Hari Anak Nasional bisa jadi momen yang pas untuk menghabiskan waktu bersama si kecil. Selain bermain, membaca buku juga bisa menjadi aktivitas seru yang sekaligus membantu anak mengenali perasaan dan emosinya sejak dini.
Ilmu psikologi ternyata nggak cuma untuk orang dewasa, lho. Lewat buku-buku psikologi anak, si kecil juga bisa belajar tentang empati, cara menghadapi emosi, hingga memahami hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.
Tenang saja, meski membahas psikologi, buku-buku ini tetap ringan dan ramah anak. Bahasanya mudah dipahami, ilustrasinya menarik, dan yang paling penting bisa diakses dengan mudah secara gratis lewat aplikasi iPusnas.
Nah, berikut 7 rekomendasi buku psikologi anak di iPusnas yang bisa kamu baca bersama si kecil!
1. Saat Caca Cemas dan Kecewa - Fitri Yulianti, M. Psi., Psikolog
Rencana Caca untuk pergi berlibur dengan keluarganya harus batal karena lockdown. Ia pun marah dan merasa sangat kecewa. Di sisi lain, Caca yang harus tampil di depan umum malah mengalami demam panggung. Tubuhnya berkeringat dan bergetar.
Lewat buku ini, Caca bercerita bagaimana ia mengatasi rasa marahnya sekaligus kecemasannya. Buku ini juga ditulis dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Inggris. Jadi, bisa sekalian mengenalkan bahasa Inggris untuk si kecil.
2. Aku Paham Cara Berteman - Felicity Brooks
Beberapa anak mungkin kesulitan untuk berteman atau mencari teman baru karena merasa malu dan kurangnya rasa percaya diri. Buku ini hadir sebagai panduan anak untuk berteman, mengajarkan mereka menjadi teman yang baik, serta bagaimana cara menyelesaikan masalah dalam hubungan pertemanan. Anak perlu diajari keterampilan sosial ini sejak dini agar berguna ketika mereka tumbuh dewasa nanti.
3. Aku Paham Perasaanku - Felicity Brooks & Frankie Allen
Sering lihat anak kecil tantrum? Itu biasanya terjadi karena si anak belum paham tentang apa yang sedang dirasakannya. Jadi, mengenalkan emosi itu sangat penting agar anak tahu perasaannya sendiri.
Buku ini mengajarkan anak tentang emosi dasar manusia, seperti rasa senang, sedih, dan marah. Selain itu, diajarkan juga bagaimana caranya mengelola emosi-emosi tersebut. Dengan bahasa anak kecil dan ilustrasi menarik, anak pasti dengan mudah memahami isi buku ini.
4. Atraksi Beka - Nindia Maya
Buku ini menceritakan kisah Beka, seekor bekantan yang akan mengikuti lomba di Festival Hutan Rimba. Namun, Beka menghadapi sebuah masalah: ia tak percaya diri dengan kemampuan berenangnya. Ia malah menirukan keahlian hewan lain yang pastinya tak ia kuasai.
Ketika hari festival tiba, ada kejadian yang membuatnya mau tak mau harus menunjukkan kemampuan aslinya. Ternyata, kemampuannya tak seburuk yang ia bayangkan. Melalui buku ini, anak akan memahami bahwa setiap makhluk punya keunikannya sendiri-sendiri. Tak perlu jadi seperti orang lain untuk hebat.
5. Ada Apa dengan Mo? - Watiek Ideo
Kisah Mo dan Ciki bisa menjadi sarana pembelajaran untuk sang anak tentang empati. Ciki yang melihat Mo sedang kesulitan selalu sigap membantu dan selalu ada untuknya. Lewat perilaku karakter Ciki ini, anak bisa melihat pentingnya saling tolong-menolong dan peka terhadap sesamanya.
6. Saat Aku Marah - Noor H. Dee
Buku ini sangat cocok untuk anak usia di bawah lima tahun karena ilustrasinya yang simpel dan detail dalam menunjukkan ekspresi. Selain mimik muka, ada penjelasan singkat yang mudah dipahami oleh anak.
Karakter dalam buku ini, Naura, sedang marah karena barangnya diambil tanpa sepengetahuannya. Cerita Naura mengajarkan anak untuk berani mengomunikasikan apa yang membuatnya marah agar situasinya menjadi jelas dan lega.
7. Saat Aku Sedih - Pangestuningsih
Masih dengan seri yang sama dengan sebelumnya, buku ini menceritakan tentang Naura yang sedang merasa sedih. Lewat ilustrasi detail dan jabaran yang singkat padat, buku ini membedah perasaan sedih Naura. Saat merasa sedih, anak perlu membagikan perasaannya seperti Naura yang bercerita pada ibunya. Dengan begitu, perasaan akan jadi lebih lega dan dukungan pun datang.
Meski masih kecil, anak-anak sejatinya sudah harus mulai belajar tentang psikologi. Langkah yang paling mudah adalah mengenali perasaan dan emosinya sendiri. Belajar lewat buku adalah salah satu alternatif yang aman bagi si kecil sebelum terjun langsung berinteraksi di dunia nyata (real life).
Apalagi dengan buku-buku yang ilustrasinya menarik seperti di atas, kegiatan membaca si kecil pasti jadi tambah enjoy. Kira-kira, buku mana yang akan kamu pilih untuk menemani si kecil hari ini?
Baca Juga
-
Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi
-
Pembalut Kena PPN, Perempuan Harus Bayar Lebih untuk Kebutuhan Biologisnya?
-
7 Slang Gen Z yang Masuk KBBI, Bukti Bahasa Indonesia Terus Berkembang!
-
5 Pelajaran Hidup dari Novela Metamorfosis: Hargai Diri Sendiri, Yuk!
-
Kenapa Tulisan dengan Tanda Baca Em Dash Sering Dianggap AI? Ini Faktanya!
Artikel Terkait
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi
-
Tic-errific Me: Kisah Hangat tentang Penerimaan Diri dan Tourette
-
Mesin Pujian Ms. Swirly: Ketika Kata-Kata Menjadi Sumber Kebaikan
-
The Book Witch: Perpaduan Fantasi, Misteri, dan Cinta
Lifestyle
-
Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap
-
Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan
-
5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif
-
5 Body Lotion dengan Kandungan Aloe Vera, Memberi Sensasi Sejuk di Kulit!
-
5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!
Terkini
-
Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah
-
Mitos Self-Reward Liburan: Healing Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah Hidup
-
Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah
-
Suho EXO dan Park Hee Soon Jadi Ayah-Anak di Film Aksi A Father's Secret
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield