Ismail Thomas ditetapkan oleh Kejaksaan Agung sebagai tersangka kasus korupsi atas pemalsuan dokumen perusahaan tambang.
Atas kasus tambang tersebut, Ismail diduga memalsukan penerbitan dokumen terkait izin tambang untuk membantu menyelamatkan aset milik terpidana korupsi yang melibatkan PT Gunung Bara Utama dan PT Sendawar Jaya di Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Oleh sebab itu, Ismail Thomas dijerat pasal 9 UU tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Ismail pun ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Salemba cabang Kejaksaan.
BACA JUGA: Dosen di Karanganyar Ini Diteror Paket Berisi Belasan Ular dari Orang Misterius
“Tim penyidik Jampidsus telah melaksanakan penetapan tersangka sekaligus penahanan terhadap tersangka inisial IT (Ismail Thomas) anggota Komisi I DPR RI atau Bupati Kutai Barat 2006-2016,” ujar Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam sebuah konferensi pers, Selasa (15/8) dikutip dari Suara.com.
Ismail Thomas merupakan anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP. Beliau lahir di Linggang Melapeh, 31 Januari 1955.
Dikutip dari laman resmi dpr.go.id, Rabu (16/8), pria ini menempuh pendidikan S1 Ilmu Hukum di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia pada 2000-2003. Kemudian, Ismail melanjutkan pendidikan S2 Ilmu Administrasi Negara di Universitas Mulawarman pada 2007-2009.
Ismail pernah menduduki posisi pemerintahan daerah sebagai Wakil Bupati Kutai Barat dari tahun 2001 sampai 2006. Kemudian pemerintahannya berlanjut sebagai Bupati Kutai Barat dan menjabat selama 2 periode dari 2006-2011 dan sampai 2011-2016.
BACA JUGA: Mario Dandy Dituntut 12 Tahun Penjara, Jaksa: Tidak Ditemukan Alasan Pemaaf
Sebelum menjabat sebagai pemerintah daerah sekaligus sebagai awal perjalanan karier Ismail Thomas ke kancah politik, dirinya aktif di dunia organisasi dan pernah duduk di kursi legislatif DPRD Kutai Barat pada tahun 2000-2001 dari Fraksi PDIP.
Setelah itu, Ismail maju menjadi calon anggota DPR di Pemilu 2019. Ia duduk sebagai anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP.
Serta, Ismail pernah menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Kutai Barat selama 17 tahun, yakni pada tahun 2001-2018.
Tidak hanya itu, dia juga pernah dipercayai untuk menjadi Supervisor Transport di PT. Kelian eQUATORIAL MULING (KEM) pada 1990-2001.
Itulah profil singkat Ismail Thomas, politikus PDIP tersangka kasus pemalsuan dokumen tambang.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Makin Blak-blakan, Aaliyah Massaid Akui Bucin Ke Thariq Halilintar: Kamu Juara di Hati Aku
-
Mengenal Li Ran, Princess Eropa dari Asia Pertama, Istri dari Pangeran Charles Belgia
-
Fans Fuji Kecewa Konten Eksklusif Tersebar: Jadi Percuma Bayar
-
Nyanyi 'Cundamani' di Hadapan Happy Asmara, Celetukan Niken Salindry Bikin Ngakak Satu Venue
-
ARMY Next Level! Wanita Ini Pamer Rumah Berkonsep BTS, Semua Serba Ungu
Artikel Terkait
-
PDIP Bali Bantah Adanya Pencoretan Bacaleg dari Tabanan
-
Fraksi DPRD Palembang Minta Lurah Sukamulya Dipecat Karena Ganti Puluhan Ketua RT
-
Profil dan Kekayaan Bupati Trenggalek, Sang Ayah Ternyata Pernah Jadi Tukang Becak
-
Profil Poppy Capella Pimpinan Ajang Miss Universe Indonesia yang Dicabut Lisensinya
-
Massa Geruduk Kantor PDIP Bali, Polresta Denpasar Kerahkan 800 Personel
News
-
Buruh Perempuan Sawit Menanggung Beban Berlapis di Balik Asap Karhutla
-
SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026
-
Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
-
Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!
Terkini
-
Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari
-
Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat
-
Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru
-
Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa
-
Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?