Tanggap bencana merupakan sesuatu yang harus menjadi perhatian serius bagi warga desa. Hal inilah yang menjadi perhatian bagi mahasiswa kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 1 Universitas Diponegoro (Undip) 2025 untuk memberikan edukasi tentang mitigasi bencana bagi seluruh warga Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Dari dialog yang dilakukan mahasiswa dengan beberapa perangkat desa dan warga desa, dalam beberapa tahun terakhir, belum pernah terjadi bencana yang menimpa Desa Jatisobo sendiri. Kendati demikian, edukasi mengenai mitigasi bencana tetap penting dilakukan.
Immanuel Sinaga, mahasiswa Program Studi Matematika Universitas Diponegoro, yang tergabung dalam kelompok KKN Tim 1, ikut memberikan sosialisasi terkait kapasitas titik kumpul. Dalam acara yang bertajuk "Sosialisasi dan Realisasi Sistem Mitigasi Bencana Multi-hazard di Desa Jatisobo", Immanuel Sinaga atau yang paling sering disapa Imman, menyampaikan tentang kapasitas maksimal pengungsi dari setiap titik kumpul yang telah ditetapkan sebelumnya oleh kelompok KKN Tim 1 Undip 2025.
Dalam penyampaiannya, Imman menggunakan standar internasional, yaitu dari National Fire Protection Association (NFPA) 101, di mana NFPA 101 mengatur terkait luas daerah yang dapat ditempati oleh satu orang, kemudian standar luas tersebut digunakan untuk menentukan kapasitas maksimal yang dapat ditampung oleh daerah yang menjadi titik kumpul evakuasi.
Sosialisasi tersebut dilaksanakan dalam acara yang berlangsung di Pendopo Balai Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada pukul 20.00 WIB, dengan dihadiri oleh 27 orang, yang terdiri dari perwakilan perangkat desa, Ketua RW dan RT, Ketua Karang Taruna, perwakilan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan beberapa anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Desa Jatisobo.
Selain tentang kapasitas titik kumpul, sosialisasi tersebut juga memberikan edukasi lainnya, di antaranya tentang jalur evakuasi, persiapan yang harus dilakukan, hingga pertolongan pertama pada korban bencana apabila terjadi bencana suatu saat nanti.
"Kami berharap, dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat akan semakin paham dan semakin siap untuk menghadapinya apabila terjadi bencana yang menimpa Desa Jatisobo suatu saat nanti," ujar Imman, yang dikutip dari pernyataan yang sempat disampaikannya saat penyampaian kata-kata sambutan mewakili kelompok KKN Tim 1 Undip 2025 saat pelaksanaan acara.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Mahasiswa KKN Unila Ciptakan Presensi Online untuk Aparatur Desa
-
Optimasi Profit, KKN Undip Kenalkan Program Linear ke UMKM di Desa Jatisobo
-
Tingkatkan Keahlian Guru SD/MI di Desa Jatisobo, KKN Undip Kenalkan LaTeX
-
Sinergi KKN Unila, UPTD Puskesmas Kalianda, dan PKK Cegah Stunting dan PTM
-
KKN Unila Beri Solusi Pertanian Berkelanjutan, Olah Dedak Padi Jadi Pupuk Jakaba
News
-
Kembangkan Literasi Digital Siswa, Dosen UNP Kediri Ciptakan Model Belajar Berbasis AR dan AI
-
Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les
-
Di Tangan Nyoman Nadiana, Tradisi Garam Desa Les Terus Hidup dan Lekat dengan Masyarakat
-
Kasus Pertanahan Capai 56.844, Mengapa Masyarakat Perlu Melek Soal Tanah?
-
Dari Kemiren untuk Kemiren: Kiprah Kang Edai Bersama Astra
Terkini
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan
-
Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan
-
HUT ke-81 RI dan Kebebasan Digital: Saatnya Merdeka dari Scroll Tanpa Henti
-
4 Facial Wash Anti-Aging Rawat Elastisitas Kulit, Harga Murah Rp30 Ribuan