Belakangan ini, putra Ganjar Pranowo, Muhammad Zinedine Alam Ganjar tengah mencuri perhatian sejumlah warganet. Pasalnya, Alam Ganjar mendapatkan pujian usai tampil bersama kedua orangtuanya pada acara talkshow yang dipandu langsung Rosiana Silalahi.
Pada acara tersebut, banyak netizen yang memuji pria berusia 22 tahun itu, Alam Ganjar tampak dewasa dan cerdas ketika menjawab pertanyaan dari sang host.
Ternyata di balik pujian tersebut, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming terseret untuk disentil dan dibanding-bandingkan dengan Alam Ganjar.
BACA JUGA: Ini Harta Kekayaan Anggota DPRD Samarinda Celni Pita Sari Suka Hidup Mewah
Melalui akun Twitter (X), terlihat salah satu netizen yang menyebut kalau Alam Ganjar lebih pintar dan punya kepribadian lebih baik dari pada Gibran Rakabuming dan adiknya Kaesang.
“Belajar bicara seperti Alam Ganjar. Keren, smart, educated, nggak nyeleneh kayak Gibran @kaesangp yang arogan!,” cuit netizen di salah satu kolom komentar pada unggahan Gibran di Twitter (X).
Pada cuitan yang lain, perbandingan itu pun sampai mengarah pada keluarga, bahwa kecerdasan Alam Ganjar hasil dari keturunan ibunya.
“Alam, Gibran apalagi Kaesang ya emang beda. Yang menarik selalu ada banyak nilai yang diturunkan ibu ke anak cowoknya baik performa sosial, cara bicara, public speaking, ketulusan, dst. Apa lagi? mbak Siti Atiqah lulusan S2 kebijakan publik dan bu Iriana mewakili profil ibu RT yang biasa-biasa saja, tentu saja standar-standarnya juga beda, normal itu. Lalu ada tanya, kok Kaesang slengekan, lha emang ibunya gak?” tulis yang lain di kolom komentar.
BACA JUGA: Suka Pamer Hidup Mewah, Ini Profil Celni Pita Sari Anggota DPRD Samarinda
Komentar julid itu pun langsung direspons oleh Gibran. Sama seperti biasa, Gibran menanggapi dengan gaya bahasa yang santai dan sederhana.
“Siap bapak,” balas Gibran.
Jawaban lain juga dilontarkan dengan nada, “Setuju pak,”.
Sontak respons Gibran tersebut mendapatkan banyak tanggapan dari netizen lain. Tak sedikit pun netizen terlihat membela Gibran Rakabuming.
“@Top**** @DeH*** dan @gibran_tweet. Si paling kenal lu Ben, emak lu kali yang slengekan. Didikan ibu Iriana mah bisa bikin anaknya jadi Wali Kota, lah anaknya Ganjar lagi kuliah disuruh bapaknya caper mulu di media. Wkwk awas tuh entar kuliah lu kagak benar,” komentar salah satu netizen.
“Tukang ngadu domba gagal kalau berhadapan sama papanya Ethes,” tambah yang lain.
“Sabar banget mas Gibran. Bapaknya sering direndahin sama bu Mega. Sekarang dia dan adiknya dibanding-bandingkan sama Alam,” papar yang lainnya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
-
Menonton Sirkus Kemiskinan: Sisi Gelap Konten Sedekah di Media Sosial
Artikel Terkait
-
Jika Duet Prabowo-Ganjar Terwujud, Jokowi Disebut Orang yang Bakal Paling Happy
-
Ogah Komentar Kaesang Pangarep Masuk PSI, Gibran: Tidak Ada Tanggapan, Urusan Mereka
-
Profil Mahfud MD Bakal Cawapres Terkuat Ganjar: Biodata, Agama dan Riwayat Karier
-
Jokowi Mulai Gerah Soal TikTok Shop, Bakal Lakukan Ini
-
Detik-detik PDIP Umumkan Cawapres Ganjar Pranowo
News
-
6 Poin Kritis dr. Tirta di Tengah Carut-Marut Kebijakan: Dari Pertamax hingga Makan Bergizi Gratis
-
ARTJOG 2026 Angkat Tema Regenerasi, Hadirkan Ruang Bertemunya Beragam Generasi dalam Dunia Seni
-
Dunia di Ambang Batas: Mungkinkah Kita Hidup Berkelanjutan dengan 12 Miliar Orang?
-
Awas! Ancaman Baru Credential Stuffing: Saat Bot AI Menyamar Menjadi Manusia
-
Resmi Naik! Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Terkini
-
Film Disclosure Day Mengguncang Iman dan Keyakinan Manusia, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Mengapa Revolusi Tidak Lahir dari Tagar
-
Daging Empuk hingga Ceker Lumer: Mengintip Menu Andalan di Sate Padang Doni
-
Elegi Hujan Bulan Juni: Merawat Tabah di Tengah Badai Rupiah yang Tiarap
-
Laut Bercerita Akhirnya Difilmkan: Sebuah Pengingat Akan Luka yang Belum Usai