berjangka panjang
Gentle discipline tidak hanya berfokus pada perilaku anak di masa kini, namun juga efek jangka panjangnya. Misalnya, jika seorang anak perlu belajar mengenai tanggung jawab, orang tua bisa menawarkan lebih banyak tugas untuk memastikan anak memperoleh keterampilan yang dibutuhkannya.
Gentle discipline mencakup upaya mengatasi kekurangan pada anak sehingga ia dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih baik dan bertanggung jawab. Alih-alih memarahi anak karena selalu ceroboh dan tidak becus melakukan sesuatu, gentle discipline hadir sebagai upaya membelajarkan anak mengenai skill sederhana yang bermanfaat untuk jangka panjang.
2. Gentle discipline memvalidasi perasaan anak
Jika anak sedang marah, orang tua hendaknya tidak berkata, “Kamu tidak boleh marah karena hal sepele seperti itu.” Sebaliknya, orang tua yang menggunakan gentle discipline mengajari anak-anak cara mengatasi emosinya yang tidak nyaman.
Orang tua memvalidasi perasaan anak-anak dan menanggapinya dengan serius. Hal itu akan membuat anak merasa diakui ketika mereka melihat orang dewasa mempertimbangkan perasaan mereka. Ketika ada masalah, baik orang tua maupun anak akan berupaya memecahkan masalah bersama dan anak-anak diperbolehkan memberi masukan.
3. Gentle discipline menekankan keselamatan
Orang tua yang menerapkan gentle discipline menekankan kenyamanan fisik dan emosional. Anak-anak diajarkan untuk mengevaluasi risiko dan mempertimbangkan apakah pilihan mereka cukup aman. Jika seorang anak akan membuat pilihan yang buruk, orang tua akan menunjukkan kemungkinan konsekuensinya.
Anak-anak juga diajari alasan yang mendasari peraturan. Orang tua mungkin berkata, “Kita berjalan di trotoar karena banyak mobil yang melaju di sana-sini yang perlu kita waspadai agar tidak tertabrak.” Alih-alih menyuruh anak untuk 'melakukan sesuatu', gentle parenting lebih menekankan pada 'alasan' mengapa anak mesti melakukan hal tersebut.
4. Gentle discipline menggunakan konsekuensi yang efektif
Gentle discipline tidak sama dengan pola asuh yang permisif. Sebaliknya, orang tua menawarkan konsekuensi yang efektif. Namun penting untuk diketahui bahwa setiap konsekuensi memiliki tujuan tertentu. Konsekuensi tidak diberikan hanya karena orang tua kesal atau frustrasi terhadap sikap anak.
Sebaliknya, setiap tindakan disipliner berfungsi sebagai kesempatan bagi seorang anak untuk belajar. Misalnya, daripada membentak atau menyuruh anak ke kamar karena berulang kali menyentuh sesuatu yang berbahaya, orang tua dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas baru untuk menghentikan perilaku tersebut.
Itulah 4 hal yang bisa diterapkan dalam gentle discipline. Nah, semoga hal ini bisa memudahkan orang tua dalam mendisiplinkan anak tanpa marah-marah.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Atasi Kecanduan Gadget Anak Lewat Baca Nyaring dalam The Book of Read Aloud
-
Sharing Literasi Keuangan dari Ayah Milenial di Buku Kamu Tidak Sendirian
-
Buku Perjalanan Menerima Diri, Wujudkan Self Love dengan Latihan Journaling
-
Buku Obat Sedih Dosis Tinggi, Refleksi agar Semangat Menjalani Hidup
-
Buku Home Learning, Belajar Seru Meski dari dalam Rumah
Artikel Terkait
-
Tabrak Warung Warga saat Mengendarai Mobil, Anak Ini Marah-marah saat Divideo
-
Dekati Vadel Badjideh Duluan, Kebucinan Lolly Dinilai Mirip Nikita Mirzani
-
7 Cara agar Berhasil Menyapih Anak, Minim Drama!
-
Pinsar Indonesia Bagikan Daging ayam dan Telor di CFD Solo, Tekan Stunting yang Tinggi
-
Dekatkan Diri dengan Pasar Anak Muda, K-eauty Gelar Korean Dance Competition dan Luncurkan Poduk Minuman Baru
Lifestyle
-
4 Rekomendasi Parfum Gourmand Brand Lokal Buat Kencan Valentine
-
Sajian Khas Imlek Tionghoa Pesisir di Bintan dan Kepulauan Riau, Mana Favoritmu?
-
5 Tempat Dinner Romantis di Bandung, Bikin Momen Valentine Makin Berkesan
-
5 Makanan Favorit yang Bikin Dinner Valentine Makin Spesial
-
Mau Intimate Dinner di Malam Valentine? Ini 4 Rekomendasi Tempat Kencan Romantis di Kota Malang
Terkini
-
Apri/Lanny Main Rangkap di China Masters 2026, Strategi atau Eksperimen?
-
Pahlawan Yasmin
-
Misteri Patung Garam: Novel Lokal dengan Misteri yang Unik dan Menegangkan
-
Nova Arianto Sanjung Peningkatan Mental Timnas Indonesia U-17 di Laga Uji Coba Kedua
-
11 Tim Formula 1 Rilis Tampilan Baru Mobil 2026, Mana yang Paling Keren?