Gubernur Papua, Lukas Enembe telah ditangkap oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat berada dalam salah satu restoran di Papua. Penangkapan tersebut telah dikonfirmasi pada Selasa (10/1/2023). Saat ini KPK telah menerbangkan Lukas Enembe untuk penyidikan lebih lanjut di Jakarta.
Lukas Enembe sendiri ditangkap atas dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan hadiah atau janji pembangunan infrastruktur di Papua.
KPK juga menetapkan Direktur PT Tabi Bangun Papua (TBP) Rijatono Lakka sebagai tersangka. Kasus dugaan korupsi oleh Lukas Enembe sendiri sering menjadi sorotan karena ketidakterimaan para pendukungnya.
BACA JUGA: Aipda Dwi Hartono Minta Maaf Gegara Main Lato-Lato, Warganet: Salahnya di Mana Coba?
Pada Selasa (10/1/2023) ini, dikabarkan bahwa Markas Brimob Papua telah didatangi oleh para pendukung Lukas Enembe. Banyak pihak yang merasa tidak terima atas penangkapan Gubernur Papua tersebut.
KPK memilih untuk mengamankan Lukas Enembe terlebih dahulu, kemudian segera menerbangkannya ke Jakarta guna kelancaran penyidikan intensif.
Lukas Enembe, S.I.P., M.H. atau yang lebih dikenal sebagai Lukas Enembe merupakan politikus Indonesia yang menjabat sebagai Gubernur Papua sejak tahun 2013.
Sebelumnya, Lukas Enembe menempati posisi Bupati Puncak Jaya pada tahun 2007-2012. Pada daerah yang sama, Lukas Enembe juga pernah menjabat posisi Wakil Bupati sejak tahun 2001 hingga 2006.
Lukas Enembe lahir di Distrik Kembu, 27 Juli 1967. Saat ini, politikus Partai Demokrat sendiri telah berusia 55 tahun. Ia memiliki seorang istri bernama Yewuce. Keduanya telah dikaruniai tiga orang anak yang bernama Astract Bona T.M Enembe, Eldorado Gamael Enumbi, dan Dario Alvin Nells Isaak Enembe.
BACA JUGA: Sempat Jadi Ateis, Felix Siauw Ungkap Penyebabnya karena Suka Main Games: Seram
Lukas Enembe merupakan lulusan FISIP Universitas Sam Ratulangi tahun 1995. Lukas mengawali kariernya sebagai CPNS hingga menjadi PNS di Kantor Sospol Kabupaten Merauke. Lukas Enembe sendiri diketahui berkeyakinan Kristen Protestan.
Berikut ini merupakan riwayat pendidikan dari Lukas Enembe:
- The Christian Leadership & Second Linguistic di Cornerstone College Australia (2001)
- Strategi Ilmu Sosial dan Politik FISIP universitas Sam Ratulangi Manado (1995)
- SMAN 3 Jayapura di Sentani (1986)
- SMPN 1 Jayapura di Sentani (1983)
- SD YPPGI Mamit (1980)
Nah, itulah tadi profil dari Lukas Enembe, Gubernur Papua yang saat ini telah diamankan oleh KPK. Informasi lebih lanjut akan segera dirilis oleh KPK usai penyelidikan intensif di Jakarta.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Rekap Kejuaraan Kelas Atas BWF, Indonesia Nol Gelar Juara!
-
Indonesia Open 2025: Semifinal, Fajar/Rian Bersiap Lawan Juara All England!
-
Indonesia Open 2025: Match Sengit, Jafar/Felisha Terhenti di Babak Kedua
-
Indonesia Open 2025: Laga Pembuka, Adnan/Indah Amankan Tiket Perempat Final
-
Indonesia Open 2025: Jadi Andalan, Dejan/Fadia Terhenti di Babak Awal
Artikel Terkait
-
Praperadilan Hakim Agung Gazalba Saleh Ditolak Hakim, KPK Gas Terus Penyidikan Suap di MA
-
Ketua KPK Sebut Lukas Enembe Ditangkap Diduga Hendak Kabur Tinggalkan Indonesia
-
Ditangkap KPK, Gubernur Papua Lukas Enembe Dibawa ke Jakarta
-
Meski Situasi Sudah Kondusif, Polri dan TNI Tetap Siaga di Papua Usai Penangkapan Lukas Enembe
-
Detik-detik Penangkapan Gubernur Papua Lukas Enambe oleh KPK, Sejumlah Orang Serang Polisi
News
-
Sweet Child O' Mine Guns N' Roses: Cinta Axl Rose dan Kenangan Masa Remaja
-
Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!
-
Belajar dari Ubud, I Made Gunarta Dorong Ekosistem Wellness di JCWF 2026
-
Sebut Mirip Orba, Pakar UGM Kritik Pemasangan Kawat Berduri di Jogja
-
Krisis Sampah Perkotaan, Mengapa Perempuan Jadi yang Paling Terdampak?
Terkini
-
Mengenal Investasi dari Layar Ponsel Bersama New BIONS
-
Menggugat Empati Sineas Lewat Film Putri, Jangan Gentayangan Lagi: Menghibur atau Mengeksploitasi?
-
Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan
-
489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam
-
PIH dan Kusam Auto Hempas! 4 Pelembap Pencerah Kemasan Tube Lebih Higienis