Setelah memulai akhir pekan MotoGP pertamanya sejak 2020 dengan mencatakan waktu 1 menit 35,211 detik dalam sesi latihan pembukan untuk Grand prix San Marino, pembalap Petronas SRT Andrea Dovizioso mengakhir balapan di Misano dengan mencatakan waktu 1 menit 32,830 detik.
Seperti yang disadur dari Crash (https://www.crash.net/motogp/news/988173/1/dovizioso-redesigns-all-lines-group), itu cukup untuk menempatkan pembalap baru Petronas Yamaha itu untuk berada di posisi ke-18 dan diantara Franco Morbidelli dan Valentino Rossi, sementara itu 1.3 detik dari catatan waktu Aleix Espargaro untuk Aprilia.
Paling signifikan, terjadi peningkatan kecepatan pada Dovizios saat dia akan menuju putaran COTA pada akhir pekan depan dengan keyakinannya di dapat bertarung dengan pembalap penuh waktu setelah berhasil finish ke-21 di Misano.
“Tes ini sangat penting karena saya melakukan banyak kilometer dengan motor, kami mencoba set-up yang berbeda dan beberapa material yang berbeda,” kata Dovizioso
Dovizioso diduga telah mencoba menggunakan swingarm serat karbon pada motor ex-Morbidelli 2019 - spesifikasi M1 tersebut.
"Bagi saya, penting untuk memahami motor dan tim untuk memahami reaksi tentang saya, " kata Dovizioso.
Runner-up tiga gelar untuk Ducati tersebut telah mencoba beberapa hal yang berbeda untuk dapat meningkatkan motornya, tetapi dia tidak dapat mengubah banyak hal secara normal.
“Kami mencoba hal-hal yang berbeda dan sedikit meningkat dengan motor, tetapi dari apa yang saya lihat Yamaha tidak mengubah banyak hal secara normal karena mereka tahu betul motor ini; apa yang berhasil dan apa yang tidak, " kata Dovizioso.
Dovizioso pun akan lebih banyak memikirkan pekerjaannya yang dia lakukan untuk dapat menyesuaikan dia dengan motornya.
“Saya pikir ini lebih tentang pekerjaan yang saya lakukan dengan tim untuk menyesuaikan saya dengan motor, itu sebabnya saya bisa berada di grup (saat tes), " kata Dovizoso.
Sebagaimana diketahui saat balapan akhir pekan lalu, dia tidak benar-benar balapan seperti biasanya dan saat itu masih berada berada grup belakang.
“Di balapan akhir pekan saya tidak benar-benar seperti itu, sekarang saya masih berada di belakang grup tetapi tidak bertahan dan kecepatannya dapat diterima, "
Dovizioso sebelum datang ke tim, dia hanya tahu motor tesebut dari 2012 dan targetnya dia adalah memiliki kecepatan yang sama dengan grup setelah itu dia dapat memulai mengerjakan beberapa detail lainya agar lebih cepat.
"Sebelum datang ke sini, saya hanya tahu motornya dari 2012, jadi target saya adalah memiliki kecepatan yang sama dengan grup dan setelah itu mulai mengerjakan beberapa detail agar lebih cepat dan lebih cepat. Tentang itu kami bisa bahagia," kata Dovizioso.
Salah satu kesimpulan utamanya yang dapat diambil Dovizioso dari tes tersebut adalah, seperti halnya ketika berhasil beradaptasi dengan Tech3 M1 dari Honda RCV pada 2012, ia perlu mendesain ulang racing line agar sesuai dengan sifat alami dari Yamaha daripada berhenti dan pergi seperti Ducati.
“Lap demi lap saya sadari, terutama karena saya mengikuti Fabio [Quartararo] satu pintu keluar di sore hari, dan juga saya ingat betul apa yang terjadi pada 2012 dan itu persis sama: saya harus mendesain ulang semua lini di setiap trek, karena motor meminta pendekatan yang sama sekali berbeda," jelas Dovizioso.
Menurut Dovizioso ini sangat bagus untuk diketahui, karena dia dapat mengetahui di area mana harus dapat bekerja. Dan dia pikir untuk mengubahnya harus memerlukan waktu, tetapi ini adalah salah pekerjaan yang dia harus lakukan bersama tim.
“Ini bagus untuk diketahui. Karena Anda tahu di area mana Anda harus bekerja. Saya pikir untuk mengubah itu akan memakan waktu, tetapi ini adalah pekerjaan yang harus kami lakukan bersama dengan tim. Untungnya, kami memiliki empat balapan,” kata Dovizioso.
Dovizioso akan tetap bersama tim satelit Yama tersebut saat berganti dari SRT ke RNF Racing untuk musim 2022, ketika dia menggunakan motor spesifikasi pabrikan.
Baca Juga
-
Preview Anime 'Chainsaw Man' Episode 4 Tunjukan Akhir dari Pertarungan Bat Devil
-
Manga 'Chainsaw Man' Umumkan Proyek Baru
-
Berapa Primogems yang Dibutuhkan untuk Mendapatkan Ayaka di Genshin Impact?
-
9 Rekomendasi Masjid untuk Itikaf di Bandung
-
Song Kang Buat Park Min Young Tertawa di Forecasting Love and Weather
Artikel Terkait
-
Sprint Race MotoGP Amerika 2025, Pecco Bagnaia Mulai Beri Perlawanan
-
Bukan Pecco Bagnaia, Marc Marquez Sebut Adiknya Sebagai Pesaing Utama
-
Beli Tiket Race Sepang Grand Prix of Malaysia 2025 Makin Hemat Lewat BRImo
-
Performa Mentereng Marc Marquez Buat Ducati Kerap Dicurigai Pilih Kasih
-
Usulan Aprilia Kembali Dapat Penolakan, Kemarin Ducati Sekarang Jack Miller
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
4 Ide Outfit Nyaman ala Kim Seon Ho, Simple dan Effortless Chic!
-
Perjalanan Menemukan Kebahagiaan dalam Ulasan Novel The Burnout
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Makassar Lanjutkan Hegemoni Persepakbolaan Indonesia atas Vietnam
-
Review The Dreaming Boy is a Realist: Ketika Jaga Jarak Justru Bikin Baper
-
3 Rekomendasi Anime yang Cocok Ditonton Penggemar Solo Leveling