Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (73), melantik 11 menteri dan wakil menteri (wamen) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2025).
Pelantikan ini menandai adanya reshuffle jilid II Kabinet Merah Putih, sekaligus memperkuat formasi pemerintahan dengan memasukkan sejumlah nama baru maupun wajah lama yang kembali dipercaya.
Sebelas kabinet yang dilantik ini meliputi beberapa jajaran pejabat yaitu menteri, wakil menteri (wamen), kepala badan, wakil kepala badan, serta kepala kepresidenan.
Pelantikan ini didasarkan oleh tiga Keputusan Presiden (Keppres) yaitu Keppres Nomor 96B Tahun 2025, Keppres Nomor 97B Tahun 2025, dan Keppres Nomor 152/TPA Tahun 2025.
Melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Presiden Prabowo Subianto mengucapkan sumpah yang kemudian diikuti oleh pejabat yang dilantik.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-perundangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," demikian bunyi sumpah yang diikuti oleh pejabat tersebut.
Selanjutnya, sesi pelantikan dilanjutkan dengan menyebutkan nama-nama menteri yang dilantik dan menandatangani berita acara pelantikan.
Berikut daftar 11 pejabat yang dilantik Prabowo:
- Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan
- Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)
- Afriansyah Noor (Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker)
- Rohmat Marzuki (Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut)
- Sarah Sadiqa, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
- Angga Raka Prabowo, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
- Farida Faricha, Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop)
- Sonny Sanjaya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)
- Naniek S. Dayang, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)
- Ahmad Dofiri, Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Polri
- Muhammad Qodari, Kepala Staf Kepresidenan (KSP)
Selain itu, adapun empat pejabat yang diberhentikan:
- Erick Thohir, Menteri BUMN
- Sulaiman Umar, Wakil Menteri Kehutanan
- Hasan Nasbi, Kepala Komunikasi Kepresidenan
- Anto M. Putranto, Kepala Staf Kepresidenan
Dengan demikian, pelantikan tersebut resmi menambah 11 pejabat baru dalam Kabinet Merah Putih sekaligus mengakhiri masa jabatan empat pejabat sebelumnya.
Baca Juga
-
Merayakan Perempuan, FISTFEST Hadirkan Ruang Ekspresi Lewat Bunga dan Musik
-
Menebar Kebaikan di Bulan Suci, FISTFEST Berkolaborasi dengan Waroeng Steak
-
Tanam Mangrove dan Berkarya, Kolaborasi Seniman dan Penulis di Pantai Baros
-
4 Rekomendasi Social Space di Jogja untuk Nongkrong dan Diskusi Santai
-
Lagu Digunakan Tanpa Izin, Band Wijaya 80 Laporkan Pelanggaran Hak Cipta
Artikel Terkait
-
Ditunjuk Prabowo Reformasi Polri: Sosok Ahmad Dofiri Jenderal Rp7 Miliar Berani Pecat Ferdy Sambo!
-
Balas Dendam? Pengamat Ungkap Alasan Prabowo Pilih Mantan Pemecatnya Jadi Menko Polkam
-
Resmi Jadi Kepala LKPP, Ini Rekam Jejak dan Prestasi Sarah Sadiqa
-
Orang yang Memecatnya Kini Diangkat Menko Polkam, Bukti Prabowo Tak Dendam ke Djamari Chaniago?
-
Profil Ahmad Dofiri, Wakapolri yang Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden
News
-
Sisi Gelap Internet: Ketika Privasi Menjadi Ruang Nyaman bagi Para Predator
-
Rekor Baru! Sabastian Sawe Jadi Manusia Pertama Lari 42 Km di Bawah 2 Jam
-
Kurangi Ketergantungan Diesel, IESR Desak Prioritaskan PLTS di Daerah Terpencil
-
Dari Gubuk Seng di Pinggir Rawa ke Universitas Glasgow: Perjalanan Hengki Melawan Keterbatasan
-
5 Moisturizer Paling Sering Direkomendasikan Dermatolog, Andalan untuk Skin Barrier Sehat
Terkini
-
Pendidikan Perempuan di Daerah: Terjebak Antara Mimpi dan Keterbatasan
-
6 Pilihan Tablet Murah Terbaru 2026: Layar Lebar, Streaming Makin Puas
-
Wajah Lebih Cerah dalam 7 Hari: 5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Anti-Flek Hitam
-
Hempas Kulit Kusam! 4 Scrub Mask Black Sugar Terbaik untuk Wajah Glowing
-
Ketika Waktu Memanggil: Cinta yang Tersesat di Medan Perang Sarajevo 1993