Rasa malas pastinya bisa menghampiri siapa saja tanpa pandang bulu. Respons setiap orang terhadap rasa malas tentu berbeda-beda. Hal ini juga lah yang membedakan antara orang yang sukses dan orang yang gagal.
Orang sukses akan berusaha melawan rasa malas. Negara Jepang terkenal sebagai salah satu negara maju yang terkenal dengan etos kerja yang tingi. Negeri Sakura ini juga dikenal memiliki berbagai prinsip hidup yang membuat warganya bisa menjalani hidup dengan optimal.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa prinsip ala Jepang untuk melawan rasa malas.
BACA JUGA: Viral Chat Pemilik Utang Lebih Galak dari Si Penagih, Berikut Etika dalam Berutang
1. Ikigai
Istilah ikigai mungkin masih cukup asing bagi sebagian orang, tetapi bagi mereka yang senang dengan budaya Jepang, tentu pernah mendengar istilah ini. Ikigai mengajarkan kita agar selalu menemukan alasan kuat untuk bangun pagi setiap harinya. Tentukan tujuan hidupmu agar kamu termotivasi untuk bangun di pagi hari.
2. Kaizen
Istilah kaizen merujuk pada perbaikan kecil dengan hasil yang besar. Kaizen mengajarkan kita untuk terus melangkah walaupun kecil menuju perubahan positif untuk melawan rasa malas. Mulailah dengan tindakan yang kecil dan ringan setiap hari. Konsistensi akan menghasilkan hasil besar dan dapat membantu kita mengatasi rasa malas.
3. Pomodoro
Istilah yang satu ini mungkin tidak terlalu asing, terutama bagi para pelajar yang sering mencari tips belajar yang efektif. Metode pomodoro mengajarkan kita untuk memecah tugas besar menjadi tugas-tugas kecil sehingga membuatnya terasa lebih mudah diselesaikan. Kita bisa melawan rasa malas dengan fokus selama 25 menit melakukan pekerjaan, dan istirahat singkat selama 5 menit sesudahnya.
BACA JUGA: Rekening Baim Wong Terkuras sebab Sembarangan Klik File Apk di WhatsApp, Ini Cara Menghindarinya
4. Hara Hachi Bu
Istilah yang satu ini merujuk pada kebiasaan makan dengan bijaksana. Ketika merasa malas untuk menjaga pola makan yang sehat, ingatlah prinsip yang satu ini. Mengontrol porsi makan dam makan dengan sadar dapat membantu mengatasi rasa malas, serta dapat meningkatkan motivasi.
5. Shoshin
Sikap shoshin mengajarkan kita untuk melihat segala sesuatu dengan mata atau pandangan yang baru. Tugas dan tantangan yang kita hadapi setiap hari jika dilihat dengan pandangan yang baru dapat membuat kita termotivasi dan bergairah saat mengerjakannya.
Itulah 5 prinsip hidup ala Jepang untuk melawan rasa malas yang bisa kamu coba terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Perjalanan Nyonya Beniko Berlanjut, Toko Zenitendo Kembali Kedatangan Tamu
-
The Maidens: Novel Psychology Thriller yang Melibatkan Dosen dan Mahasiswi
-
Toko Misterius Tawarkan Jajanan Ajaib: Semua Keinginanmu Ada di Sini!
-
The Red Palace: Fiksi Sejarah Joseon Abad ke-18 yang Penuh Intrik Kerajaan
-
Naoko: Luka Kehilangan Orang Tersayang Dibalut Misteri Tak Masuk Akal
Artikel Terkait
-
5 Karakter Anime dengan Seiyuu Yuuto Uemura, Suaranya Khas!
-
Ulasan Novel Days at the Morisaki Bookshop, Kisah Buku yang Mengubah Hidup
-
Review Film Survival Family: Ketika Manusia Modern Harus Hidup Primitif
-
2 Kelebihan Timnas Indonesia di Mata Keisuke Honda, Dianggap Tim Terbaik ASEAN Saat Ini
-
Pulau Bali Laris Manis Jadi Lokasi Persiapan Tim Kontestan Piala Dunia U-17 2023
Lifestyle
-
Dari Casual sampai Formal, 4 Ide Outfit Minimalist Classy ala Roh Yoon Seo
-
5 HP Samsung Kamera OIS Terbaik, Hasil Videonya Mirip Kelas Flagship!
-
4 Ide OOTD Summer Dress ala Aktris Korea yang Mudah Ditiru, Stylish Abis!
-
Budget 4 Jutaan? 5 HP Gaming Ini Bisa Push Rank Tanpa Lag
-
3 Tempat Makan di Surabaya yang Bikin Anak Kos Bisa Bertahan Akhir Bulan
Terkini
-
Review Film Smile: Drama Horor Psikologis dengan Kejutan Maut yang Nyata!
-
The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Buku Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?: Teman Anak-Anak yang Kehilangan Ayah