Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market 2025 resmi dibuka di Jogja Expo Center (JEC) dengan rangkaian pembuka yang padat dan langsung menghidupkan suasana. Acara dimulai dengan penampilan tarian Rwondo Seto, sebuah pertunjukan yang mengisahkan semangat Hanuman sebagai tokoh yang digambarkan penuh energi, keteguhan, dan dedikasi.
Filosofi tarian ini merefleksikan semangat JAFF Market dalam membangun ekosistem perfilman yang berkelanjutan dan berjejaring.
Setelah tarian usai, agenda berlanjut dengan sejumlah sambutan. Linda Gozali, Market Director JAFF Market, menjadi pembicara pertama.
Dalam sambutannya, Linda menyebut JAFF Market edisi kedua ini sebagai platform industri yang “future-oriented”, dan bukan sekadar ruang berkumpul. Ia juga menyampaikan peningkatan signifikan jumlah peserta, yakni 116 exhibitor, 122 perusahaan, serta lebih dari 1.400 badge akreditasi.
Linda mengingatkan para peserta untuk menjelajahi setiap sudut venue yang tahun ini lebih padat dibandingkan tahun sebelumnya.
Keynote speech selanjutnya disampaikan oleh Ahmad Mahendra, Dirjen Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemenko PMK. Ia menyampaikan salam dari Menteri dan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung ekosistem film Indonesia.
Ahmad menjelaskan berbagai program yang telah dilakukan, mulai dari dukungan festival hingga penguatan manajemen talenta nasional. Ia menekankan bahwa pasar film seperti JAFF Market bukan hanya soal transaksi, melainkan ruang untuk membangun masa depan industri.
Sambutan ketiga diberikan oleh Sultan Baktiar Najamudin, Wakil Ketua DPD RI. Dalam pernyataannya, Sultan menyampaikan apresiasi kepada para pelaku industri film yang hadir dari berbagai daerah dan negara.
Ia menyoroti pentingnya keberanian dan kolaborasi lintas wilayah, serta menyebut Indonesia sebagai panggung sinematik besar yang memiliki potensi tidak terbatas.
Sultan juga mengajak para kreator muda untuk terus berkarya dan memanfaatkan ruang seperti JAFF Market sebagai wadah bertemu kesempatan.
Acara kemudian ditutup dengan sesi pembukaan simbolik JAFF Market yang melibatkan sejumlah tokoh industri. Para tamu dan media mengabadikan momen tersebut sebelum agenda dilanjutkan ke rangkaian program yang berlangsung selama tiga hari, mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB.
JAFF Market 2025 menghadirkan lebih dari seribu kegiatan dan ratusan booth pameran yang dapat dikunjungi peserta sepanjang penyelenggaraan.
Baca Juga
-
5 Tanda Teman Kamu Quiet Quitting dan Cara Menyikapinya
-
Di Balik Penyesalan Menkes, Ada PR Besar Layanan Kesehatan Papua
-
Sampai Jumpa: Lagu Baru Afgan yang Diam-Diam Menarik Nostalgia Refrain
-
Tanpa Kalkun pun Bisa, Ini 5 Cara Kamu Merayakan Thanksgiving Versi Lokal
-
Disebut Ketuaan, Irfan Hakim Nekat Debut Dangdut
Artikel Terkait
-
Massive Music Hadirkan Solusi Musik untuk Sineas di JAFF Market: Lebih Cepat dan Akurat!
-
Saat Bahasa Ngapak Nggak Lagi Jadi Bahan Tertawaan
-
Saat Kujang Emas: Batara Jayarasa Menyulut Fantasi-Aksi Perfilman Indonesia
-
Libatkan Sutradara Kawakan Edwin, JAFF 2025 Siap Gebrak Yogyakarta dengan Ratusan Film dan Kejutan
-
Perayaan 20 Tahun JAFF, Opera Jawa Garin Nugroho Kembali Diputar Pakai Format Seluloid Langka
News
-
Babak Akhir Drama Tumbler Hilang di KRL: Mediasi dan Saling Minta Maaf
-
Tak Terduga! SBY Spontan Hentikan Mobil dan Melukis di Pinggir Jalan Wonogiri
-
Hilang di KAI, Anita dan Alvin Akhirnya Minta Maaf soal Tumbler Tuku
-
Review Film The Cursed: Dead Mans Prey, Kisah Mayat Hidup Pembawa Dendam
-
Konflik PBNU Memanas, Mahfud MD: Saya Hanya Ingin NU Tetap Selamat
Terkini
-
Ahmad Assegaf Batal Ajukan Banding usai Resmi Diceraikan Tasya Faraysa
-
Viral Tumbler KAI: Bahaya Curhat di Medsos Bagi Karier Diri dan Orang Lain
-
Belajar Self-Love dari Buku Korea 'Aku Nggak Baper, Kamu Yang Lebay'
-
Mundurnya Kamboja dari SEA Games 2025 Tidak Hanya Untungkan Timnas Indonesia
-
Ulasan Novel Missing Ex Karya Merinda, Misi Mencekam Mencari Mantan Kekasih