Kabar baik datang dari dunia kesehatan, yaitu baru-baru ini dikabarkan telah ditemukan vaksin generasi terbaru untuk penyakit malaria. Diketahui penyakit malaria adalah penyakit yang sangat mematikan bagi korban yang terinfeksi parasit plasmodium. Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles ini pernah menewaskan 619.00 korban jiwa selama periode tahun 2021, seperti dilansir laman Who.int.
Oleh sebab itu, para Ilmuwan berlomba-lomba untuk membuat vaksin untuk penanganan penyakit malaria ini. Hingga saat ini penelitian dan pengembangan pembuatan vaksin malaria terus dilakukan dengan harapan ditemukan vaksin yang efektif dan digunakan secara luas.
Menyadur laman Livescience, sebelumnya World Health Organization (WHO) telah merekomendasikan vaksin malaria pertama dengan nama RTS,S atau Mosquirix di tahun 2019. Selanjutnya, pada tahun 2021 setelah dua tahun vaksin Mosquirix direkomendasikan, WHO kembali merekomendasikan vaksin malaria yang kedua dengan nama R21/Matrix-M.
Dalam konferensi pers, yang diadakan pada Senin (2/10/2023), Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO mengatakan "vaksin Matrix-M sama efektifnya dengan vaksin Mosquirix". Hasil uji coba yang dilakukan di wilayah malaria menyebar secara musiman, dengan pemberian tiga dosis Matrix-X mampu mengurangi gejala malaria pada tahun berikutnya. Bahkan Tedros mengatakan jika setahun setelah pemberian dosis ketiga, ditambahkan dengan dosis keempat, maka Matrix-M mampu memberikan perlindungan dari malaria pada tahun berikutnya.
BACA JUGA: 5 Cara Ampuh Menghilangkan Biang Keringat pada Wajah
Selama ini GSK, perusahaan yang memproduksi vaksin Mosquirix hanya mampu memproduksi 15 juta dosis per tahun, dimana jumlah permintaan vaksin melebihi dari yang mampu di produksi GSK. Sedangkan The Serum Institute di India, perusahaan pembuat vaksin Matrix-X menyatakan mampu memproduksi 200 juta dosis per tahun. Dengan berhasilnya pembuatan vaksin Matrix-M, diharapkan mampu mancapai atau setidaknya mendekati tujuan bebas penyakit malaria.
Menyadur laman Theguardian, secara kualitas antara Mosquirix dengan Matrix-M tidak terlalu banyak perbedaan, karena dirancang dan dibuat dengan cara yang sangat mirip. Perbedaan yang besar dari kedua vaksin malaria ini adalah dari harga dan ketersediaan. Matrix-M memiliki harga yang lebih murah dan juga tersedia lebih banyak dibandingkan dengan Mosquirix.
Namun, pada faktanya vaksin malaria hanya bekerja untuk mengurangi gejala yang timbul pada seseorang yang terinfeksi malaria. Jadi, dengan telah ditemukannya vaksin malaria, bukan berarti penyakit malaria hilang dari Bumi, karena vaksin tidak bekerja untuk menghambat atau mencegah penularan malaria.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Memperingati Hari Asteroid Dunia, Sejarah dan Pesan Penting bagi Manusia
-
Fakta Unik Paus sperma, Kotorannya Biasa Digunakan untuk Sistem Pertahanan Diri
-
Ilmuwan: Prediksi Meleset, Ternyata Es di Antartika Mencair Lebih Cepat
-
Mengagumkan, 11 Bukti Paus Orca Memiliki Kecerdasan yang Luar Biasa
-
Miliaran Kepiting Salju Hilang dari Habitatnya, Ini Penjelasan Ilmuwan
Artikel Terkait
News
-
Kembangkan Literasi Digital Siswa, Dosen UNP Kediri Ciptakan Model Belajar Berbasis AR dan AI
-
Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les
-
Di Tangan Nyoman Nadiana, Tradisi Garam Desa Les Terus Hidup dan Lekat dengan Masyarakat
-
Kasus Pertanahan Capai 56.844, Mengapa Masyarakat Perlu Melek Soal Tanah?
-
Dari Kemiren untuk Kemiren: Kiprah Kang Edai Bersama Astra
Terkini
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan
-
Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan
-
HUT ke-81 RI dan Kebebasan Digital: Saatnya Merdeka dari Scroll Tanpa Henti
-
4 Facial Wash Anti-Aging Rawat Elastisitas Kulit, Harga Murah Rp30 Ribuan