Tembok dinding sudah rapuh.
Impian telah kau gapai.
Gelar sudah kau sandang.
Masa sulit telah kau lalui dengan setetes perjuangan.
Engkau akan keluar dari zona pendidikanmu.
Engkau mampu taklukkan selembar ijazah yang lama terkunci di laci.
Engkau sangat bangga melihat tawa di sekelilingmu.
Seakan berteriak 'aku sudah lepas dan bebas ke mana saja'.
Mimpi yang sudah kau bangun telah kau persembahkan.
Sejarah akan mencatat itu semua.
Lalu, benarkah itu adalah akhir?
Bukan, tentu bukan. Itu adalah awal perjuangan di tempat yang berbeda.
Lembaran itu akan berteriak sepanjang malam.
Akan kau dituntut pada persaingan sebenarnya.
Persaingan membahagiakan orang tercinta.
Melawan tembok sebenarnya yang selama ini bening kau lihat.
Itu adalah awal dari akhirmu sekarang.
Baca Juga
-
Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
Artikel Terkait
-
Refly Harun Sentil Saksi yang Sebut Sidang MK Ilegal: Kalau Begitu, Ngapain Datang?
-
MK Jawab Gugatan Ijazah Gibran Besok? Kuasa Hukum Denny Indrayana cs Belum diundang
-
Gaya Roy Suryo di Persidangan: Pakai Kaus 'Sido Mundur' untuk Sindir Gibran Soal Ijazah
-
JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Roy Suryo, Lanjutkan Persidangan Kasus Ijazah Jokowi!
-
Arti Mimpi Gigi Bawah Copot Pertanda Apa Menurut Psikologi dan Primbon?
Sastra
Terkini
-
Mitos Ikan Pembersih: Sapu-Sapu Monster Invasif Penghancur Ekosistem
-
Lupakan Masa Lalu! XngHan&Xoul Semangat Gapai Masa Depan di Lagu High Beam
-
Kisah Ibu Misidah dan Perlawanan Sunyi Petani Karisma di Kulon Progo
-
Bye Dehidrasi! 4 Hydrating Pad Berikan Efek Wajah Auto Lembap dan Sehat
-
Menakar Karisma Politik: Masuknya Rocky ke Istana Kuak Rapuhnya Warga Sipil