Sekar Anindyah Lamase | Akramunnisa Amir
Sampul Buku Obat Sedih Dosis Tinggi (Gramedia Digital)
Akramunnisa Amir

Kesedihan bukanlah sesuatu yang patut kita hindari. Meski tidak mengenakkan, tapi fase sedih dalam hidup manusia adalah perasaan yang akan selalu datang entah menunggu kita siap atau tidak. Lantas, apakah kita bisa melewati perasaan sedih tersebut dengan sikap yang benar saat ia datang? 

Bagi yang sedang butuh bacaan untuk menemani menghadapi perasaan sedih, buku berjudul 'Obat Sedih Dosis Tinggi' yang ditulis oleh Khalifa Bisma Sanjaya barangkali cukup membantu.

Sebagaimana judulnya, buku ini berisi beberapa tulisan reflektif dari penulis berdasarkan pengalamannya sendiri saat mengalami kesedihan. Mulai dari sedih karena harus menghadapi nasib yang buruk, mendapati ujian kehidupan yang berat, kehilangan seseorang, galau karena pekerjaan, atau mungkin cita-cita yang tidak kesampaian.

Beberapa narasi dikemas dalam sudut pandang islami sehingga akan lebih relate bagi pembaca yang beragama islam. Pada intinya, semua kesedihan itu adalah cara Allah untuk mengajarkan kita arti kebahagiaan. 

Beberapa hal yang bagi saya cukup berkesan di antaranya adalah pengingat tentang pentingnya ketaatan pribadi dalam rangka mendapatkan pertolongan Allah. 

"Tunggulah datangnya pertolongan Allah dengan cara menolong dirimu sendiri untuk selalu dalam ketaatan kepadanya"

Ujian itu datang sepaket dengan solusinya. Al Qur'an sendiri menjelaskan bahwa bersama kesulitan itu selalu ada kemudahan. Hanya saja, terkadang kita sebagai manusia tidak begitu yakin dengan hal ini.

Kita sibuk mencari solusi di mana-mana, memohon pertolongan pada sesama makhluk tapi lupa meminta tolong kepada Allah yang menciptakan ujian itu sendiri. Padahal, yang paling tahu dan paham tentang jalan keluar yang tepat adalah Dia yang seringkali kita lupakan.

Ketika sedang sedih, seringkali kita overthinking. Kita memikirkan masalah sampai berlarut-larut. Di sini penulis mengingatkan sebagaimana kutipan berikut.

"Kadang masalah itu malahan bisa selesai dengan sendirinya ketika kita tidak memikirkannya. Saatnya meluangkan waktu untuk rehat sejenak"

Kalau direnungkan sejenak, memang kejadiannya bisa seperti itu. Semakin dipikirkan semakin runyam. Tapi ketika kita mengambil jarak dengan masalah tersebut, semuanya justru semakin terang benderang lalu kita menemukan jalan keluar.

Jadi, tidak ada salahnya jika kita mengambil waktu untuk jeda dan rehat sejenak ketika masalah yang menghampiri mulai menguras seluruh perhatian yang kita miliki.

Selain hal di atas, hal berkesan lain adalah ketika penulis menceritakan tentang betapa ringannya hidupnya ketika berhasil memilih karier yang tepat.

Selain bekerja sebagai penulis, Khalifa Bisma Sanjaya berprofesi sebagai guru ngaji. Bagi sebagian orang, pekerjaan seperti ini barangkali tidak bergengsi. Bahkan seringkali dinilai sebelah mata.

Tapi justru dengan pekerjaan itulah, ia begitu ringan menjalani kesehariannya. Mengajar adalah panggilan hatinya. Di antara beberapa pengalamannya mengajar di berbagai tempat itulah, penulis menemukan berbagai hikmah dan pembelajaran hidup yang ia tuangkan dalam buku ini.

Terakhir, kutipan berikut ini adalah sebuah nasihat yang bagi saya cukup mengena di hati dan barangkali akan jadi pengingat ketika tidak percaya diri dan merasa lemah.

"Menjalani kemandirian memang berat bagai berlayar dengan kapal diterjang oleh ombak ke sana ke mari. Tapi yakinlah bahwa ganasnya ombak itu bukannya melemahkanmu tapi akan membuat otot kemandirian mu semakin kuat".

Demikian beberapa hal menarik yang saya temukan dalam buku ini. Memang pembahasannya terbilang sangat ringan dan hanya untaian refleksi serta pengalaman.

Namun membaca buku ini seperti sedang membaca pengalaman teman lama yang mengajak kita ikut berbincang. Buku ini sangat cocok dibaca oleh remaja atau pembaca yang tidak begitu nyaman dengan buku self healing dengan pembahasan yang terlalu berat.

Jadi, bagi kamu yang butuh bacaan untuk menemani di kala sedih, buku ini bisa menjadi salah satu rekomendasi bacaan yang menarik untuk disimak!

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS