Pendidikan dasar pada mata pelajaran Matematika merupakan masalah yang harus segera ditanggapi dengan cermat. Dalam pendidikan Matematika, seorang guru tidak hanya harus memastikan bahwa siswa yang diajarinya paham akan materi yang diajarkan, tetapi juga dapat mengajak siswanya untuk menikmati proses memahami materi tersebut.
Hal inilah yang menginisiasi Immanuel Sinaga, salah satu mahasiswa Tim 1 KKN Universitas Diponegoro (Undip), untuk mengenalkan LaTeX pada guru-guru SD dan MI di Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Imman, demikian panggilan akrabnya, yang berasal dari Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Matematika, melihat bahwa guru-guru di SD dan MI di Desa Jatisobo belum sepenuhnya memaksimalkan sumber daya yang dapat digunakan untuk mengajarkan Matematika pada siswa-siswanya.
Imman menawarkan LaTeX sebagai salah satu alternatif bagi para guru dalam penulisan dokumen yang berkaitan dengan pembelajaran Matematika, seperti pembuatan modul, rangkuman, atau latihan soal, yang tentunya akan sangat berbeda jika dibandingkan dengan Microsoft Word.
Pengenalan LaTeX yang dicanangkan Imman telah terlaksana di 3 SD Negeri dan 1 MI Swasta di wilayah Desa Jatisobo pada 4, 5, 7, dan 8 Februari 2025, dengan rincian jadwal pelaksanaan dan peserta sebagai berikut:
- 4 Februari 2025 di MI Muhammadiyah Jatisobo sebanyak 1 peserta
- 5 Februari 2025 di SDN Jatisobo 02 sebanyak 5 peserta
- 7 Februari 2025 di SDN Jatisobo 01 sebanyak 1 peserta
- 8 Februari 2025 di SDN Jatisobo 03 sebanyak 1 peserta
Pelaksanaan kegiatan pengenalan LaTeX oleh Imman kepada guru-guru SD dan MI meninggalkan kesan yang baik bagi setiap guru yang mengikuti kegiatan tersebut. "Tentunya, aplikasi ini sangat membantu bagi kami dalam penyusunan materi Matematika yang kami ajar pada siswa-siswa kami," komentar Andika Yudha Tiyasa, guru MI Muhammadiyah Jatisobo yang menjadi peserta kegiatan pengenalan LaTeX ini, dikutip dari tanggapan yang didengar secara langsung setelah pelaksanaan kegiatan.
"Sejauh ini, pengenalan ini sangat membantu, tetapi, memang untuk dapat menguasai aplikasi ini, dibutuhkan pembiasaan yang harus konsisten," pendapat Wahyu Priyono, guru SDN Jatisobo 01 yang juga merupakan peserta kegiatan pengenalan LaTeX ini, dikutip dari tanggapan langsung juga setelah pelaksanaan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengenalan awal mengenai LaTeX beserta cara pemasangannya, dilanjut dengan dasar-dasar penulisan LaTeX dari pengenalan kode dasar, penulisan heading dan paragraf, penulisan notasi matematika, hingga pembuatan tabel dan memasukkan gambar.
Selama pelaksanaan, Imman juga memberikan modul daring pada guru-guru yang menjadi peserta via surel (e-mail) yang dikirim secara pribadi, yang tentunya telah mendapat izin dari Imman untuk menyebarkan modulnya pada guru-guru lain di lingkungan sekolah tersebut, sebagai salah satu tindak lanjut yang dapat dilakukan setelah kegiatan.
Baca Juga
Artikel Terkait
News
-
Tak Lagi Asal Jalan: Standar Keamanan Jip Bromo Akan Segera Diperketat
-
Dolar AS Menguat, Haruskah Kita Mulai Mengencangkan Ikat Pinggang Sekarang?
-
Menjaga Nostalgia, Merangkul Semua: Upaya Orutaku Club Agar Tetap Inklusif
-
Pelajar SMP Indonesia Juara ESD Symposium di Malaysia, Kalahkan Peserta SMA dari Berbagai Negara
-
Transformasi Manajemen Masjid: Dosen UNY Latih Takmir di Klaten Bangun Ekosistem yang Solutif
Terkini
-
Lelaki yang Menawarkan Euforia Lewat Kereta Luncur di Tengah Belantara
-
Nijiro Murakami Terseret Dugaan Penganiayaan, Kasus Dilimpahkan ke Jaksa
-
Tak Terkalahkan! Jepang Lolos 32 Besar dan Tegaskan Kekuatan Terbaik Asia
-
5 Cushion untuk Menyamarkan Pori-Pori Besar agar Makeup Lebih Mulus
-
Angelina Jolie Akui Belum Berkencan sejak Cerai, Ingin Fokus Urus Hal Ini