Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-77 dilakukan seluruh instansi serta masyarakat dari Sabang hingga Merauke. Lapangan menjadi lokasi pilihan untuk melaksanakan upacara peringatan HUT RI ke-77.
Upacara untuk peringatan HUT RI ke-77 di lapangan di Pakel, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (17/8/2022) imi menarik perhatian. Pasalnya ada seorang petani yang mendorong sepeda sambil membawa jerami lewat di tengah-tengah lapangan.
Momen tersebut diabadikan dalam sebuah video singkat yang diunggah ulang oleh akun media sosial Instagram kabarnegri, Kamis (18/8/2022). Rekaman video meperlihatkan pelaksanaan upacara dalam rangka peringatan HUT RI ke-77.
Suasana upacara berlangsung khidmat. Peserta upacara berbaris rapi sesuai dengan pasukannya masing-masing.
Seorang anggota polisi tampak berdiri di depan mikrofon seperti ingin memberikan pidato. Tiba-tiba seorang petani mendorong sepeda lewat di tengah-tengah lapangan yang sedang melaksanakan upacara HUT RI ke-77.
Petani itu mendorong sepeda sambil membawa tumpukan jerami untuk makanan ternak. Petani ini terlihat santai sewaktu lewat di tengah-tengah lapangan yang sedang melaksanakan upacara.
Lewati Peserta Upacara HUT RI ke-77
Sontak semua mata pandangannya tertuju pada petani tersebut. Para hadirin upacara peringatan HUT RI di Pakel, Tulungagung itu dibikin melongo karena heran dengan petani satu ini lewat di tengah-tengah lapangan saat upacara berlangsung.
Meskipun begitu, semua hadirin tetap berada di tempatnya masing-masing. Kedatangan petani yang lewat di tengah-tengah lapangan saat upacara tidak mengurangi kekhidmatan.
Aksi petani tersebut menarik perhatian warganet yang menonton untuk memberikan berbagai tanggapan. Tak sedikit warganet yang beranggapan aksi petani itu bukanlah suatu masalah berarti.
"Ini yang dinamakan merdeka ea pak. Tanpa petani apalah diri kita," komentar salah satu warganet.
"Enggak apa-apa pak, sehat-sehat dan berkah rejeki selalu untuk bapaknya," kata yang lain.
"Arti merdeka yang sesungguhnya bagi si bapak," ujar lainnya.
"Enggak apa-apa malah aku kasihan sama si bapak sudah tua masih bekerja, semoga sehat terus pak," tanggapan yang lain.
"Merdeka yang sesungguhnya. Nuruti upacara mati ternake (Nurut upacara doang mati ternaknya)" sahut warganet lainnya.
Baca Juga
-
Ganteng Kali Mas Dhimas Prasetyo, Kru Denny Caknan saat Cek Sound Bikin TerDhimas-Dhimas
-
Trend Sound 'Aku Ada Type' di TikTok, Profil Meerqeen Si Aktor Tampan yang Bikin Candu Gegara Konten Swipenya
-
Wanda Hamidah Tiba-Tiba Tulis Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi, Ada Apa?
-
Petinggi Dunia Kenakan Batik Dihina saat Jamuan Gala Dinner KTT G20, Netizen Pasang Badan: Ini Pakaian Indonesia
-
Cek Besar Belanjaan Dewi Perssik, Aurel, dan Nagita Slavina di Shopee, Fuji: Wih Borong Abis Ibu-Ibu
Artikel Terkait
-
Pegawai Lingkup Pemkab Karawang Meriahkan Lomba Pada HUT RI Ke-77
-
Chord Gitar dan Lirik Lagu Pecah Seribu Dipopulerkan Elvy Sukaesih, Yang Sempat Viral Media Sosial TikTok
-
Profil Ayumi Putri Sasaki, Paskibraka Keturunan Jepang Pembawa Baki Upacara Penurunan Bendera
-
Viral, Ustaz Adi Hidayat Ingatkan Pemilik Karomah Tak Pernah Sengaja Buka Praktik, Sentil Gus Samsudin?
-
Seorang Pria Diduga Telantarkan Anaknya yang Lumpuh di Kandang Kambing, Warganet: Goblok jadi Bapak
News
-
90 Mahasiswa Indonesia Lanjut S2 Lewat Erasmus Mundus, Uni Eropa Perkuat Investasi pada Talenta Muda
-
Pilihan yang Berawal dari Jarak: Menemukan Sisi Lain Jakarta Lewat Transportasi Umum
-
Kisah Ibu Hamil Naik KRL Jam Sibuk: Antara "Misuh-misuh" dan Keajaiban Pin Prioritas
-
Dari Diskusi hingga Wall of Hope, LINTAS Dorong Masyarakat Peduli Masa Depan Transportasi Umum
-
Cuma Modal Video Selfie, Begini Cara Dapat Centang Biru Gratis di Facebook
Terkini
-
Skema Ponzi Berbaju Syariah? Bongkar Modus Penipuan yang Mengelabui Investor Muslim
-
Belajar dari Pemilu: Kualitas Calon Pemimpin Tak Boleh Jadi Kompromi
-
The Body Keeps the Score: Ketika Tubuh Menyimpan Luka yang Tak Terhapus
-
Rilis 24 Agustus! NCT 127 Siap Comeback dengan Full Album Terbaru, BLINGY
-
Menyelimuti 55 Juta Ton Sampah dengan Geomembrane: Solusi Darurat atau Bom Waktu Berbahaya?