"Secara harfiah, evergreen berarti pohon yang selalu berwarna hijau sepanjang tahun. Bisa pula diartikan sebagai selamanya. Aku ingin kafe ini, juga orang-orang di dalamnya, bisa bersahabat selamanya, seperti cemara yang tak berubah warna." (Evergreen, halaman 195).
Novel Evergreen karya Prisca Primasari pertama kali diterbitkan di tahun 2013 oleh penerbit Grasindo. Novel yang memiliki jumlah halaman sebanyak 203 ini memiliki vibes heartwarming dan nuansa Jepang klasik yang sangat khas. Selain itu, Evergreen banyak sekali mengajarkan hal-hal penting dalam kehidupan, salah satunya tentang memaafkan yang dapat membuat diri menjadi lebih baik dan merasa kembali 'hidup'.
Sinopsis Novel Evergreen
Mengisahkan tentang Rachel, seorang gadis keturunan Jepang-Amerika yang baru saja dipecat dari pekerjaan yang selalu ia banggakan, yakni seorang editor novel misteri di sebuah kantor penerbit ternama. Rachel memiliki kepribadian yang sangat buruk, ia sangat egois, bersikap semaunya, dan hanya ingin dimengerti oleh orang lain tanpa mau mempedulikan keadaan sekitar.
Karena memiliki kepribadian yang sangat buruk, Rachel juga diasingkan oleh teman-temannya ketika mereka mengetahui bahwa dirinya telah dipecat dari kantornya. Merasa depresi dan lelah dengan hal yang menimpanya bertubi-tubi membuat Rachel memikirkan untuk lebih baik melakukan bunuh diri.
Namun, hal tersebut langsung ia urungkan ketika Rachel bertemu sebuah kafe es krim yang bernama Evergreen. Rachel yang penasaran memutuskan untuk pergi ke kafe itu dan ia melihat ada banyak orang yang memancarkan kebahagiaan, menu-menu yang disajikan berasal dari bahan-bahan berkualitas tinggi, hingga seluruh karyawan kafe itu sangat ramah dan tampak harmonis satu sama lain.
Salah satu kegiatan unik yang Rachel temukan dalam kafe itu adalah kegiatan gathering khusus para karyawan yang diadakan sebulan sekali. Dalam acara tersebut, para karyawan akan bergantian untuk menceritakan berbagai kenangan yang mereka miliki kepada semua orang yang menyaksikannya. Tanpa sadar, Rachel jadi ikut membuka dirinya kepada para karyawan yang memiliki senyum indah kepada para pengunjung. Ketika mereka mengetahui bahwa Rachel berniat bunuh diri, para karyawan tersebut memutuskan untuk merekrut Rachel untuk bekerja di kafe mereka.
Berawal menjadi pelayan di kafe, hidup Rachel perlahan mengalami perubahan. Ia sadar selama ini telah menjalani hidup dengan cara yang salah dan terlalu angkuh, menyadari bahwa ada orang lain yang hidupnya lebih menderita dibandingkan dengan dirinya, serta sadar bahwa selama ini ia sudah memiliki perilaku buruk terhadap orang lain dan dirinya sendiri.
Di dalam kafe bernama Evergreen, Rachel jadi menemukan arti teman yang sesungguhnya, menemukan arti keluarga tanpa adanya hubungan darah, dan menemukan kebahagiaan orang lain yang anehnya menular menjadi kebahagiaan untuk dirinya sendiri.
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Evergreen merupakan salah satu dari banyaknya karya hebat Prisca Primasari. Gaya bercerita, alur yang disuguhkan, hingga konflik dan nuansa yang diciptakan dalam Evergreen sangat mencerminkan gaya sang penulis dalam menciptakan novel. Novel yang bahkan tidak sampai berjumlah 300 halaman ini bisa dibaca dengan sekali duduk karena gaya bahasa yang mengalir dan dibuat mudah untuk dipahami.
Lalu, nuansa Jepang klasik yang menggambarkan latar tempat, menu es krim, hingga suasana kota di Jepang digambarkan dengan detail, sehingga membuat para pembaca dapat dengan mudah membayangkan nuansa tersebut. Novel ini juga menyuguhkan konflik yang ringan, namun tetap rapi dan penuh akan pelajaran hidup di dalamnya.
Di sisi lain, hubungan romansa yang terjalin antara Rachel dan Yuya (pemilik kafe Evergreen) sangat terasa minim dalam novel ini, sehingga bagi para pembaca yang menginginkan hubungan romansa yang dominan akan merasa bahwa cerita cinta mereka terkesan agak dipaksa dan diburu-buru di akhir buku. Selain itu, font tulisan novel yang terlalu kecil dan memiliki gaya yang tidak familiar dengan font tulisan novel pada umumnya akan membuat para pembaca merasa kesulitan untuk membaca novel ini hingga akhir.
Jika para pembaca menyukai novel dengan vibes heartwarming, nuansa Jepang klasik, dan banyak pelajaran hidup di dalamnya, maka novel ini bisa dijadikan rekomendasi utama jika ingin membacanya. Namun, jika para pembaca ingin mencari kisah cinta yang lebih dominan dan tidak terbiasa membaca font tulisan yang lebih kecil, maka buku ini bisa dijadikan pertimbangan kembali jika ingin membacanya.
Identitas Novel
- Judul: Evergreen
- Penulis: Prisca Primasari
- Tahun Terbit: Januari 2013
- Penerbit: Grasindo
- Tebal: 203 halaman
- ISBN: 9786022510864
- Genre: Romance Fiction
Baca Juga
-
Tayang 2027, Jin Young dan Kim Min Ho Dipastikan Bintangi Film Aksi Fighter
-
Novel Uang Gawat Darurat: Ketika Niat Menabung Diserbu Kebutuhan Mendadak
-
Enam Cerita, Satu Kematian: Menelusuri Kebenaran di Novel Girls in the Dark
-
Tayang 25 November, Jang Gyuri dan Kim Min Chul Bintangi Film Horor My Home
-
Drakor The Substitute Tayang 23 November, Ungkap Sisi Gelap Dunia Sekolah
Artikel Terkait
-
Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup
-
Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians
-
Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled
-
Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko
-
Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On
News
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
-
Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!
-
Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026
-
Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026
-
AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta
Terkini
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual