Usai buka penggalangan dana yang tembus hingga Rp10 miliar, Ferry Irwandi memutuskan rehat sejenak setelah dampingi relawan di Sumatera. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberi dukungan dan kekuatan selama proses tersebut.
Melansir dari salah satu unggahan di akun Instagram @irwandiferry pada Senin (8/12/2025), Ferry menjelaskan bahwa dirinya harus kembali ke Jakarta karena stok obat yang dibawanya telah habis.
Ia menyebut memiliki keterbatasan aktivitas tanpa obat sehingga memilih undur diri lebih dulu agar tidak menjadi beban bagi rekan-rekannya di lapangan.
“Kawan-kawan saya harus pulang dulu ke Jakarta karena stock obat sudah habis dan saya nggak mau jadi beban nantinya untuk teman-teman di sini. Saya punya keterbatasan aktivitas, terlebih tanpa obat-obatan, untuk itu saya minta maaf harus undur diri dulu,” tulis Ferry Irwandi dalam keterangan di Instagram.
Ia juga menyampaikan bahwa kebutuhan untuk wilayah Sumatra masih akan dipenuhi bersama para relawan. Ia juga menegaskan akan kembali berbelanja perlengkapan yang dibutuhkan dan dijadwalkan mengirimkannya pada Kamis mendatang.
Ia turut mengirimkan semangat untuk para relawan yang masih bertugas di lapangan dari berbagai daerah dan latar belakang. Dalam pesannya, ia menyampaikan terima kasih atas bantuan, kehangatan, dan kebersamaan yang menurutnya membuat semua pihak yang terlibat terasa luar biasa.
“Selamat berjuang untuk seluruh pejuang di lapangan, saudara berbagai seragam dan daerah, terima kasih atas segala bantuan, kehangatan dan kebersamaan selama ini, kalian semua luar biasa!” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa penyaluran donasi dari masyarakat Indonesia akan terus berjalan meski dirinya harus rehat sejenak. Proses distribusi bantuan tetap diteruskan oleh para relawan @kitabisacom bersama jaringan relawan lainnya dengan dukungan berbagai pihak.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dan keterbatasannya selama berada di lokasi bencana selama sepekan. Ia menuturkan belum dapat menjangkau banyak titik dengan berbagai situasi dan kondisi.
“Saya meminta maaf secara personal atas banyaknya kekurangan dan keterbatasan selama sepekan di sini, minta maaf juga belum bisa pergi langsung ke banyak titik dengan berbagai situasi dan kondisi, sekali lagi saya minta maaf,” tutur Ferry.
Selanjutnya, ia turut mengungkapkan rasa terima kasih atas seluruh dukungan yang diberikan, baik dari rekan-rekan di lapangan maupun dari masyarakat di dunia maya. Semua bentuk support itu disebutnya menjadi sumber kekuatan dan energi yang membuat mereka mampu terus melanjutkan upaya kemanusiaan bersama.
Sebagai penutup, Ferry menuturkan bahwa pengalamannya selama berada di tiga provinsi terdampak bencana memberi begitu banyak pelajaran berharga. Ia menyebut momen-momen itu mengajarkannya untuk menjadi manusia yang lebih baik setiap hari, sebuah pengalaman yang menurutnya tak akan pernah ia lupakan seumur hidup.
Di sisi lain, mengutip dari unggahan di Instagram Story-nya pada Selasa (9/12/2025), ia menjelaskan bahwa rencana kembali ke Sumatra masih menyesuaikan kondisi di lapangan dan mempersiapkan diri terlebih dahulu.
“Lagi dilihat kemungkinannya, hari ini belanja dulu, ke dokter dulu, stock obat dulu, besok kirim bantuan lagi. Kalau memungkinkan, kita berangkat lagi,” tulisnya
Lebih jauh lagi, penyaluran bantuan yang telah dirintis Ferry bersama para relawan dipastikan tetap berjalan. Koordinasi antarrelawan dan dukungan berbagai pihak diharapkan membuat proses distribusi bantuan terus berlangsung secara lancar dan berkelanjutan.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tanam Mangrove dan Berkarya, Kolaborasi Seniman dan Penulis di Pantai Baros
-
4 Rekomendasi Social Space di Jogja untuk Nongkrong dan Diskusi Santai
-
Lagu Digunakan Tanpa Izin, Band Wijaya 80 Laporkan Pelanggaran Hak Cipta
-
Menunggu Hari Perempuan Bisa Benar-Benar Aman dan Nyaman di Konser Musik
-
Diduga Selingkuh Lagi, Jennifer Coppen Singgung Sosok Jule di Live
Artikel Terkait
-
Bencana Sumatra Lumpuhkan 52 Daerah, Pemerintah Didesak Segera Aktifkan Transportasi Perintis
-
Omara Esteghlal Kritisi Video Klarifikasi Zulkifli Hasan: Kita Hormat ke Orang yang Layak
-
Arsinum dan Drone: Terobosan Penting Respons Bencana di Sumatera dari BRIN
-
Dasco Jelaskan Nasib Jabatan Bupati Mirwan MS Secara Ketatanegaraan Demokratis
-
Nicholas Saputra Dituding Cuek soal Banjir Sumatra, Rekan Beberkan Fakta
News
-
Realita Pahit Dunia Kripto: Mengapa Jutaan Token Akhirnya Mati dan Lenyap?
-
Nara Lahmusi dan Gita FU Spill Rahasia Membuat Cerpen Makin Menarik di Yoursay Writing Class
-
Hobi sebagai Self-Healing: Awalnya Iseng, Eh Malah Jadi Pelepas Stres
-
Membongkar Jebakan Kemiskinan Spasial Pekerja Informal di Kabupaten Tangerang
-
Bukan Hujan Biasa: Menakar Kesiapsiagaan Menghadapi Risiko Hidrometeorologi