Sudah bukan rahasia lagi kalau media sosial hari ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Hampir semua orang tidak pernah lepas dari media sosial. Entah berapa jam dalam sehari mereka menatap layar gadget hanya untuk menggulir-gulirkan konten media sosial yang tak pernah ada habisnya.
Akan tetapi, pengguna gadget yang berlebihan, bisa saja lebih banyak merugikannya ketimbang dengan yang menguntungkannya. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika kamu berhenti sejenak bermain gadget untuk bisa mendapatkan manfaat yang lebih baik, terutama soal kesehatan mental.
Berikut setidaknya ada tiga gejala yang perlu kamu waspadai dari aktivitas media sosial.
1. Mulai mempengaruhi kesehatan mental
Tidak jarang media sosial penuh dengan konten yang membandingkan pencapaian seseorang dengan yang lainnya, seperti melihat berapa banyak harta yang dimiliki seseorang. Kondisi seperti ini bisa saja membuat orang menjadi toxic.
Melihat orang berkembang terkadang dapat membuat seseorang merasa tidak berharga. Melihat orang lain dengan pencapaian yang belum pernah ia capai, bisa saja menyebabkan perbandingan yang tidak sehat, sehingga membuat seseorang merasa ketinggalan dalam hidup.
Berada di situasi seperti ini bisa saja membuat kesehatan mental kamu jadi menurun, maka dari itu sangat disarankan untuk berhenti sejenak dari media sosial, meskipun hanya untuk beberapa hari.
2. Terjebak doomscolling
Mungkin saja kamu sudah sering mendengar istilah doomscolling. Walaupun memiliki banyak waktu untuk belajar dan bekerja, tetapi banyak orang yang justru menunda-nunda pekerjaannya hanya untuk menghabiskan waktu berjam-jam menonton satu per satu konten yang ada di media sosial. Tanpa disadari aktivitas semacam itu justru membuatnya lupa waktu, dan mereka juga merasa lelah di penghujung hari.
Kalau sudah seperti itu, kamu akhirnya malah kehilangan energi yang seharusnya bisa digunakan untuk kegiatan produktif. Oleh karena itu, sudah saatnya kamu harus berhenti dari media sosial ketika saatnya masuk waktu belajar dan bekerja.
3. Posting mulai merasa seperti kewajiban
Apabila kamu merasa berkewajiban memposting sesuatu yang belum tentu bermanfaat, itu artinya kamu sudah kecanduan. Memang terkadang, setiap masuk di aplikasi media sosial kamu melihat semua orang berkembang kecuali kamu.
Perasan seperti ini lantas membuat kamu merasa wajib untuk memposting sesuatu, yang sebenarnya juga tidak terlalu penting. Untuk itu, ada baiknya kamu berhenti sejenak bermedia sosial.
Nah, itulah setidaknya ada tiga gejala yang membuat kamu harus berhenti bermedia sosial. Semoga informasi ini bermanfaat.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ketika Penolakan Berujung Tragedi: Budaya Kita yang Salah?
-
Dilarang Berlama-lama: Cara Mengambil Manfaat dari 'Wangsit Kamar Mandi'
-
Diet Berita: Tutorial Tetap Waras di Zaman yang Terlalu Ramai
-
Medsos dan Seni Menjadi Domba di Tengah Perang Algoritma
-
Mengembalikan Akal Sehat di Meja Keputusan Pelayanan Publik
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Mungil yang Bikin HP Gaming Kamu Kena Mental!
-
Wajah Muncul Jerawat setelah Lebaran! Ini 4 Acne Serum yang Layak Dicoba
-
Tutorial Habisin THR Berfaedah: Borong Buku di Gramedia Mumpung Masih Diskon!
-
Jakarta Lengang, Saleh Husin dan Pramono Anung Gowes 60 Km Bakar Lemak Usai Libur Lebaran
-
Xiaomi SU7 Generasi Baru Resmi Meluncur: Sedan Listrik Rasa Supercar, Jarak Tembus 900 Km
Terkini
-
Secuil Kebahagiaan, Soal Adrian dan Minuman Oplosan dari Kak Lita
-
Jeno NCT Mendadak Hapus Selfie: Mata Elang Netizen Temukan Vape?
-
Misi Erick Thohir Perkuat Citra Sepak Bola Nasional Lewat FIFA Series 2026
-
Jebakan 'Aji Mumpung' Lebaran: Saat Harga Ikan Bakar Setara Fine Dining
-
Mengapa Film Tabula Rasa Masih Relevan Kita Tonton di Bulan Syawal?