Wajah ceria seorang bocah perempuan
Sinar mata cemerlang bagai kilau intan
Menatap ruang indah laksana istana
Terpana oleh kemegahan segala isinya
Bibir mungil menahan kecapan
Tergiur lezatnya segala hidangan
Tenggorokan tercekat menahan dahaga
Tergoda segarnya minuman yang beraneka
Beralih ke ruang putri raja
Dengan segala busana indah juga tiara
Ingin berbaring di atas bulu angsa
Dengan kerlip indah pelita bak permata
Namun tiba-tiba suara bergemuruh
Diikuti dinding dan atap yang runtuh
Deras hujan mencurah tak terkira
Mengguyur membilas seluruh raga
Bocah perempuan terkaget dan tersadar
Lalu segalanya hilang, lenyap dan buyar
Tubuh kecil gemetar beringsut ke bawah jembatan
Meninggalkan gubuk roboh yang berserakan
Bocah perempuan menggelung tubuh
Wajah pias kotor dan kuyuh
Berbisik lirih sebagai doa
KepadaTuhan di atas sana
Dengan bibir getir dan hati terluka
Memohon ulang mimpi semula
Dan satu permintaan dari lubuk hati
Tuhan, tolong jangan bangunkan aku lagi…
Baca Juga
-
3 Kesalahan saat Mengenakan Pakaian Baru di Tempat Kerja
-
3 Kebiasaan Buruk yang Membuat Meja Kerja Kamu Sering Berantakan
-
5 Tips Mengubah Hobi Membuat Buket Bunga Jadi Uang, Berani Coba?
-
3 Ide Hadiah untuk Seorang Backpacker, Pilih yang Praktis!
-
3 Macam Celebrity Worship, Jangan sampai Kebablasan Memuja!
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Ketika Banyak WNI Berobat ke Penang, Apa yang Perlu Kita Benahi?
-
Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya
-
Melacak Jejak Warisan Meneer Belanda di Balik Budaya Panjat Pinang
-
Kimpul Bu Tin: Ketika Umbi Lokal Bertemu Kreativitas Zaman Now
-
Review Don't Say Good Luck: Menyingkap Batas Seni dalam Menghadapi Kepiluan