Syarifah Ima Syahab, wanita yang menerobos barisan polisi sebab ingin memeluk Ferdy Sambo pada saat persidangan beberapa waktu lalu, kini muncul lagi di podcast kanal YouTube Uya Kuya TV, Selasa (7/2/2023).
Syarifah datang pukul 23.00 WIB ke kediaman Uya Kuya karena ingin diwawancarai. Bahkan, tim Uya Kuya TV telah meminta pulang Syarifah ke rumahnya di Depok, namun ia tetap ngotot dan menunggu selama tiga jam.
"Kalau seandainya kamu gak saya ajak naik ke atas (lokasi podcast), kamu mau ngapain?" tanya Uya bercanda.
"Mau tetap ke sini lah, dobrak pintu Mas Uya," sahut Syarifah.
Dalam podcast kedua kalinya di Uya Kuya TV itu, Syarifah mengaku kedatangannya kali ini untuk menyampaikan keluh kesah yang selama ini mengganjal di hatinya.
Ia bersedia menggantikan Ferdy Sambo di penjara, bahkan rela jika ditembak mati berdua jika Sambo dituntut hukuman mati.
"Kalau Sambo nanti divonis yes seumur hidup, gitu, gimana?" tanya Uya.
BACA JUGA: Ibu Eny Disarankan Dokter RSJ Ikut Kegiatan Masyarakat: Ikut Pengajian atau Arisan Ya
"Kalau bisa saya gantiin saja," timpal Syarifah.
Ia rela Sambo bebas, sementara dirinya dibekap dalam penjara. Syarifah tidak peduli Sambo akan menaruh kasihan kepada dirinya atau tidak. Baginya, yang terpenting Sambo bahagia. Sebab, kebahagiaan Sambo adalah kebahagiaannya juga.
Menanggapi pernyataan ini, Uya Kuya langsung garuk-garuk lengan yang tidak gatal sambil berkali-kali berkata oke.
"Oke. Sudah puas sekarang? Maksudnya apa masih ada yang mau disampaikan lagi?" tanya Uya.
BACA JUGA: Video Emak-emak Belanja di Toko Ini Bikin Kasir Ngakak: Bu Maaf Itu BH-nya Dilepas Dulu
"Iya, aku mau bilang ke Pak Hakim. Kalau Pak Sambo sampai dihukum mati, aku mau dihukum mati juga," ungkap Syarifah.
Jika seandainya Syarifah tidak bisa dihukum mati bersama eks Kadiv Propam Polri tersebut, ia meminta diatur caranya agar bisa.
Uya Kuya pun berkomentar, "No comment, saya nih."
Sebelumnya Syarifah menyampaikan, ia datang lagi dalam sidang tuntutan Ferdy Sambo beberapa waktu lalu sebab ingin memberikan semangat kepada sang idola.
"Tujuannya ingin meluk Pak Sambo. Mau bilang semangat, gitu, biar semangat Pak Sambonya," kata wanita berhijab itu kepada Uya Kuya.
Sikap nekatnya ini, Syarifah mengaku atas inisiatif dirinya sendiri, bukan paksaan, dan tidak ada sama sekali yang menyuruh. Ia benar-benar fans berat Sambo juga mencintainya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Humor Jurnalistik: Belajar Menulis Tajam Tanpa Harus Mengernyitkan Dahi
-
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun
-
Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu
-
Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
Artikel Terkait
-
Bucin Banget, Syarifah Ima Fans Ferdy Sambo Bahkan Rela Ikut Dihukum Mati: Aku Mau Mati Berdua!
-
Fans Sambo Tak Terima Sang Jenderal Dituntut Hukuman Berat, Syarifah Ima: Harusnya Sama Kayak Bharada E
-
CEK FAKTA: Pantas Bebas Tuntutan Mati, Kapolri Ternyata Jadi Backingan Ferdy Sambo, Benarkah?
-
Sidang Duplik, Kubu Baiquni Skakmat Jaksa: Akuilah, Tak Pantas Orang Berkata Jujur Diperlakukan Tak Adil
-
Sidang Vonis Eks Geng Sambo Baiquni Wibowo Digelar 24 Februari
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam