Ilustrasi Pria (freepik)
Dirimu tak kenal lelah untuk berjuang.
Siang malam tak kenal ampun.
Berjuang untuk kebahagiaan keluarga.
Sang Ayah, selalu ceria.
Tampak bahagia di sela tantangan amat berat.
Ayah yang pandai menyembunyikan bebannya kepada sang anak.
Padahal beban yang dipikul sungguh memilukan.
Sang ayah tak akan tenang melihat keluarganya sedih.
Terus berjuang walau tubuh di ambang kesakitan.
Pikiran tak karuan bukan alasan baginya.
Hanya satu kata agar anaknya dapat bahagia.
Tetes airmata pun tak terlihat.
Namun dalam batinnya meronta dan berkecamuk.
Sang ayah pejuang tak kenal lelah.
Segala rintangan terus ia hadapi.
Demi masa depan anak-anaknya.
Majene, 27 Juli 2021
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
-
Standar TikTok: Katalog Hidup Mewah yang Bikin Kita Miskin Mental
-
Ketika Rumah Tak Lagi Ramah: Anak yang Tumbuh di Tengah Riuh KDRT
-
Nasib Generasi Sandwich: Roti Tawar yang Kehilangan Cita-Cita
-
Romantisasi Ketangguhan Warga: Bukti Kegagalan Negara dalam Mengurus Bencana?
-
Sampah, Bau, dan Mental Warga yang Disuruh Kuat
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Aspal: Menenun Kembali Harapan di Tanah Sumatera
-
Pemulihan Infrastruktur Sukses, Senyum Aceh Balik Kembali
-
Menyambung Nadi, Memulihkan Asa: Wajah Kemanusiaan di Balik Pemulihan Infrastruktur Aceh
-
8 Cara Melupakan Mantan Dengan Cepat Tanpa Drama, Mulai dari Jangan Menyalahkan Diri Sendiri!
-
4 Body Serum Anti-Aging Harga Rp40 Ribuan, Rahasia Kulit Kencang dan Cerah