Ada banyak orang yang tak sadar diri betapa pentingnya kesehatan sampai mereka sakit dan harus menginap di rumah sakit. Kalau sudah sakit, apalagi kalau sudah menjalani rawat inap, di situlah baru sadar dan berjanji untuk menjaga kesehatan setelah keluar dari rumah sakit.
Tetapi, ketika sudah keluar dari rumah sakit bukan berarti persoalan sudah beres. Ada kalanya pasien yang baru keluar dari rumah sakit harus menjalani rawat jalan dulu. Masa rawat jalan ini sebenarnya sama tidak enaknya ketika rawat inap. Tapi proses ini harusnya tetap dijalani dan baiknya pasien lebih banyak beristirahat.
Jangan sampai terjadi seperti yang wanita ini lakukan terekam dalam sebuah video yang dibagikan melalui akun TikTok @rurikurniawan24. Dalam video itu, diperlihatkan seorang wanita yang ada di tengah jalan dan tampak sedang berada di masa rawat jalan.
Wanita itu dibonceng oleh seorang pengendara. Ia diduga sedang menjalani rawat jalan karena ada salah satu benda menarik yang dia bawa, yaitu botol infus.
Ia mengangkat botol infus itu sejajar dengan kepalanya, mungkin agar cairannya bisa turun dan mengalir ke tangannya. Tidak ada yang tahu kenapa wanita itu nekat menjalani rawat jalan dengan cara yang demikian. Tidak diketahui secara pasti, bisa saja ada urusan yang mengharuskan dia berkendara.
Para warganet pun menjadi takjub sekaligus heran dengan momen wanita dibonceng sambil membawa botol infus itu. Mereka menyebutnya sebagai “the real rawat jalan,” “defenisi rawat jalan,” atau frasa-frasa yang serupa.
Sontak, unggahan tersebut berhasil mencuri perhatian warganet dan menjadi viral di TikTok. Hingga tulisan ini dibuat, video tersebut telah ditonton sebanyak 284,2 ribu kali, 22,1 ribu like, 564 komentar, 4,5 ribu kali dibagikan. Berikut beberapa komentar yang ditinggalkan netizen.
“Sakitku tidak menghalangi healingku,” tulis akun @pang****.
“Atasan ‘besok tetap masuk kerja, masih bisa jalan kan?,” sahut yang lain dengan memakai emot ketawa.
“Rawat jalan sesungguhnya,” timpal lainnya.
“Hoo mas jalan-jalan tekan pantai yo keno,” ujar netizen lain di kolom komentar.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
-
Menonton Sirkus Kemiskinan: Sisi Gelap Konten Sedekah di Media Sosial
Artikel Terkait
-
Rumah Sakit Ancam Tuntutan Balik, Keluarga Bocah yang Meninggal Usai Operasi Amandel Akui Tidak Gentar
-
Diduga Karena Korsleting Listrik, Ruang Jenazah RS Sulianti Saroso Alami Kebakaran Hebat
-
Ikut Membentuk Generasi Peduli Keselamatan, AHM Gelar Literasi Pengetahuan Berkendara Secara Aman
-
10 Momen Djiwa Anak Nadine Chandrawinata Pertama Kali Ketemu Adiknya, Gemes Banget!
-
Ekspansi Besar-besaran di Indonesia, RS Columbia Asia Tambah Dua Rumah Sakit Baru dalam Satu Minggu
News
-
Di Balik Gerakan Tanpa Kata, Bagaimana Pantomim Jadi Ruang Memulihkan Diri?
-
Di Balik Jendela TransJakarta: Ada Cerita Perjuangan yang Sering Kita Lewatkan
-
Paradoks Transportasi Jakarta: Penumpang Naik Pesat, Kenapa Macet Makin Parah?
-
In This Economy: Gengsi Nggak Bisa Bayarin Bensin, Naik Transum Is The New Flex!
-
90 Mahasiswa Indonesia Lanjut S2 Lewat Erasmus Mundus, Uni Eropa Perkuat Investasi pada Talenta Muda
Terkini
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Ulasan Novel Tuan Besar Gatsby: Saat Kekayaan Tak Mampu Membeli Cinta
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?
-
Leave No One Behind Membawa Napas Baru Lewat Aksi Bertema Perdagangan Orang
-
Samakdo: Film Horor Korea Selatan Terbaik dengan Misteri Sekte yang Sesat!