Sekar Anindyah Lamase | Desyta Rina Marta Guritno
Wisata Alam Jolotundo di Nganjuk (Dok. Pribadi/Desyta Rina Marta Guritno)
Desyta Rina Marta Guritno

Nganjuk bukan kota besar yang memiliki banyak kemewahan, tapi hidup di Nganjuk sudah cukup untuk kamu yang suka hidup yang tidak melulu dikejar waktu.

Di zaman serba cepat ini, memiliki waktu sejenak untuk beristirahat rasanya sudah menjadi sebuah kemewahan. Kalau biasanya kamu bangun pagi, bersiap untuk bekerja, pulang malam, istirahat, lalu pagi kerja lagi, adakah keinginan untuk hidup lebih santai alias slow living?

Melansir dari laman Slow Living Ldn, slow living adalah pola pikir di mana kita menciptakan gaya hidup yang lebih bermakna dengan melakukan hal-hal yang paling penting dalam hidup.

Untuk menemukan suasana seperti itu, Nganjuk memiliki banyak hal yang membuat kehidupan terasa lebih sederhana dan tenang. Apa saja? Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa Nganjuk cocok dijadikan tempat slow living.

1. Suasana Tenang

Suasana di Nganjuk cenderung lebih tenang, berbeda jauh dari kota-kota besar lainnya. Tidak ada kemacetan, hanya lalu lintas yang ramai di saat jam berangkat atau pulang sekolah, selebihnya jalanan lengang untuk dilewati.

Hal ini membuat suasana menjadi tenang, ini cocok untuk kamu yang tidak suka hidup serba buru-buru atau terlalu sering bertemu dengan keramaian.

2. Dekat dengan Alam

Kalau kamu lebih suka dengan wisata alam daripada mall, Nganjuk juga punya banyak destinasi yang bisa dikunjungi seperti Air Terjun Sedudo, Watu Lawang, Jolotundo, dan masih banyak lagi.

Selain itu, di sini juga masih ada banyak sawah. Jalan beberapa meter saja kamu sudah bisa menemukan hamparan sawah dengan tanaman yang hijau.

3. Tempat Nongkrong

Jajanan Kaki Lima di Nganjuk (Dok. Pribadi/Desyta Rina Marta Guritno)

Nganjuk punya banyak tempat ngopi dan nongkrong, mulai dari konsep yang anak muda abis sampai keluarga. Di kawasan A. Yani bagian selatan, kamu bisa dengan mudah menemukan kafe-kafe yang buka 24 jam dan selalu ramai dengan anak muda.

Bagi kamu yang ingin melepas melepas penat atau mencari suasana baru untuk bekerja, kafe-kafe ini bisa jadi pilihan.

4. Biaya Makan yang Bersahabat

Bicara soal biaya makan sebenarnya tergantung dengan bagaimana kita mengolahnya, tapi lingkungan juga bisa memengaruhi.

Di Nganjuk harga bahan makanan cenderung lebih murah, bahkan kalau tinggal di desa terkadang kamu tidak perlu belanja untuk makan di hari-hari tertentu, kadang bisa memetik di kebun atau diberi tetangga.

Kamu juga masih bisa menemukan makanan dengan harga yang sangat murah, seperti nasi pecel, nasi campur, mie ayam, dan bakso seharga 5 ribu rupiah. Di kota-kota besar mungkin sudah hampir tidak ada.

5. Kelengkapan Tak Jauh Berbeda dengan Kota Besar

Meskipun bukan kota besar, di Nganjuk kamu masih bisa menemukan berbagai outlet merek-merek terkenal, seperti Gacoan, Hotways Chicken, CFC, Miniso, Niceso, Kopi Kenangan, Es teh Indonesia, dan masih banyak lagi.

Layanan ojek serta pesan antar via online juga tersedia lengkap di Nganjuk. Jadi, kamu tidak perlu khawatir. Meskipun hidup di kota sedang, kamu tidak terisolasi dan masih bisa menikmati fasilitas modern ini.

Nganjuk mungkin bukan kota yang identik dengan gemerlap kehidupan metropolitan. Justru kesederhanaan itulah yang menjadi daya tariknya.

Di sini, menikmati suasana pagi sambil makan di warung sederhana dan melihat hamparan sawah bukan hanya dilakukan di waktu senggang, tapi bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Jadi, di balik kesederhanaannya Nganjuk memiliki kehidupan yang banyak dicari di era serba cepat seperti ini. Kira-kira apakah kamu tertarik untuk tinggal di Nganjuk?