Dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyerukan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia.
Seruan tersebut disampaikannya saat menghadiri acara doa bersama dan peringatan Maulid Nabi di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya pada Minggu. Menurutnya, peringatan kelahiran Nabi Muhammad merupakan momen refleksi untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutan yang diberikan, Kapolri menekankan bahwa Indonesia adalah negara besar dengan beragam suku, agama, adat istiadat, dan budaya. Keberagaman ini seharusnya menjadi kekuatan untuk terus bersatu dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia pun mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan bagaimana bangsa ini bisa keluar dari masa penjajahan karena adanya semangat perjuangan dan persatuan rakyat.
“Kita semua menyadari bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat besar. Maka, menjadi tugas bersama untuk menjaga Indonesia,” tegas Kapolri di hadapan ribuan undangan yang hadir, sebagaimana melansir Antara News pada Senin (8/9/2025).
Lebih jauh, Kapolri juga mengingatkan bahwa kemerdekaan yang telah diraih dengan susah payah adalah amanah yang harus terus dirawat dan dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, hanya dengan persatuan dan kerja sama antarwarga negara, Indonesia bisa tumbuh menjadi bangsa yang benar-benar merdeka, berdaulat, dan sejahtera.
Dalam acara tersebut, setidaknya ada 6.316 undangan yang hadir. Terdiri dari jajaran pejabat utama Mabes Polri, pejabat TNI, tokoh masyarakat, komunitas ojek online, buruh, hingga organisasi kemasyarakatan seperti Banser NU, Kokam Muhammadiyah, dan Laskar Merah Putih.
Acara turut diisi dengan ceramah dari Ustadz Adi Hidayat dan KH Zulfa Mustofa, yang ditutup dengan doa bersama.
Tak hanya itu, Kapolri juga menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan santunan kepada 400 anak yatim, yang diwakili secara simbolis oleh delapan orang anak. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas juga menjadi bagian penting dari semangat Maulid Nabi.
Kapolri Listyo Sigit juga menyinggung tentang bonus demografi yang sedang dialami Indonesia. Ia menyebut, ini merupakan masa-masa krusial yang harus dimanfaatkan dengan baik agar Indonesia bisa naik kelas menjadi negara maju. Namun, ia mengingatkan, jika masyarakat lengah dan mudah dipecah belah, peluang besar itu bisa hilang begitu saja.
“Karena kita lengah, kita disusupi, kita dipecah, akhirnya kita gagal menjadi negara maju. Tentunya itu adalah pilihan kita bersama,” ujarnya.
Marak Berita Hoax, Masyarakat Harus Perangi Bersama Demi Hindari Perpecahan
Tentu masyarakat perlu lebih waspada terhadap penyebaran berita hoax, terutama yang mengandung isu-isu sensitif yang berpotensi memecah belah bangsa. Apalagi sekarang informasi palsu kerap menjadi alat adu domba yang dapat mengganggu ketentraman dan mengancam persatuan masyarakat.
Untuk itu, masyarakat agar lebih teliti sebelum mempercayai atau menyebarkan suatu informasi. Langkah preventif yang bisa dilakukan di antaranya adalah dengan memeriksa kebenaran informasi, hanya menggunakan sumber berita yang resmi dan terpercaya, serta tidak mudah terpancing dengan kabar yang belum jelas keabsahannya.
Kondusivitas keamanan menjadi faktor penting dalam mendukung program pembangunan nasional. Dengan keamanan yang terjaga, pemerintah bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya dalam bentuk kesejahteraan.
Momentum Maulid Nabi menjadi saat yang tepat untuk merenungkan kembali pentingnya nilai-nilai kebersamaan, kasih sayang, dan kepedulian sosial dalam kehidupan berbangsa.
Pesan Kapolri Listyo Sigit tentang pentingnya menjaga persatuan harus menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa ini hanya bisa dicapai dengan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat.
Di tengah tantangan global dan derasnya arus informasi, bangsa Indonesia dituntut untuk tetap waspada, bijak dalam menyikapi setiap isu, dan terus mempererat tali persaudaraan demi Indonesia yang damai, sejahtera, dan berdaulat.
Baca Juga
-
Sisi Lain The East Palace: Banjir Plot Twist, Siapa Arwah Kolam Sebenarnya?
-
Agent Kim Reactivated: Saat Pertengkaran Remaja Sukses Guncang Dua Negara
-
Tekad Jordi Amat Hajar Kamboja di Piala AFF 2026, Tak Sekadar Omong Kosong?
-
Argentina Tumbang, Spanyol Rebut Gelar Juara Piala Dunia 2026
-
Jude Bellingham Ukir Rekor Baru, Kukuhkan Posisi sebagai Bintang Top?
Artikel Terkait
-
8 Fakta Mengejutkan Tragedi Maulid Nabi di Ciomas, dari Teras Maut Hingga Jumlah Korban
-
Beda dari Anak Politisi Lain, Renny Sutiyoso Dicoret Ayah Sendiri saat Mau Nyaleg
-
Perayaan Maulid di Bogor Berujung Duka, Mushola Ambruk Tewaskan 3 Orang
-
Maulid Nabi Berakhir Duka: Mengenal Tradisi Warga Bogor yang Tercoreng Tragedi Runtuhnya Mushola
-
Pergi Mengaji untuk Menyambut Maulid, Pulang Tanpa Nyawa: Kisah Pilu di Balik Tragedi Mushola Ciomas
News
-
Semarak Hari Anak Nasional 2026 di SDN Nongkosawit 01 Semarang
-
Menitipkan Lansia di Daycare Bukan Berarti Membuang, Melainkan Merawat Kewarasannya
-
Stop Sebut Gen Z Manja! Mereka Cuma Mau Bekerja Tanpa Kehilangan Kewarasan
-
Viral Anak Pejabat Gayo Lues Flexing, Asisten I Sekda Minta Maaf dan Beri Klarifikasi
-
Viral Gula Disulut Sendok Panas Semburkan Api, Benarkah Mirip Bensin? Ini Penjelasan Sainsnya
Terkini
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Buku Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?: Teman Anak-Anak yang Kehilangan Ayah
-
Review Rebecca: Misteri Psikologis Klasik dengan Plot Twist Mengejutkan
-
Ketika Institusi Publik Menjadi Arena Eksperimen Kebijakan
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun