MAN 2 Bantul kembali melaksanakan kegiatan rutin tahunan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Dewan Ambalan Diponegoro – R.A. Kartini, pada hari Jum'at (06/09/2024). Acara ini menjadi momentum penting dalam regenerasi kepemimpinan anggota Pramuka di lingkungan madrasah, sekaligus sarana evaluasi kinerja kepengurusan lama serta pengukuhan dewan ambalan baru.
Kegiatan yang berlangsung di lapangan MAN 2 Bantul ini dihadiri oleh kepala madrasah, pembina Pramuka, guru-guru, serta para siswa yang tergabung dalam anggota Pramuka. Suasana khidmat menyelimuti acara sejak dimulainya kegiatan pada pukul 15.00 WIB.
Acara diawali dengan upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Ambalan periode sebelumnya, serta diikuti oleh para anggota dengan semangat disiplin khas Pramuka. Dalam sambutannya, Ketua Dewan Ambalan Diponegoro periode 2023, Astnan Fauzi, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh anggota atas kerja sama yang solid selama kepemimpinannya. Ia juga berharap kepengurusan yang baru dapat melanjutkan berbagai program positif yang telah dijalankan.
"Setiap periode kepemimpinan memiliki tantangan tersendiri, dan kami bangga bisa melaluinya dengan baik berkat dukungan semua pihak. Saya yakin, kepengurusan yang baru akan bisa membawa Ambalan Diponegoro dan R.A. Kartini menuju prestasi yang lebih tinggi," ungkap Astnan dalam pidatonya.
Setelah pidato dari ketua sebelumnya, dilakukan prosesi serah terima jabatan. Dewan Ambalan periode 2024, secara simbolis menerima tanggung jawab dan tugas baru dari kepengurusan lama. Momen ini ditandai dengan penyerahan bendera ambalan dan buku laporan kegiatan selama setahun terakhir.
Kepala MAN 2 Bantul, Ibu Nur Hasanah Rahmawati, dalam sambutannya, menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan dalam organisasi seperti Pramuka.
"Kegiatan ini tidak hanya soal seremonial, tetapi juga sebagai wujud nyata pendidikan karakter, di mana kalian belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan. Saya berharap para pemimpin baru bisa meneruskan semangat ini dan membawa Pramuka MAN 2 Bantul lebih baik lagi," ujarnya.
Tak hanya serah terima jabatan, acara ini juga disertai dengan sesi ramah tamah dan penampilan kreativitas dari anggota Pramuka, seperti penampilan sandiwara singkat bertema kepemimpinan dan lomba yel-yel antar regu.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan Dewan Ambalan yang baru dapat mengemban amanah dengan baik, serta terus berinovasi dan berkontribusi aktif, baik dalam kegiatan Pramuka maupun di lingkungan madrasah.
Baca Juga
-
Gelar Kunjungan Industri, Siswa MAN 2 Bantul Praktik Olah Bandeng Juwana
-
MAN 2 Bantul Terima Wakaf dari Keluarga Almh Hj. Munifah binti Istamar
-
Penyerahan Sertifikat Wakaf kepada Keluarga Hj. Munifah di MAN 2 Bantul
-
Sukseskan SNPDB 2025/2026: Kepala MAN 2 Bantul Ikuti Sosialisasi
-
MAN 2 Bantul Raih Prestasi Gemilang pada Ajang Penghargaan Kemenag Bantul
Artikel Terkait
-
Gadai Emas Jadi Solusi Penyediaan Dana Cepat bagi Ibu Rumah Tangga hingga Pelaku UMKM
-
Sambut HUT MAN 2 Bantul, Tim Paduan Suara Guru Siapkan Penampilan Istimewa
-
Riwayat Pendidikan Nikita Mirzani, Ceplas-ceplos Sebut Baim Wong Bakal Jadi Duda
-
Lebih dari Sekadar Program, Apa Dampak PPK Ormawa UKM LEPPIM UPI 2024?
-
Beda Pendidikan Kiky Saputri vs Andhika Pratama: Ogah Disamakan Meski Satu Kerjaan
News
-
Pelajar SMP Indonesia Juara ESD Symposium di Malaysia, Kalahkan Peserta SMA dari Berbagai Negara
-
Transformasi Manajemen Masjid: Dosen UNY Latih Takmir di Klaten Bangun Ekosistem yang Solutif
-
Kisah di Balik Angka 8%: Saat Suara Driver Ojol Akhirnya Didengar Istana
-
Nonton Pee Nak 5: Siap-siap Ketawa di Antara Jump Scare yang Bikin Jantungan!
-
Salah Kaprah Soal JHT: Bukan Cuma Dana Hari Tua, Bisa Jadi Penyelamat Finansialmu!
Terkini
-
DC Studios Umumkan Joker: Laugh Riot, Jadi Serial Anime Pertama
-
Membaca Ulang Sang Mahapatih Gajah Mada di Buku Agus Munandar
-
Ulasan The Winning Try: Kisah Tim Rugby Buangan yang Layak Diperjuangkan
-
Mengintip Surga Laptop Second Jogja yang Jadi Penyelamat Mahasiswa Rantau
-
Saat Stigma Menjadi Senjata: Mengapa Label "Demo Bayaran" Bisa Mematikan Demokrasi?