Belajar untuk berpikir kritis (critical thinking) adalah salah satu skill yang penting dimiliki oleh seorang anak. Hal itu akan berpengaruh pada caranya mengolah informasi, menganalisis, dan menilai segala hal dengan satu kesatuan utuh. Critical thinking ini perlu diajarkan sejak dini karena menjadi faktor yang akan membentuk pola pikir anak, opini, serta penilaian akan baik-buruknya sesuatu.
Melansir dari brighthorizons, berikut cara untuk melatih critical thinking anak yang bisa diterapkan oleh orang tua .
1. Berikan kesempatan untuk bermain
Melakukan permainan seperti membangun balok, menyusun lego, bermain peran bersama temannya, atau bermain tebak-tebakan, adalah contoh permainan yang dapat mengasah pemikiran kritis anak. Biarkan anak untuk mengeksplor permainan sambil mereka bisa belajar melalui permainan tersebut.
2. Jeda dan tunggu
Memberi anak waktu jeda yang cukup untuk berpikir, menyelesaikan tantangan, atau menghasilkan responnya terhadap sesuatu sangatlah penting. Hal ini memberi anak kesempatan untuk merenungkan tanggapan dengan lebih baik dibanding merespons secara refleks dari reaksi pertamanya.
3. Jangan langsung melakukan intervensi
Anak-anak membutuhkan tantangan untuk bertumbuh. Tunggu dan perhatikan dulu sebelum orang tua terjun langsung untuk membantunya memecahkan masalah.
4. Ajukan pertanyaan terbuka
Ketika anak menanyakan sesuatu, alih-alih langsung memberikan jawaban, bantulah mereka berpikir kritis dengan mengajukan pertanyaan terbuka.
"Ide apa yang adek punya? Menurut adek, apa yang terjadi di sini?"
Hormati tanggapan mereka tidak peduli apakah tanggapan itu benar atau tidak. Orang tua bisa berkata, "Wah itu menarik. Katakan mengapa adek berpikir seperti itu."
5. Bantu anak-anak mengembangkan hipotesis
Meluangkan waktu sejenak untuk membentuk hipotesis selama bermain merupakan latihan berpikir kritis yang membantu mengembangkan keterampilan. Coba tanyakan kepada anak, “Jika kita melakukan ini, menurut adek apa yang akan terjadi?” atau "Mari kita prediksi apa yang menurut kita akan terjadi selanjutnya."
6. Mendorong berpikir dengan cara yang baru dan berbeda
Dengan membiarkan anak-anak berpikir secara berbeda, orang tua dapat membantu mereka mengasah keterampilan kreatif dalam memecahkan masalah. Ajukan pertanyaan seperti, "Ide lain apa yang bisa kita coba?" atau dorong anak untuk menghasilkan pilihan dengan mengatakan, "Mari kita pikirkan semua solusi yang bisa kita lakukan."
Nah itulah tadi 6 cara untuk mengembangkan critical thinking pada anak. Bagaimanapun, orang tua adalah role model bagi anak termasuk dari bagaimana cara orang tua berpikir kritis. Biarkan anak untuk memahami dengan menyaksikan dan terlibat langsung proses sederhana yang kita jalani sebelum menghasilkan suatu keputusan.
Baca Juga
-
Ulasan Buku Berpikir Non-Linier, Mekanisme Pengambilan Keputusan dalam Otak
-
Ulasan Buku The Little Furball, Kisah Manis tentang Menghadapi Perpisahan
-
Ulasan Buku I'm (not) Perfect, Menyorot Ragam Stigma tentang Perempuan
-
Ulasan Buku Dolpha: Empat Anak Sahabat Laut, Petualangan Seru Anak Pesisir
-
Ulasan Buku 365 Ideas of Happiness, Ide Kreatif untuk Memantik Kebahagiaan
Artikel Terkait
-
Seorang Pria Paruh Baya Diciduk Polisi Usai Lalukan Rudapaksa Terhadap Anak SMP
-
Dewi Yull Akan Hadir di Pemakaman Ray Sahetapy
-
Ray Sahetapy Mualaf di Masjid Istiqlal, Anak Ingin Perjalanan Islam Ayahnya Ditutup di Sana
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
Keluhkan Penjualan Merosot, Pedagang Mainan di Pasar Gembrong: Lebaran Sudah Nggak Berpengaruh
Lifestyle
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
-
5 Serum Vitamin C dengan Formula Stabil, Cerahkan Kulit Tanpa Iritasi!
-
4 Tips Kelola THR, Cara Cerdas Supaya Uang Gak Cepat Habis!
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop