Percikan air dalam bentangan lautan yang sangat dalam tanpa terjamah hitungan matematika. Percikan air yang tercipta dari bebatuan yang dilempar sangat jauh menyasar menuju air. Air berguncang dengan gemuruhnya yang sangat mencekam. Percikan air yang memberi isyarat akan kehidupan yang terus berjalan pada air.
Kehidupan yang selalu berjalan sangat nyata adanya. Kalimah kekaguman terhantar memandang lautan sangat luas permainya. Permainya yang membiru jernih penuh kekayaan yang terkandung dalam lautan. Percikan air yang menyambut pasang mata setelah batu terayun dari lemparan tangan.
Lautan membiru sangat apik dilihat dengan tatapan langsung. Tanpa terhalang apapun yang sangat menyiksa kesenangan jiwa. Isyarat kehidupan kan berseru pada kita semua akan kelestarian lautan yang sangat berharga sekali. Yang tak bisa dibandingkan dengan yang lain yang ada di bumi.
Percikan air memberikan seruan akan sebuah naungan dari manusia tentang menjaga bahari yang kian terancam keberadaannya. Keberadaannya yang menjadi mangsa bagi begundal perusak alam yang tak pernah merasa dosa akan tingkahnya. Percikan air yang sangat kecil nampak dari permai lautan yang berdendang dengan tenang dan lembut. Tiada hempasan ombak besar yang bersamanya.
Subur permata yang tersimpan pada lautan dengan jumlah khazanahnya yang bisa dihitung dengan jari manusia. Percikan air memberi sejuta harapan akan kelangsungan hidup bahari yang sangat membawa sejuta faedah bagi umat manusia seantero dunia.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Antara Doa dan Pintu yang Tertutup: Memahami Sajak Joko Pinurbo
-
4 Alasan Buku Kumpulan Puisi Perjamuan Khong Guan Wajib Kamu Baca!
-
Puisi Wiji Thukul Kembali Menggema: Peringatan dalam Pusaran Ketidakadilan
-
Rayakan Hari Puisi Sedunia Lewat 5 Buku Puisi Terbaik Karya Sastrawan Dunia
-
Berharap Nikah Lagi Dengan Desta, Masa Lalu Sedih Natasha Rizky di Bali Terungkap
Sastra
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?