Senyum penghapus luka membersamai dalam waktu yang terus menemani alam denyut nadi. Setiap guratan senyum yang merona dengan ikatan pancaran yang membuat kharisma wajahmu tak pernah padam. Kharisma senyum wajahmu begitu membawaku semakin tercengang dengan tatapanmu.
Segala macaam luka yang selalu membayangimu. Kau selalu saja menutupi segalanya dengan senyuman. Senyuman yang menjadikan obat bagi segala luka yang mencengkeram dirimu. Raihan kebahagiaan sejati yang kau berikan inspirasi bagi siapapun.
Menjadi rasa bangga padaku dengan senyuman yang kau hantarkan kepada siapapun. Seolah tatapan semua orang memandangmu sangat bahagia padahal tidak. Tersenyum manis dengan tulus yang selalu menebarkan benih-benih kebaikan kepada siapapun.
Selalu kagum dengan kebaikan yang kau hantarkan kepada mereka yang merasa fakir darimu. Padahal dirimu sedang berkecamuk segala kefakiran yang kau miliki. Tulus dari sanubari amat dalam segala kebaikan yang terhantar darimu.
Alunan kebaikan bertaburan jutaan faedah semakin tak terbatasnya permai ketulusan yang kau berikan. Sejuta ilham yang kau hantarkan kepada dunia tak pernah padam sekalipun. Sekalipun cibiran dan hujatan yang kau raih tetap saja kau hantarkan semua kebaikan yang kau miliki.
Dengan jiwa nirwana yang melekat pada ragamu yang menjadi isyarat akan langkahmu yang semakin berjalan lurus melampaui segala godaan duniawi yang begitu membutakan nurani. Segala nikmat duniawi yang membuat lupa diri akan raga manusia yang sebenarnya.
Baca Juga
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Novel 23:59: Saat Patah Hati Harus Berdamai dengan Jawaban
-
5 Tablet Paling Worth It Buat Kerja di Awal 2026, AnTuTu Tembus 1,5 Juta
-
Perdamaian Tanpa Palestina, Damai untuk Siapa?
-
Indonesia Masters 2026: Alwi Farhan Juara, Gestur Selebrasi Jadi Sorotan
-
Scenes from Awajima Rilis PV Kedua, Potret Mimpi dan Luka Remaja Panggung