Jatuhnya harga komoditi sayuran di Kabupaten Banjarnegara mengetuk hati Ketua TP PKK Kabupaten Banjarnegara, Ny. Marwi Budhi Sarwono untuk memborong sayuran langsung ke petani di Desa Biting dan Desa Pegundungan Kecamatan Pejawaran, Selasa (08/09). Menurutnya dengan membeli sayuran langsung di lahan petani akan meringankan petani karena mereka tidak harus menanggung biaya transportasi.
“Kehadiran kami di tengah-tengah masyarakat untuk memberi motivasi kepada mereka agar tetap semangat, meski saat ini harga sayuran sedang anjlok” katanya.
Sayuran yang dibeli juga dihargai lebih tinggi dibanding harga tengkulak, agar petani mendapat keuntungan lebih. Adapun sayuran yang diborong yakni kobis, labu siam (waluh), tomat, terong, buncis, cabai rawit dan cabai merah.
Rencananya sayur mayur tersebut akan dijual kembali esok hari, Rabu (09/09) di Bazar TP PKK Kabupaten Banjarnegara yang akan digelar di Pendapa Dipayudha Adigraha. Harga yang ditawarkan juga lebih murah dibanding harga pasar, hal ini bertujuan agar pembeli mendapat harga yang lebih hemat.
Kastur, Kepala Desa Biting Kecamatan Pejawaran mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh TP PKK Kabupaten Banjarnegara. Dengan diborongnya sayuran di desanya diharapkan dapat mendongkrak harga sayuran di tingkat petani.
“Kita berharap agar harga sayuran segera pulih dan kembali normal agar ekonomi masyarakat meningkat” katanya.
Budhi Sarwono, Bupati Banjarnegara pada saat yang bersamaan juga memberikan motivasi kepada para petani untuk tidak menyerah dan tetap menanam kembali di musim yang akan datang. Pihaknya akan berusaha membantu masyarakat, khususnya petani dengan membangun infrastruktur jalan yang bagus dan mulus. Harapannya dengan jalan yang bagus dan mulus akan menghemat biaya transportasi dan lebih menguntungkan petani.
“Yang semangat, jaga kesehatan, bantu orang tua bercocok tanam, bertani, agar mendapat penghasilan yang lebih, agar perekonomian di Banjarnegara lebih maju” katanya.
Baca Juga
Artikel Terkait
News
-
Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern
-
Merawat Syiar Islam Berkemajuan: Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua di Fakfak
-
Ancaman El Nino 2026: Luas Area Terindikasi Terbakar Capai Tiga Kali Lipat Daratan Jakarta
-
Pariwisata Maju, Lalu Lintas Mundur: Sisi Gelap di Balik Viralnya Situ Kamojing Cikampek
-
Garam Palungan Desa Les: Menjaga Warisan Leluhur di Bawah Matahari Bali Utara
Terkini
-
Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?
-
Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau
-
"The Rock from the Sky" dan Pelajaran tentang Berani Menghadapi Perubahan
-
Fenomena AI Slop: Mengapa Poster UMKM Makin Seragam dan Bikin Kita Bosan?
-
Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja